alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, June 29, 2022

Anak Punk Dibunuh Gara-Gara SMS Panggil Sayang ke Istri Tersangka

Menurut informasi yang diperoleh Radar Surabaya korban pada akhir November 2015 lalu mempunyai masalah dengan tersangka utama alias otak pembunuhan Abu Daud. Karena saat itu, korban mengirim SMS mesra ke istri tersangka dengan panggilan “sayang”. Pelaku akhirnya merencanakan menganiaya korban bersama teman-temannya.

Menurut Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Boby Paludin Tambunan setelah menemukan tulang belulang di sumur tua Kamis (26/10) itu, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

“Setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi, diketahui tulang belulang itu mayat Andi,” ujar Boby.

Dari keterangan salah satu saksi, akhirnya polisi melakukan pengejaran kepada pelaku hingga akhirnya pelaku utama tertangkap.“Pertama, pelaku Abu Dawud ditangkap di Pasar Sepanjang saat mengamen. Kemudian dikembangkan dan anggota menangkap Ghofur di Taman Jumat pagi (27/10),” kata perwira menengah dengan dua melati di pundak itu.

Setelah ditangkap kedua tersangka itu langsung digelandang ke Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan.

Tersangka Abu Daud mengaku nekat melakukan pengeroyokan itu karena sakit hati istrinya di-SMS mesra oleh korban. “Saya emosi dan berencana menganiaya korban,” aku tersangka Abu.

Abu mengaku yang memukul pertama menggunakan tangan kosong, kemudian secara beramai-ramai korban dihajar menggunakan batu. 

Selain itu, pria yang sudah mempunyai satu orang anak itu mengatakan dia tidak mengenal korban. Padahal dirinya sendiri merupakan anak punk yang kerap ngamen di kawasan Sidoarjo bersama komplotan anak punk lainnya.

Seperti diketahui awal mula terbongkarnya kasus ini adalah bermula dari laporan masyarakat. Kemudian polisi langsung membongkar sumur tua di kawasan Geluran, Taman, Sidoarjo. Saat dibongkar ternyata polisi menemukan tulang belulang manusia.

Menurut informasi yang diperoleh Radar Surabaya korban pada akhir November 2015 lalu mempunyai masalah dengan tersangka utama alias otak pembunuhan Abu Daud. Karena saat itu, korban mengirim SMS mesra ke istri tersangka dengan panggilan “sayang”. Pelaku akhirnya merencanakan menganiaya korban bersama teman-temannya.

Menurut Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Boby Paludin Tambunan setelah menemukan tulang belulang di sumur tua Kamis (26/10) itu, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

“Setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi, diketahui tulang belulang itu mayat Andi,” ujar Boby.

Dari keterangan salah satu saksi, akhirnya polisi melakukan pengejaran kepada pelaku hingga akhirnya pelaku utama tertangkap.“Pertama, pelaku Abu Dawud ditangkap di Pasar Sepanjang saat mengamen. Kemudian dikembangkan dan anggota menangkap Ghofur di Taman Jumat pagi (27/10),” kata perwira menengah dengan dua melati di pundak itu.

Setelah ditangkap kedua tersangka itu langsung digelandang ke Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan.

Tersangka Abu Daud mengaku nekat melakukan pengeroyokan itu karena sakit hati istrinya di-SMS mesra oleh korban. “Saya emosi dan berencana menganiaya korban,” aku tersangka Abu.

Abu mengaku yang memukul pertama menggunakan tangan kosong, kemudian secara beramai-ramai korban dihajar menggunakan batu. 

Selain itu, pria yang sudah mempunyai satu orang anak itu mengatakan dia tidak mengenal korban. Padahal dirinya sendiri merupakan anak punk yang kerap ngamen di kawasan Sidoarjo bersama komplotan anak punk lainnya.

Seperti diketahui awal mula terbongkarnya kasus ini adalah bermula dari laporan masyarakat. Kemudian polisi langsung membongkar sumur tua di kawasan Geluran, Taman, Sidoarjo. Saat dibongkar ternyata polisi menemukan tulang belulang manusia.

Most Read

Berita Terbaru


/