26 C
Surabaya
Wednesday, March 29, 2023

Lucu dan Menarik, Sosialisasikan Lewat JPO dengan Parikan

SURABAYA–Cara sosialisasikan penggunaan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Basuki Rahmad yang dilakukan dua petugas Linmas Kota Surabaya cukup menarik. Mereka menggunakan parikan untuk mengingatkan warga agar menyeberang menggunakan JPO.

Kedua petugas Linmas itu adalah Dimas Eko dan Hilda. Mereka mengalungkan papan styrofoam yang bertuliskan parikan khas surabaya.

”Sing jaketan arane jogo boyo, nek nyebrang liwat jembatan iku baru arek suroboyo” dan ”Cangkruk Nang Bungkul Mangan Penyetan, sing betul nyebrang liwat jembatan.” 

Upaya tersebut dilakukan untuk mengingatkan masyarakat untuk lebih taat terhadap peraturan lalu lintas khususnya penggunaan JPO sebagai pilihan untuk menyebrang jalan raya. ”Di sini sering terjadi kecelakaan jadi lebih baik menggunakan JPO,” tegas Dimas Eko. 

Baca Juga :  Nomor Telepon Selingkuhan Diganti Nomor Tukang Tambal Ban

Terkait alasan memilih parikan sebagai cara untuk mengingatkan masyarakat, hal itu dipilih karena ingin menyesuaikan dengan kekhasan warga surabaya.”Orang Surabaya harus ada parikannya, ini ciri khasnya,” jelas Dimas.

Kegiatan sosialisasi dengan cara nyentrik itu baru dilakukan kemarin (26/1), mengenai lama waktunya sampai kapan belum ada arahan lebih lanjut. ”Ini baru hari ini, untuk selesainya kapan kami belum tahu,” tutur Dimas.

Walaupun harus menahan rasa malu namun demi kewajiban melayani masyarakat, Dimas Eko dan Hilda tetap bertahan di bawah JPO mengenakan papan styrofoam itu. ”Sebenarnya malu tapi sudah perintah dan demi masyarakat juga,” terang Dimas. ”Pertama malu tetapi ketika sudah dijalani sudah enggak,” imbuh Hilda. (son/no)

Baca Juga :  Berdalih Sayang, Kakek Ini Cabuli Keponakannya Selama Setahun

SURABAYA–Cara sosialisasikan penggunaan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Basuki Rahmad yang dilakukan dua petugas Linmas Kota Surabaya cukup menarik. Mereka menggunakan parikan untuk mengingatkan warga agar menyeberang menggunakan JPO.

Kedua petugas Linmas itu adalah Dimas Eko dan Hilda. Mereka mengalungkan papan styrofoam yang bertuliskan parikan khas surabaya.

”Sing jaketan arane jogo boyo, nek nyebrang liwat jembatan iku baru arek suroboyo” dan ”Cangkruk Nang Bungkul Mangan Penyetan, sing betul nyebrang liwat jembatan.” 

Upaya tersebut dilakukan untuk mengingatkan masyarakat untuk lebih taat terhadap peraturan lalu lintas khususnya penggunaan JPO sebagai pilihan untuk menyebrang jalan raya. ”Di sini sering terjadi kecelakaan jadi lebih baik menggunakan JPO,” tegas Dimas Eko. 

Baca Juga :  Diduga Depresi, Ibu Rumah Tangga di Dukun Pilih Gantung Diri

Terkait alasan memilih parikan sebagai cara untuk mengingatkan masyarakat, hal itu dipilih karena ingin menyesuaikan dengan kekhasan warga surabaya.”Orang Surabaya harus ada parikannya, ini ciri khasnya,” jelas Dimas.

Kegiatan sosialisasi dengan cara nyentrik itu baru dilakukan kemarin (26/1), mengenai lama waktunya sampai kapan belum ada arahan lebih lanjut. ”Ini baru hari ini, untuk selesainya kapan kami belum tahu,” tutur Dimas.

Walaupun harus menahan rasa malu namun demi kewajiban melayani masyarakat, Dimas Eko dan Hilda tetap bertahan di bawah JPO mengenakan papan styrofoam itu. ”Sebenarnya malu tapi sudah perintah dan demi masyarakat juga,” terang Dimas. ”Pertama malu tetapi ketika sudah dijalani sudah enggak,” imbuh Hilda. (son/no)

Baca Juga :  Asyik Isap Sabu di Hotel, Digerebek Polisi

Most Read

Berita Terbaru