alexametrics
28 C
Surabaya
Tuesday, May 24, 2022

Asrama Haji Surabaya Siap Karantina Ribuan PMI Awal 2022

SURABAYA – Ribuan pekerja migran Indonesia (PMI) bakal kembali ke tanah air melalui Bandara Internasional Juanda. Asrama Haji Sukolilo kembali menjadi tempat karantina PMI sebelum kembali ke tempat asalnya. Rencananya, karantina akan dibuka mulai 2 Januari 2022.

PMI yang tiba di Bandara Juanda langsung dibawa ke Asrama Haji Sukolilo untuk menjalani karantina selama 10 hari. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pun mengecek kesiapan Asrama Haji Sukolilo. Budi mengatakan, karantina PMI itu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron.

“Kapasitas asrama haji 1.376 bed sangat cocok untuk tempat karantina bagi PMI sebelum pulang ke tempat asalnya,” kata Budi, Minggu (26/12).

Meski demikian, menurut dia, masih dibutuhkan banyak kamar untuk menampung TKI yang jumlahnya diprediksi mencapai 2.000 lebih. Karena itu, pemerintah akan menambah gedung Badiklat Kemenag yang kapasitasnya 213 bed dan LPMP Ketintang 160 bed. Selain itu, ada gedung BPWS dengan kapasitas 242 bed.
“Kami juga meminta untuk menambah kamar apabila dirasa kurang. Dengan mencari hotel-hotel yang bisa untuk digunakan karantina PMI,” jelasnya.

Baca Juga :  Bus Sekolah Beroperasi Lagi di Surabaya setelah Vakum Dua Tahun

Selama di Asrama Haji, Budi juga mengecek kebersihan kamar dan lingkungan hingga pelayanan. Ia meminta agar selama proses karantina PMI tidak boleh keluar asrama haji. Sebelumnya PMI masih bebas keluar tempat karantina untuk bertemu keluarga dan membeli berbagai kebutuhan di luar tempat karantina.’

“Kami waspadai Omicron dengan lebih ketat. Mereka tidak boleh keluar karantina. Sebelum selesai masa karantinanya langsung dipulangkan ke daerah asal PMI,” tegasnya.

Kepala UPT Asrama Haji Sukolilo Sugianto menegaskan, pihaknya siap menampung PMI asal Jatim di Asrama Haji. Kapasitas 344 kamar dengan 14 gedung bisa menampung para PMI yang datang. “Insya Allah, kami siap untuk kedatangan PMI yang rencananya 2 Januari,” ujar Sugianto.

Menurut dia, ada yang beda dalam proses karantina PMI awal Januari nanti. Pemerintah meminta satu kamar dihuni dua orang. Sebelumnya bisa digunakan untuk tiga orang. “Jadi, sangat kurang apabila sehari ada 100 orang yang datang. Apalagi satu orang akan menjalani karantina selama 10 hari. Maka, butuh 100 bed selama 10 hari,” tuturnya.

Baca Juga :  Pemusnahan Puluhan Knalpot Brong Hasil Sitaan

Sugianto menjelaskan, gedung yang akan digunakan tidak termasuk Zam-Zam dan Shofa. Sebab, dua gedung tersebut masih digunakan Pemkot Surabaya untuk pasien isolasi Covid-19. “Tapi, tidak menutup kemungkinan ketika nanti dinyatakan landai pasca Nataru, kemungkinan akan dikembalikan dua gedung tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto mengatakan, pihaknya siap mengamankan kebijakan pemerintah pusat. Khususnya terkait antisipasi masuknya varian Omicron dari luar negeri.
“Intinya, kami dengan seluruh instansi di Jatim, Kapolda, Gubernur, dan seluruh instansi terkait siap untuk membantu dan siap melaksanakan tugas pemerintah pusat,” ujarnya. (rmt/rek)

SURABAYA – Ribuan pekerja migran Indonesia (PMI) bakal kembali ke tanah air melalui Bandara Internasional Juanda. Asrama Haji Sukolilo kembali menjadi tempat karantina PMI sebelum kembali ke tempat asalnya. Rencananya, karantina akan dibuka mulai 2 Januari 2022.

PMI yang tiba di Bandara Juanda langsung dibawa ke Asrama Haji Sukolilo untuk menjalani karantina selama 10 hari. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pun mengecek kesiapan Asrama Haji Sukolilo. Budi mengatakan, karantina PMI itu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron.

“Kapasitas asrama haji 1.376 bed sangat cocok untuk tempat karantina bagi PMI sebelum pulang ke tempat asalnya,” kata Budi, Minggu (26/12).

Meski demikian, menurut dia, masih dibutuhkan banyak kamar untuk menampung TKI yang jumlahnya diprediksi mencapai 2.000 lebih. Karena itu, pemerintah akan menambah gedung Badiklat Kemenag yang kapasitasnya 213 bed dan LPMP Ketintang 160 bed. Selain itu, ada gedung BPWS dengan kapasitas 242 bed.
“Kami juga meminta untuk menambah kamar apabila dirasa kurang. Dengan mencari hotel-hotel yang bisa untuk digunakan karantina PMI,” jelasnya.

Baca Juga :  Bus Sekolah Beroperasi Lagi di Surabaya setelah Vakum Dua Tahun

Selama di Asrama Haji, Budi juga mengecek kebersihan kamar dan lingkungan hingga pelayanan. Ia meminta agar selama proses karantina PMI tidak boleh keluar asrama haji. Sebelumnya PMI masih bebas keluar tempat karantina untuk bertemu keluarga dan membeli berbagai kebutuhan di luar tempat karantina.’

“Kami waspadai Omicron dengan lebih ketat. Mereka tidak boleh keluar karantina. Sebelum selesai masa karantinanya langsung dipulangkan ke daerah asal PMI,” tegasnya.

Kepala UPT Asrama Haji Sukolilo Sugianto menegaskan, pihaknya siap menampung PMI asal Jatim di Asrama Haji. Kapasitas 344 kamar dengan 14 gedung bisa menampung para PMI yang datang. “Insya Allah, kami siap untuk kedatangan PMI yang rencananya 2 Januari,” ujar Sugianto.

Menurut dia, ada yang beda dalam proses karantina PMI awal Januari nanti. Pemerintah meminta satu kamar dihuni dua orang. Sebelumnya bisa digunakan untuk tiga orang. “Jadi, sangat kurang apabila sehari ada 100 orang yang datang. Apalagi satu orang akan menjalani karantina selama 10 hari. Maka, butuh 100 bed selama 10 hari,” tuturnya.

Baca Juga :  Jamaah Haji Kloter 1,2 dan 3 akan Tiba Minggu Lusa

Sugianto menjelaskan, gedung yang akan digunakan tidak termasuk Zam-Zam dan Shofa. Sebab, dua gedung tersebut masih digunakan Pemkot Surabaya untuk pasien isolasi Covid-19. “Tapi, tidak menutup kemungkinan ketika nanti dinyatakan landai pasca Nataru, kemungkinan akan dikembalikan dua gedung tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto mengatakan, pihaknya siap mengamankan kebijakan pemerintah pusat. Khususnya terkait antisipasi masuknya varian Omicron dari luar negeri.
“Intinya, kami dengan seluruh instansi di Jatim, Kapolda, Gubernur, dan seluruh instansi terkait siap untuk membantu dan siap melaksanakan tugas pemerintah pusat,” ujarnya. (rmt/rek)

Most Read

Berita Terbaru


/