
RADAR SURABAYA - Tersangka pencurian dengan kekerasan IDS, 21, alias Indri warga Pakal Surabaya mengaku yang punya ide merampas motor korban MAP warga Sememi di Jalan Simo Gunung adalah pacarnya sendiri tersangka EWNC alias Erik.
"Dia yang punya ide (EWNC)," ucap tersangka Indri, Kamis (5/11).
Indri mengaku awalnya berkenalan dengan korban MAP melalui aplikasi Omi. Dari perkenalan tersebut lalu terjadi komunikasi intens. Pada Sabtu, 26 September 2026 tersangka mengajak korban bertemu di warung kopi Jalan Banyu Urip.
Baca Juga: Oknum Dishub Surabaya Diduga Pungli Rp 80 Juta, Wali Kota Eri Minta Dipecat
"Main aplikasi Omi. Aku keluar sama korban mau minta beli makan buat makan sama teman-temanku," ungkapnya.
Usai bertemu korban, tersangka Indri mengajak korban ke arah Dukuh Kupang untuk check in di salah satu penginapan. "Itu sebenarnya aku ngajak check in di daerah UWK," bebernya.
Namun saat itu tersangka IDS dan EWNC sudah bekerja sama dengan dua tersangka lainnya untuk merampas motor korban. Di Dukuh Kupang korban dan Indri dihampiri tersangka EWNC. Korban dituduh teman tersangka membawa lari istrinya. Kemudian dikejar hingga ditendang terjatuh di Jalan Simogunung. Diduga ketakutan korban kabur dan meninggalkan motor.
"Motor dijual tersangka R. Laku Rp 2, 5 juta. Dibayar cas Rp 1, 5 juta dan yang sejuta dalam bentuk sabu 1 gram," terang Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal Ipda Andrianto.
Begal Motor di Surabaya Ditangkap
Diberitakan sebelumnya, empat komplotan begal ditangkap Polsek Sukomanunggal, Surabaya. Tersangka IDS, 21, alias Indri warga Jalan Pakal Barat, EWNC alias Erik, 26, warga Simo Gunung Kramat Timur, RAA alias Rafli, 23, warga Jalan Kembang Kuning dan FIA alias Fiqih, 26, warga Jalan Banyu Urip, Surabaya.
Kapolsek Sukomanunggal Kompol M Akhyar mengatakan, kasus perampasan bermula saat korban MAP kenal dengan tersangka perempuan IDS melalui aplikasi Omi.
Korban dan IDS sempat berkomunikasi intens. Mereka kemudian janjian bertemu di warung kopi Jalan Banyu Urip Sabtu (26/9) malam. Setelah bertemu, pelaku meminta korban mengantarkanya ke kawasan Dukuh Kupang pada pukul 23.30.



