Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Parade Surabaya Juang 2026 Libatkan 2.150 Peserta, Ini Rute dan Atraksinya

R
Penulis: Rahmat Sudrajat❯
Atraksi pertempuran 10 November 1945 pada Parade Surabaya Juang 2025.(dinkominfo)
Atraksi pertempuran 10 November 1945 pada Parade Surabaya Juang 2025.(dinkominfo)

Advertisement

RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melibatkan 2.150 peserta dalam Parade Surabaya Juang 2026 yang digelar Minggu (1/11).

Mengusung tema Suroboyo Wani, parade ini akan menghadirkan teatrikal perjuangan, atraksi kepahlawanan, serta pertunjukan seni dan musik untuk mengenang perjuangan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kegiatan yang dijadwalkan mulai pukul 14.30 WIB tersebut mengambil titik pemberangkatan di Tugu Pahlawan, Jalan Pahlawan, dan berakhir di kawasan Balai Pemuda atau Alun-Alun Surabaya, Jalan Gubernur Suryo.

Advertisement

Masyarakat dapat menyaksikan berbagai atraksi di sepanjang rute parade yang membentang sekitar 2,5 kilometer.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi mengatakan, Parade Surabaya Juang 2026 melibatkan peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Mereka terdiri atas Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), prajurit TNI dan Polri, Paskibraka, komunitas pecinta sejarah, pemuda, hingga komunitas masyarakat.

“Kehadiran mereka akan membentuk rangkaian parade yang memadukan rekonstruksi sejarah, nilai kebangsaan, dan ekspresi budaya dalam satu perayaan untuk mengenang perjuangan bangsa,” kata Herry di Surabaya, Selasa (27/10).

Rute Parade Surabaya Juang 2026 dan Atraksi Perjuangan

Sepanjang perjalanan, pengunjung akan diajak menyaksikan kembali sejumlah peristiwa penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

Adegan yang ditampilkan mencakup perlawanan terhadap ultimatum Sekutu hingga Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Salah satu kisah yang diangkat adalah perjuangan Soegiarto, pemain Persebaya yang meninggalkan lapangan hijau untuk turut mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Advertisement

Artikel Terkait

Usai Tempat Potong Unggas di Bratang Gede Disegel, Pemkot Surabaya Sediakan RPHU di Lakarsantri

Usai Tempat Potong Unggas di Bratang Gede Disegel, Pemkot Surabaya Sediakan RPHU di Lakarsantri

Setelah menyegel usaha pemotongan unggas di kawasan Bratang Gede karena izin perdagangan kedaluwarsa dan gangguan bau bagi warga, PT RPH Surabaya Perseroda menawarkan fasilitas rumah potong hewan (RPH) unggas di Lakarsan

Teatrikal Suroboyo Wani di Tugu Pahlawan Surabaya, Wali Kota Eri: Kemerdekaan Belum Selesai

Teatrikal Suroboyo Wani di Tugu Pahlawan Surabaya, Wali Kota Eri: Kemerdekaan Belum Selesai

Suasana heroik menyelimuti kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya, pada Minggu (1/11). Peringatan Hari Pahlawan tahun ini resmi dibuka melalui pertunjukan teatrikal kolosal bertajuk "Suroboyo Wani".

Bukit Gunungsari Surabaya, Benteng Pertahanan Terakhir TKR dan Tentara Pelajar Dalam Pertempuran Surabaya November 1945

Bukit Gunungsari Surabaya, Benteng Pertahanan Terakhir TKR dan Tentara Pelajar Dalam Pertempuran Surabaya November 1945

kawasan Surabaya Selatan terdapat bukit yang dahulu menjadi lokasi benteng terakhir pertahanan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) dalam masa perang 28 November 1945.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer