
RADAR SURABAYA – Volume angkutan barang PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencapai 2.260.678 ton selama Januari–September 2026.
Capaian tersebut meningkat 8,37 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 2.086.077 ton. Angkutan peti kemas dan bahan bakar minyak (BBM) menjadi kontributor utama.
Berdasarkan data KAI Daop 8 Surabaya, kenaikan volume angkutan barang mencapai 174.601 ton dalam sembilan bulan pertama 2026.
Pertumbuhan ini menunjukkan peran kereta api dalam mendukung distribusi logistik, kebutuhan industri, perdagangan, hingga pasokan energi.
Angkutan peti kemas mendominasi dengan volume 1.517.484 ton. Sementara itu, angkutan BBM mencapai 687.769 ton.
Adapun angkutan retail tercatat sebanyak 37.139 ton dan komoditas lainnya sebesar 18.286 ton.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, pertumbuhan angkutan barang tersebut menjadi capaian positif sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Pertumbuhan sebesar 8,37 persen hingga September 2026 merupakan capaian positif bagi KAI Daop 8 Surabaya.
Angkutan peti kemas dan BBM menjadi kontributor utama yang menunjukkan pentingnya peran kereta api dalam mendukung distribusi logistik dan kebutuhan energi,” ujar Mahendro, Minggu (25/10).
Menurut dia, KAI Daop 8 Surabaya terus mengoptimalkan operasional dengan mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, dan keandalan layanan.



