Meredam Debu Proyek dan Cuaca Panas, Petugas Damkar Surabaya Guyur Jalanan Kota

RADAR SURABAYA — Di tengah tingginya aktivitas pembangunan infrastruktur dan teriknya cuaca, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah cepat untuk menjaga kenyamanan warganya.
Melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), armada pemadam diterjunkan untuk mengintensifkan penyiraman serta pembasahan jalan di sejumlah wilayah kritis.
Langkah ini menyasar ruas-ruas jalan di sekitar area proyek fisik, khususnya pengerjaan drainase dan pemasangan box culvert yang kerap memicu kepulan debu.
Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran DPKP Surabaya, M. Rokhim, menyampaikan bahwa kegiatan pembasahan ini mengandalkan kesiapsiagaan pos pemadam terdekat agar penanganannya tepat sasaran dan efisien.
“Setiap hari, rata-rata ada delapan hingga sepuluh unit mobil pemadam yang dikerahkan. Jumlah armada menyesuaikan kebutuhan di lapangan serta laporan dari warga yang masuk melalui saluran hotline,” kata Rokhim, Jumat (23/10).
Strategi Pembasahan: Siang dan Malam Hari
Untuk mengoptimalkan dampak penyiraman, DPKP membagi jadwal operasional menjadi dua bagian berdasarkan kebutuhan lingkungan:
Siang Hari: Petugas memprioritaskan kawasan lalu lintas padat di sekitar proyek fisik yang berpotensi tinggi menimbulkan polusi debu. Beberapa lokasi sasaran utama di antaranya Jalan Tanjungsari, Panjang Jiwo, Lidah Wetan, Dharmahusada, Ahmad Yani, hingga kawasan Ngagel.
Malam Hari: Penyiraman difokuskan ke taman-taman pasif di sepanjang jalur protokol. Upaya ini dilakukan untuk memelihara keasrian dan kelangsungan hidup tanaman kota agar tidak layu terpapar panas.
Penanganan Darurat Tetap Jadi Prioritas Utama
Kendati rutin mengular di jalanan untuk menyiram debu dan tanaman, DPKP Surabaya menegaskan bahwa fungsi utama penanggulangan bencana tetap berada di posisi teratas.
Pelaksanaan pembasahan ini dirancang fleksibel sehingga tidak mengganggu kesiapsiagaan petugas saat terjadi musibah kebakaran secara tiba-tiba.



