Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dewan Dorong Urban Farming di Surabaya

R
Penulis: Rahmat Sudrajat❯
PRODUKTIF: Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko (kanan) saat mengunjungi kebun hidroponik di Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya.
PRODUKTIF: Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko (kanan) saat mengunjungi kebun hidroponik di Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya.

Advertisement

RADAR SURABAYA - Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mendorong pengembangan urban farming sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis lingkungan.

“Selain disuplai ke supermarket dan pasar modern hasil hidroponik juga didistribusikan kepada balita, ibu hamil, dan lansia di wilayah sekitar. Jadi, manfaat urban farming ini tidak hanya untuk ekonomi, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi warga,” ujar Yona bagus Widyatmoko di Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya, kemarin (7/10).

Advertisement

Dalam reses tersebut, dia memberikan dukungan dana sebesar Rp 10 juta untuk membantu operasional kebun hidroponik Sri Rejeki Jitu yang dikelola warga. Ini mendukung keberlanjutan kegiatan sekaligus menjaga agar pengelolaan kebun dapat terus berkembang.

Selain dukungan dana, Yona juga memberikan empat unit tong komposter kepada warga. Menurut dia, pengelolaan sampah organik dapat diintegrasikan dengan kegiatan urban farming sehingga lingkungan dan aktivitas pertanian warga dapat berkembang dalam satu ekosistem.

Advertisement

“Pengelolaan sampah organik juga harus berjalan bersama dengan urban farming. Karena itu, saya memberikan empat unit tong komposter agar limbah organik yang ada bisa dikelola dan dimanfaatkan kembali,” ujarnya.

Yona mendorong warga mengoptimalkan lahan yang tersedia untuk mengembangkan kegiatan produktif lainnya. Salah satu yang diusulkan ialah pengembangan peternakan ayam petelur sebagai pelengkap usaha hidroponik yang sudah berjalan.

Menurut dia, pengembangan ayam petelur dapat menjadi bagian dari diversifikasi kegiatan pangan di lingkungan tersebut, dengan konsep bukan hanya menghasilkan sayuran, tetapi juga membuka peluang produksi pangan lain yang dapat dikelola warga secara bersama-sama.

“Lahan yang ada jangan hanya dimanfaatkan untuk hidroponik. Kalau masih memungkinkan, bisa dikembangkan untuk ternak ayam petelur sehingga ada diversifikasi usaha dan hasil yang bisa mendukung ketahanan pangan warga,” kata Yona. (rmt/rek)

Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar surabaya

Artikel Terkait

Pramuka Jatim Bikin Gebrakan! Kembangkan Benih Jagung Unggul untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Pramuka Jatim Bikin Gebrakan! Kembangkan Benih Jagung Unggul untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Pramuka Jatim mengembangkan benih jagung unggul KIP sebagai bagian dari program ketahanan pangan yang dijalankan serentak di berbagai daerah Jawa Timur.

Begini Jawaban KSAD TNI Terkait Jembatan Ambruk di Pangandaran

Begini Jawaban KSAD TNI Terkait Jembatan Ambruk di Pangandaran

Tragedi ambruknya Jembatan Gantung Pongpet di Pangandara, Jawa Barat (Jabar), dijawab oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Dari Pangan Lokal ke Pasar Global, NOMNOM Siap Ekspansi ke Singapura Bersama BRI

Dari Pangan Lokal ke Pasar Global, NOMNOM Siap Ekspansi ke Singapura Bersama BRI

Dukungan BRI semakin terasa ketika NOMNOM memperoleh kesempatan mengikuti pameran internasional di Singapura. Menurut Erwin, keikutsertaan dalam pameran tersebut menjadi peluang penting bagi NOMNOM untuk menguji penerima

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer