Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Tak Menentu, Pendapatan Nelayan Turun

I
Penulis: Indra Wijayanto❯
WASPADA: Awan gelap di kawasan Jembatan Suramadu kemarin (11/1). BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik hingga 20 Januari. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)
WASPADA: Awan gelap di kawasan Jembatan Suramadu kemarin (11/1). BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik hingga 20 Januari. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)

RADAR SURABAYA – BMKG mencatat, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hampir terjadi setiap hari, meski tidak berlangsung penuh selama 24 jam. Masyarakat termasuk para nelayan diminta waspada. Kondisi cuaca ekstrem itu membuat pendapatan nelayan turun.

Kapoksi Forecaster BMKG Maritim Tanjung Perak, Ady Hermanto, menjelaskan Januari hingga Februari merupakan periode puncak hujan tersebut. ”Monsun Asia aktif sejak akhir November dan diperkirakan berlangsung sampai Maret,” ujarnya kemarin (11/1).


Advertisement

”Kalau dari pagar Pantai Batu-Batu jalannya tidak terlalu jauh. Kasihan saya lihat mereka naik-naik pagar,” urainya.

Menurut Imam, kondisi pasang surut air laut yang tidak menentu diprediksi berlangsung sampai akhir Januari 2025. Setelahnya baru ada air pasang yang cukup besar.

”Karena sekarang kondisi surutnya ke tengah sekali. Biasanya setelah ini akan ada pasang besar-besaran,” katanya.

Sementara itu, Nelayan Bulak Kali Tinjang Harianto menyampaikan hasil tangkapan ikan berkurang. Selain karena faktor tidak melaut, kondisi pasang surut juga berpengaruh. ”Semua nelayan kan punya alat tangkap berbeda. Dari situ hasilnya juga tidak sama,” ungkapnya.

Apalagi pasang air laut semakin menengah, jarak jalan lebih jauh, dan hasil tangkapan ikan juga bermacam. Misalnya untuk ikan disekitar lumpur, itu berbau dan kualitas cenderung jelek. Jadi nelayan harus mengapung ke tengah dengan kualitas air yang cukup.

Letak ikan biasanya ada di batu-batu bawah laut, kalau ikan yang tertahan lumpur biasanya rasa, bau, dan rupanya berbeda. ”Lain dengan yang segar-segar. Nah ini kondisi pasang surutnya gak menentu, ya susah,” ucapnya. (ida/jun/vga)

Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : Jawa Pos

Artikel Terkait

Cuaca Surabaya Selasa 3 November 2026, Ada Peluang Hujan Ringan, Siang Panas Menyengat

Cuaca Surabaya Selasa 3 November 2026, Ada Peluang Hujan Ringan, Siang Panas Menyengat

Warga Kota Surabaya perlu mewaspadai perubahan kondisi cuaca pada Selasa (3/11). Hujan ringan berpeluang mengguyur sejumlah wilayah pada pagi hari, sebelum cuaca berangsur cerah berawan hingga mendung pada siang dan sore

Musim Hujan di Jatim Diprediksi Mulai November, BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor

Musim Hujan di Jatim Diprediksi Mulai November, BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor

Masyarakat Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan datang secara bertahap mulai November 2026 hingga Januari 2027.

Prakiraan Cuaca Surabaya Sabtu 24 Oktober: Panas Terik, Potensi Banjir Rob di Pesisir

Prakiraan Cuaca Surabaya Sabtu 24 Oktober: Panas Terik, Potensi Banjir Rob di Pesisir

Cuaca Surabaya pada Sabtu (24/10) diprakirakan didominasi kondisi berawan sejak pagi hingga sore. Suhu udara meningkat hingga 36 derajat Celsius pada siang hari. Hujan ringan berpeluang turun menjelang petang hingga mal

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer