28.3 C
Surabaya
Thursday, June 8, 2023

Polisi Dalami Asal Usul Cek dan OL Fiktif

SURABAYA-Penyidik Ditreskrimum Polda Jatim masih mendalami asal muasal cek bank dan offering letter (OL) fiktif yang digunakan tersangka Devi Chrisnawati, 53, untuk menipu korbannya. Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Pitra Andreas Ratulangi mengatakan, salah satu cek bank memang ada yang asli. Tapi dananya tidak mencukupi.

“Asal usul ceknya masih kami selidiki karena ada yang asli, ada juga fiktif,” paparnya. 

Selain mendalami asal cek, Pitra menambahkan, penyidik juga mendalami bagaimana cara tersangka mendapatkan offering letter bank fiktif termasuk stempel banknya. “Sejauh ini LP ada 11 di Polda dan lima di Polrestabes Surabaya,” imbuhnya.

Perwira menengah dengan tiga melati di pundaknya ini menerangkan, tersangka Chrisnawati awalnya bertemu langsung dengan korban. Dengan menjanjikan keuntungan hingga 5 persen dari dana pinjaman untuk OL. “Kalau ada korban lain, kami minta segera melapor,” katanya.

Baca Juga :  Spesialis Pembobol Rumah Kos Ditangkap di Bendul Merisi

Tak hanya itu. Pitra juga berpesan agar masyarakat untuk hati-hati dan jangan mudah tergiur iming-iming keuntungan banyak dari pinjaman.

Oknum notaris yang tinggal di Jalan Darmo Permai Selatan X, Chrisnawati, dibekuk anggota Ditreskrimum karena menipu dan menggelapkan uang korbannya dengan kerugian sekitar Rp 65 miliar. (rus/rek)

SURABAYA-Penyidik Ditreskrimum Polda Jatim masih mendalami asal muasal cek bank dan offering letter (OL) fiktif yang digunakan tersangka Devi Chrisnawati, 53, untuk menipu korbannya. Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Pitra Andreas Ratulangi mengatakan, salah satu cek bank memang ada yang asli. Tapi dananya tidak mencukupi.

“Asal usul ceknya masih kami selidiki karena ada yang asli, ada juga fiktif,” paparnya. 

Selain mendalami asal cek, Pitra menambahkan, penyidik juga mendalami bagaimana cara tersangka mendapatkan offering letter bank fiktif termasuk stempel banknya. “Sejauh ini LP ada 11 di Polda dan lima di Polrestabes Surabaya,” imbuhnya.

Perwira menengah dengan tiga melati di pundaknya ini menerangkan, tersangka Chrisnawati awalnya bertemu langsung dengan korban. Dengan menjanjikan keuntungan hingga 5 persen dari dana pinjaman untuk OL. “Kalau ada korban lain, kami minta segera melapor,” katanya.

Baca Juga :  Jual Pemandu Lagu, Muncikari Bunda IS Dapat Fee 20 Persen

Tak hanya itu. Pitra juga berpesan agar masyarakat untuk hati-hati dan jangan mudah tergiur iming-iming keuntungan banyak dari pinjaman.

Oknum notaris yang tinggal di Jalan Darmo Permai Selatan X, Chrisnawati, dibekuk anggota Ditreskrimum karena menipu dan menggelapkan uang korbannya dengan kerugian sekitar Rp 65 miliar. (rus/rek)

Most Read

Berita Terbaru