Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pakar Ekonomi Unair Surabaya Ingatkan soal Diskon Sering Ciptakan Ilusi Berhemat

R
Penulis: Rahmat Sudrajat❯
Rudi Purwono
Rudi Purwono

RADAR SURABAYA – Momen liburan akhir tahun menjadi waktu yang paling dinanti oleh banyak orang.


Advertisement

Liburan hadir sebagai angin segar untuk menyegarkan pikiran. Namun, di balik euforia tersebut, gempuran diskon akhir tahun dan tren media sosial kerap memicu perilaku konsumtif atau Fear of Missing Out (FOMO).

Pakar ekonomi sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair), Rudi Purwono memberikan pandangan dan tips agar tetap sehat secara finansial meski sedang menikmati liburan.

Ia menyoroti bahwa perilaku boros saat liburan seringkali dipengaruhi oleh faktor psikologis, bukan semata karena rendahnya literasi keuangan.

Advertisement

Menurutnya, diskon sering menciptakan "ilusi berhemat" yang justru mendorong pembelian barang secara spontan tanpa manfaat yang jelas.

Terlebih di era digital, tekanan sosial untuk memamerkan kebahagiaan liburan di media sosial membuat keputusan konsumsi menjadi tidak rasional.

"Pengeluaran lebih didorong oleh keinginan sesaat dibandingkan pertimbangan rasional, terutama berkaitan dengan kebutuhan," jelas Rudi, Senin (29/12).

Advertisement

Agar tidak mengalami krisis keuangan pasca-liburan, Rudi menyarankan untuk melakukan penganggaran (budgeting) yang disiplin.

Ia merekomendasikan sebuah rumus sederhana dalam mengelola uang saku.

"Salah satu pendekatan sederhana adalah mengalokasikan maksimal 20-30 persen uang saku bulanan untuk kebutuhan hiburan dan leisure selama liburan," ungkapnya.

Sementara sisanya, harus tetap diprioritaskan untuk kebutuhan rutin dan tabungan. Batasan ini berfungsi sebagai "pagar psikologis," agar tidak terbuai oleh potongan harga yang fantastis.

Satu hal yang menjadi perhatian serius Dekan FEB Unair adalah maraknya penggunaan fitur Buy Now Pay Later (paylater) di kalangan masyarakat.

Rudi menegaskan bahwa paylater sejatinya adalah utang jangka pendek yang berisiko membebani masa depan dengan bunga atau denda tinggi.

Ia berpesan agar tidak menggunakan fasilitas utang hanya demi gengsi atau mengikuti tren liburan.

"Penting bagi masyarakat untuk menerapkan mindset: Jika belum memiliki pendapatan tetap, maka prinsipnya sederhana: jangan membiayai gaya hidup dengan utang," tegasnya.

Rudi mengingatkan bahwa esensi liburan adalah untuk mengisi ulang energi (recharge), bukan sekadar bepergian jauh atau ke tempat mahal.

Meskipun anggaran terbatas tapi tetap bisa menikmati liburan berkualitas dengan melakukan hobi, berkumpul dengan keluarga, atau kegiatan yang meningkatkan kapasitas diri.

Rudi menekankan pentingnya kesiapan finansial untuk menghadapi semester baru. Jangan sampai kondisi "kantong kering" pasca-liburan justru mengganggu fokus belajar.

"Pada akhirnya, kebebasan finansial bukan soal seberapa besar uang yang dimiliki, melainkan seberapa bijak kita menggunakannya," pungkasnya. (rmt/opi)

Advertisement

Artikel Terkait

MBK Salurkan Zakat Perusahaan, Santuni 50 Anak Yatim dan Perkuat Literasi Keuangan Warga Surabaya

MBK Salurkan Zakat Perusahaan, Santuni 50 Anak Yatim dan Perkuat Literasi Keuangan Warga Surabaya

Semangat tersebut diwujudkan PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura (MBK Ventura) melalui penyaluran zakat perusahaan, santunan anak yatim, bantuan sembako, serta sosialisasi literasi keuangan bersama Otoritas Jasa Keuangan.

Shifa Celluler Jadi Ujung Tombak Literasi dan Akses Masyarakat Binjai Utara

Shifa Celluler Jadi Ujung Tombak Literasi dan Akses Masyarakat Binjai Utara

Bagi sebagian warga lanjut usia di Kelurahan Jati Karya, Kecamatan Binjai Utara, mengakses layanan keuangan bukan hal yang mudah.

BI Target Pangsa Keuangan Syariah 15 Persen pada 2028

BI Target Pangsa Keuangan Syariah 15 Persen pada 2028

Bank Indonesia (BI) optimistis pangsa pasar keuangan syariah nasional terus tumbuh. Hingga 2028, pangsa pasar keuangan syariah ditargetkan meningkat hingga 12–15 persen seiring penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer