alexametrics
25 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Test SKB CPNS Pemkot Surabaya

Tenaga Teknis Administrasi Paling Diminati, Dokter Spesialis Sepi Peminat

SURABAYA – Pemkot Surabaya menggelar tes seleksi kompetensi bidang (SKB) bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS), Rabu (24/11). Tes digelar di SMPN 1 Surabaya. Ada sebanyak 146 orang yang mengikuti lanjutan tes seleksi CPNS tersebut.
Kepala Bidang Pengembangan dan Penilaian Kinerja BKD Surabaya Hanry Rachmanto menjelaskan, sebanyak 132 orang mengikuti SKB di SMPN 1 Surabaya, sisanya 14 orang mengikuti tes yang difasilitasi oleh kantor BKN di luar kota Surabaya.
“Jadi total saat ini ada 146 orang yang mengikuti tes SKB. Lanjutan dari yang lulus CPNS tahap seleksi kompetensi dasar (SKD) yang diselenggarakan 20 September lalu,” katanya, Rabu (24/11).
Namun, ia menyebut dalam pelaksanaan tes CPNS kali ini yang paling banyak diminati oleh peserta adalah tenaga teknis administrasi di lingkungan Pemkot Surabaya. Sedangkan untuk peminat tenaga kesehatan seperti dokter atau spesialis sepi peminat.
RUANG TEST CPNS: Peserta yang hamil mendapatkan perlakuan khusus ditempatkan di ruangan lantai bawah.
“Yang paling banyak peminatnya adalah tenaga teknis administrasi. Untuk dokter spesialis yang dibutuhkan untuk mendukung kebutuhan dokter di rumah sakit sangat minim. Dokter anastesi dan spesialis jantung pembuluh dara kurang ada peminatnya,”ungkapnya.
Dalam seleksi CPNS Pemkot Surabaya tahun ini membuka kesempatan formasi teknis administrasi, kesehatan dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Sementara itu peserta yang berhak mengikuti SKB CPNS teknis ada 47 orang dan 99 dari CPNS kesehatan. Sedangkan yang diterima nantinya 51 orang untuk formasi Kesehatan dan 17 orang formasi tenaga teknis administrasi
Sementara itu Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Imam Syafii mendorong pemkot agar seleksi tenaga outsourcing (OS) dilakukan secara benar. Karena test CPNS Pemkot Surabaya hanya untuk 68 orang saja. Sehingga OS bisa digunakan untuk menutupi kebutuhan tenaga pemkot.  ”Didata dulu, misal dinas A butuh berapa lalu dinas B angka kebutuhannya berapa. Kemudian rekruitmennya jadi satu, tidak sendiri-sendiri,”ujar Imam. (rmt/jay)

SURABAYA – Pemkot Surabaya menggelar tes seleksi kompetensi bidang (SKB) bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS), Rabu (24/11). Tes digelar di SMPN 1 Surabaya. Ada sebanyak 146 orang yang mengikuti lanjutan tes seleksi CPNS tersebut.
Kepala Bidang Pengembangan dan Penilaian Kinerja BKD Surabaya Hanry Rachmanto menjelaskan, sebanyak 132 orang mengikuti SKB di SMPN 1 Surabaya, sisanya 14 orang mengikuti tes yang difasilitasi oleh kantor BKN di luar kota Surabaya.
“Jadi total saat ini ada 146 orang yang mengikuti tes SKB. Lanjutan dari yang lulus CPNS tahap seleksi kompetensi dasar (SKD) yang diselenggarakan 20 September lalu,” katanya, Rabu (24/11).
Namun, ia menyebut dalam pelaksanaan tes CPNS kali ini yang paling banyak diminati oleh peserta adalah tenaga teknis administrasi di lingkungan Pemkot Surabaya. Sedangkan untuk peminat tenaga kesehatan seperti dokter atau spesialis sepi peminat.
RUANG TEST CPNS: Peserta yang hamil mendapatkan perlakuan khusus ditempatkan di ruangan lantai bawah.
“Yang paling banyak peminatnya adalah tenaga teknis administrasi. Untuk dokter spesialis yang dibutuhkan untuk mendukung kebutuhan dokter di rumah sakit sangat minim. Dokter anastesi dan spesialis jantung pembuluh dara kurang ada peminatnya,”ungkapnya.
Dalam seleksi CPNS Pemkot Surabaya tahun ini membuka kesempatan formasi teknis administrasi, kesehatan dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Sementara itu peserta yang berhak mengikuti SKB CPNS teknis ada 47 orang dan 99 dari CPNS kesehatan. Sedangkan yang diterima nantinya 51 orang untuk formasi Kesehatan dan 17 orang formasi tenaga teknis administrasi
Sementara itu Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Imam Syafii mendorong pemkot agar seleksi tenaga outsourcing (OS) dilakukan secara benar. Karena test CPNS Pemkot Surabaya hanya untuk 68 orang saja. Sehingga OS bisa digunakan untuk menutupi kebutuhan tenaga pemkot.  ”Didata dulu, misal dinas A butuh berapa lalu dinas B angka kebutuhannya berapa. Kemudian rekruitmennya jadi satu, tidak sendiri-sendiri,”ujar Imam. (rmt/jay)


Most Read

Berita Terbaru