alexametrics
25 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Sisir Gorong-Gorong Manukan Gagal Temukan Bocah Tenggelam

SURABAYA – Bocah dua tahun berinisial GAS hilang terseret arus di selokan Jalan Manukan Kasman, Banjarsugihan, Tandes, Surabaya. Hingga kemarin jasad bocah malang itu belum ditemukan.

Pencarian melibatkan Basarnas Surabaya, BPB Linmas, kepolisian, dan masyarakat. Pencarian kembali dihentikan Kamis (25/11) sekitar pukul 16.00. “Korban belum ditemukan. Pencarian akan dilakukan Jumat pagi,” ujar Komandan Tim Pencarian Basarnas Surabaya One Rizki Kurniawan.

Pencarian korban dilakukan dengan membagi dua sektor. Sektor pertama, petugas menyisir mulai di sekitar selokan tempat korban tercebur hingga ke gorong-gorong saluran air jalan raya. Petugas menerapkan teknik jaring manusia. Petugas berdiri membentang jaring selebar selokan kemudian menyisir dasar parit.

Sektor dua, petugas melakukan penyisiran mulai titik terluar gorong-gorong hingga ke depan SMP Muhammadiyah 14. “Petugas menerapkan teknik penyisiran menggunakan perahu rafting berjumlah empat unit,” sebutnya. Tiga unit itu milik BPB Linmas dan satu unit Basarnas Surabaya.

“Kendala selama pencarian keterbatasan penerangan dan (adanya) material sampah,” bebernya. Rizki menyebutkan, pencarian Jumat pagi (26/11) akan dilakukan kembali dengan menyisir gorong-gorong mulai dari depan SMP Muhammadiyah 14 hingga ke Jembatan Tandes.

Bocah laki-laki dua tahun GSA hilang terseret arus banjir selokan di Jalan Manukan Kasman I, Surabaya, Rabu (24/11) sekitar pukul 16.30. “Korban panggilannya Aji usia masih sekitar dua tahun,” sebut warga sekitar Sudari, kemarin.

Awalnya ibu korban mencuci perkakas rumah tangga. Sementara korban keluar diajak ke toko berbelanja seorang tetangganya. Saat itu korban sempat digendong. Tak lama kemudian turun. Usai dibelikan jajan korban lari ke luar toko dan menuju kosnya. Namun, setelah itu korban tidak terlihat. Seorang warga melihat ada tangan (diduga korban) terseret arus banjir di selokan. (rus/rek)


SURABAYA – Bocah dua tahun berinisial GAS hilang terseret arus di selokan Jalan Manukan Kasman, Banjarsugihan, Tandes, Surabaya. Hingga kemarin jasad bocah malang itu belum ditemukan.

Pencarian melibatkan Basarnas Surabaya, BPB Linmas, kepolisian, dan masyarakat. Pencarian kembali dihentikan Kamis (25/11) sekitar pukul 16.00. “Korban belum ditemukan. Pencarian akan dilakukan Jumat pagi,” ujar Komandan Tim Pencarian Basarnas Surabaya One Rizki Kurniawan.

Pencarian korban dilakukan dengan membagi dua sektor. Sektor pertama, petugas menyisir mulai di sekitar selokan tempat korban tercebur hingga ke gorong-gorong saluran air jalan raya. Petugas menerapkan teknik jaring manusia. Petugas berdiri membentang jaring selebar selokan kemudian menyisir dasar parit.

Sektor dua, petugas melakukan penyisiran mulai titik terluar gorong-gorong hingga ke depan SMP Muhammadiyah 14. “Petugas menerapkan teknik penyisiran menggunakan perahu rafting berjumlah empat unit,” sebutnya. Tiga unit itu milik BPB Linmas dan satu unit Basarnas Surabaya.

“Kendala selama pencarian keterbatasan penerangan dan (adanya) material sampah,” bebernya. Rizki menyebutkan, pencarian Jumat pagi (26/11) akan dilakukan kembali dengan menyisir gorong-gorong mulai dari depan SMP Muhammadiyah 14 hingga ke Jembatan Tandes.

Bocah laki-laki dua tahun GSA hilang terseret arus banjir selokan di Jalan Manukan Kasman I, Surabaya, Rabu (24/11) sekitar pukul 16.30. “Korban panggilannya Aji usia masih sekitar dua tahun,” sebut warga sekitar Sudari, kemarin.

Awalnya ibu korban mencuci perkakas rumah tangga. Sementara korban keluar diajak ke toko berbelanja seorang tetangganya. Saat itu korban sempat digendong. Tak lama kemudian turun. Usai dibelikan jajan korban lari ke luar toko dan menuju kosnya. Namun, setelah itu korban tidak terlihat. Seorang warga melihat ada tangan (diduga korban) terseret arus banjir di selokan. (rus/rek)



Most Read

Berita Terbaru