alexametrics
25 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Gerebek Wisma di Sumbersuko Lumajang, Sediakan 29 PSK

SURABAYA – Polda Jawa Timur membongkar praktik perdagangan orang di Wisma Penantian, Dusun Suko, Desa/Kecamatan Sumbersuko, Lumajang. Seorang mucikari, Nelsi alias Mami Ambar, 41, warga desa setempat, ditahan di Polda Jawa Timur.

Saat digerebek, polisi menemukan 29 perempuan yang dijual tersangka sebagai pekerja seks komersial (PSK). Mirisnya, enam orang masih berusia di bawah umur.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, penggerebekan dilakukan polisi pada Selasa (16/11) sekitar pukul 00.30. Penggerebekan berawal dari laporan salah satu korban berinisial TR yang berhasil kabur dari wisma, Senin (15/11). Korban saat itu melompat di tembok belakang rumah tersangka yang dijadikan wisma.

Akibat terjatuh saat melompat, korban mengalami luka di kaki, tangan, lutut, dan dahi. Selanjutnya dia menghubungi travel. Korban lalu dijemput travel dan hendak pulang ke Jakarta. Namun, menuju Surabaya terlebih dahulu.

Di Surabaya, korban turun meminta tolong warga dan melapor ke Polrestabes Surabaya. Setelah itu diarahkan ke Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim. Menindaklanjuti laporan korban, polisi bergerak ke Lumajang melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap mucikari.

“Tersangka satu orang NS alias Mami Ambar. Dia menampung 29 orang dijadikan pekerja seks komersial,” ujar Gatot didampingi Kasubdit IV Renakta Kompol Hendra, Kamis (25/11).

Dari 29 orang, lanjut Gatot, enam orang di antaranya masih di bawah umur. Menurut Gatot, tersangka merekrut korban melalui Facebook (FB) dengan dijanjikan bekerja sebagai pemandu lagu di Bali. Dia menjanjikan korban digaji Rp 5 juta hingga Rp 15 juta. “Namun tidak diberangkatkan, tapi ditampung dipekerjakan sebagai wanita tunasusila,” sebutnya.

Dari hasil penyidikan, para korban yang menjadi anak buah tersangka rata-rata berasal dari daerah Jakarta, Bandung, dan Lampung. Mereka dibayar Rp 200 ribu sekali kencan. “Tersangka beroperasi hampir dua tahun,” ucapnya.

Polisi menyita barang bukti uang tunai Rp 5,67 juta, sebuah buku tamu, satu kotak kondom, 10 kondom bekas, 4 pelumas seks, 6 lembar kartu legalisir (terkait anak di bawah umur), dan sebuah mobil Luxio warna silver B 1175 CYB. (rus/rek)


SURABAYA – Polda Jawa Timur membongkar praktik perdagangan orang di Wisma Penantian, Dusun Suko, Desa/Kecamatan Sumbersuko, Lumajang. Seorang mucikari, Nelsi alias Mami Ambar, 41, warga desa setempat, ditahan di Polda Jawa Timur.

Saat digerebek, polisi menemukan 29 perempuan yang dijual tersangka sebagai pekerja seks komersial (PSK). Mirisnya, enam orang masih berusia di bawah umur.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, penggerebekan dilakukan polisi pada Selasa (16/11) sekitar pukul 00.30. Penggerebekan berawal dari laporan salah satu korban berinisial TR yang berhasil kabur dari wisma, Senin (15/11). Korban saat itu melompat di tembok belakang rumah tersangka yang dijadikan wisma.

Akibat terjatuh saat melompat, korban mengalami luka di kaki, tangan, lutut, dan dahi. Selanjutnya dia menghubungi travel. Korban lalu dijemput travel dan hendak pulang ke Jakarta. Namun, menuju Surabaya terlebih dahulu.

Di Surabaya, korban turun meminta tolong warga dan melapor ke Polrestabes Surabaya. Setelah itu diarahkan ke Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim. Menindaklanjuti laporan korban, polisi bergerak ke Lumajang melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap mucikari.

“Tersangka satu orang NS alias Mami Ambar. Dia menampung 29 orang dijadikan pekerja seks komersial,” ujar Gatot didampingi Kasubdit IV Renakta Kompol Hendra, Kamis (25/11).

Dari 29 orang, lanjut Gatot, enam orang di antaranya masih di bawah umur. Menurut Gatot, tersangka merekrut korban melalui Facebook (FB) dengan dijanjikan bekerja sebagai pemandu lagu di Bali. Dia menjanjikan korban digaji Rp 5 juta hingga Rp 15 juta. “Namun tidak diberangkatkan, tapi ditampung dipekerjakan sebagai wanita tunasusila,” sebutnya.

Dari hasil penyidikan, para korban yang menjadi anak buah tersangka rata-rata berasal dari daerah Jakarta, Bandung, dan Lampung. Mereka dibayar Rp 200 ribu sekali kencan. “Tersangka beroperasi hampir dua tahun,” ucapnya.

Polisi menyita barang bukti uang tunai Rp 5,67 juta, sebuah buku tamu, satu kotak kondom, 10 kondom bekas, 4 pelumas seks, 6 lembar kartu legalisir (terkait anak di bawah umur), dan sebuah mobil Luxio warna silver B 1175 CYB. (rus/rek)



Most Read

Berita Terbaru