alexametrics
25 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Eddy Soemarsono Ketagihan Jual Kavlingan di Medokan Ayu

SURABAYA – Beberapa fakta baru ditemukan dalam proses penyidikan terhadap Eddy Soemarsono, 55, warga Jalan Masjid, Medokan Ayu, Surabaya. Tersangka kasus dugaan mafia tanah itu ternyata pernah memiliki tambak di kawasan Medokan Ayu Tambak yang saat ini menjadi lokasi penipuan dan penggelapan.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Mirzal Maulana melalui Kanit Harda Iptu Komar Sasmito mengatakan, tambak milik orang tua tersangka Eddy sudah dijual dengan cara dikavling-kavling. Lahan itu sudah habis dan laku semua. Nah, melihat keuntungan yang sangat besar, Eddy ingin membeli tambak-tambak orang lain.

“Sepertinya tersangka ketagihan dengan hasil penjualan tanah kavling sehingga berupaya menguasai tambak lainnya,” ujar Iptu Komar di Surabaya, Kamis (25/11).

Menurut dia, meskipun tersangka berupaya untuk membeli tambak tersebut, cara yang dilakukannya salah. Ini karena tanah yang masih milik orang lain sudah ditawarkan kepada pembela. Tersangka langsung membuat peta dan membagi menjadi kavling-kavling. “Tersangka membuat petanya sendiri. Site plan itu dibuat sendiri dan dibagi sendiri,” katanya.

Sebelumnya, tersangka Eddy Soemarsono yang juga direktur PT Barokah Inti Utama ditangkap setelah menipu puluhan konsumennya senilai miliaran rupiah. Namun, hingga saat ini tambak itu belum ada perubahan sama sekali. Sementara tersangka belum membeli tambak tersebut. Uang milik konsumen juga sudah habis dipakai untuk membeli mobil dan menafkahi empat istrinya. (gun/rek)


SURABAYA – Beberapa fakta baru ditemukan dalam proses penyidikan terhadap Eddy Soemarsono, 55, warga Jalan Masjid, Medokan Ayu, Surabaya. Tersangka kasus dugaan mafia tanah itu ternyata pernah memiliki tambak di kawasan Medokan Ayu Tambak yang saat ini menjadi lokasi penipuan dan penggelapan.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Mirzal Maulana melalui Kanit Harda Iptu Komar Sasmito mengatakan, tambak milik orang tua tersangka Eddy sudah dijual dengan cara dikavling-kavling. Lahan itu sudah habis dan laku semua. Nah, melihat keuntungan yang sangat besar, Eddy ingin membeli tambak-tambak orang lain.

“Sepertinya tersangka ketagihan dengan hasil penjualan tanah kavling sehingga berupaya menguasai tambak lainnya,” ujar Iptu Komar di Surabaya, Kamis (25/11).

Menurut dia, meskipun tersangka berupaya untuk membeli tambak tersebut, cara yang dilakukannya salah. Ini karena tanah yang masih milik orang lain sudah ditawarkan kepada pembela. Tersangka langsung membuat peta dan membagi menjadi kavling-kavling. “Tersangka membuat petanya sendiri. Site plan itu dibuat sendiri dan dibagi sendiri,” katanya.

Sebelumnya, tersangka Eddy Soemarsono yang juga direktur PT Barokah Inti Utama ditangkap setelah menipu puluhan konsumennya senilai miliaran rupiah. Namun, hingga saat ini tambak itu belum ada perubahan sama sekali. Sementara tersangka belum membeli tambak tersebut. Uang milik konsumen juga sudah habis dipakai untuk membeli mobil dan menafkahi empat istrinya. (gun/rek)



Most Read

Berita Terbaru