alexametrics
26 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Awal Musim Hujan, Pemkot Surabaya Gencar Mitigasi Bencana

SURABAYA – Musim hujan sudah tiba. Pemkot Surabaya kian gencar melakukan mitigasi bencana. BPB Linmas dan Basarnas Surabaya memberikan pelatihan seputar cara evakuasi jika terjadi bencana banjir atau gempa bumi.

Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya Risdiana Kusumawati mengatakan, sosialisasi mitigasi bencana bagi kader PKK itu untuk memberikan edukasi seputar ancaman bencana di Kota Pahlawan. Sebab, Surabaya merupakan daerah rawan bencana karena secara geografis terletak di antara dua lempeng aktif yang bisa menimbulkan potensi gempa.

Selain itu, Surabaya terletak di ketinggian 3-5 meter dari permukaan laut. “Jadi, bisa mengalami banjir rob dan genangan, terutama saat musim hujan,” ungkap Risdiana di Convention Hall, Jalan Arief Rahman Hakim, Surabaya, Kamis (25/11).

Risdiana menyebut ada prediksi curah hujan lebat dan cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur. Sehingga, perlu adanya peningkatan kewaspadaan. Surabaya juga terancam bencana kebakaran. “Banyak masyarakat yang tinggal di pusat dengan rumah bertingkat dan jalan masuk yang kecil (gang sempit). Ketika terjadi kebakaran, akses mobil kebakaran menjadi terhambat,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap 154 perwakilan PKK tingkat kelurahan mampu melakukan penyelamatan dan evakuasi. Anggota PKK juga harus tanggap dan tangguh dalam menghadapi bencana. “Kita terus lakukan penyuluhan terkait mitigasi bencana,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya Rini Indriyani mengatakan, bencana merupakan kejadian yang tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi. Namun, masyarakat bisa mempersiapkan diri untuk melakukan antisipasi. “Ibu-ibu ini sebagian besar melakukan pekerjaan rumah, maka kami ingin bisa peka, cepat, dan tanggap dalam mengantisipasi bencana,” kata Rini.

Rini berharap ibu-ibu bisa memberikan edukasi kepada anak-anaknya. Sebab, pengetahuan mengenai bencana bisa memancing timbulnya daya kepekaan pada anak. “Contoh, ada bau yang mengarah pada timbulnya kebakaran, maka bisa disampaikan kepada anak. Inilah salah satu tugas ibu untuk membantu anak peka terhadap lingkungan,” kata Rini. (rmt/rek)


SURABAYA – Musim hujan sudah tiba. Pemkot Surabaya kian gencar melakukan mitigasi bencana. BPB Linmas dan Basarnas Surabaya memberikan pelatihan seputar cara evakuasi jika terjadi bencana banjir atau gempa bumi.

Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya Risdiana Kusumawati mengatakan, sosialisasi mitigasi bencana bagi kader PKK itu untuk memberikan edukasi seputar ancaman bencana di Kota Pahlawan. Sebab, Surabaya merupakan daerah rawan bencana karena secara geografis terletak di antara dua lempeng aktif yang bisa menimbulkan potensi gempa.

Selain itu, Surabaya terletak di ketinggian 3-5 meter dari permukaan laut. “Jadi, bisa mengalami banjir rob dan genangan, terutama saat musim hujan,” ungkap Risdiana di Convention Hall, Jalan Arief Rahman Hakim, Surabaya, Kamis (25/11).

Risdiana menyebut ada prediksi curah hujan lebat dan cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur. Sehingga, perlu adanya peningkatan kewaspadaan. Surabaya juga terancam bencana kebakaran. “Banyak masyarakat yang tinggal di pusat dengan rumah bertingkat dan jalan masuk yang kecil (gang sempit). Ketika terjadi kebakaran, akses mobil kebakaran menjadi terhambat,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap 154 perwakilan PKK tingkat kelurahan mampu melakukan penyelamatan dan evakuasi. Anggota PKK juga harus tanggap dan tangguh dalam menghadapi bencana. “Kita terus lakukan penyuluhan terkait mitigasi bencana,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya Rini Indriyani mengatakan, bencana merupakan kejadian yang tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi. Namun, masyarakat bisa mempersiapkan diri untuk melakukan antisipasi. “Ibu-ibu ini sebagian besar melakukan pekerjaan rumah, maka kami ingin bisa peka, cepat, dan tanggap dalam mengantisipasi bencana,” kata Rini.

Rini berharap ibu-ibu bisa memberikan edukasi kepada anak-anaknya. Sebab, pengetahuan mengenai bencana bisa memancing timbulnya daya kepekaan pada anak. “Contoh, ada bau yang mengarah pada timbulnya kebakaran, maka bisa disampaikan kepada anak. Inilah salah satu tugas ibu untuk membantu anak peka terhadap lingkungan,” kata Rini. (rmt/rek)



Most Read

Berita Terbaru