alexametrics
25 C
Surabaya
Thursday, January 27, 2022
spot_img

Sakit Hati Diejek, Makelar Bacok Temannya di Wonokromo

spot_img

SURABAYA – Madoni alias Matdeni, 69, warga Jalan Pulo Tegalsari II, harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, dia menganiaya Mariyono, 57, warga Jalan Wonokromo VI, Surabaya.

Informasi yang dihimpun, kasus penganiayaan itu terjadi di parkiran motor sekitar Pasar Wonokromo. Awalnya Maryono dan Matdeni yang sama-sama makelar mendapatkan barang dagangan dari penjual berupa perhiasan di depan sebuah toko emas.

Korban meminta potongan harga Rp 150 ribu dari harga di kuitansi. Sedangkan pelaku meminta potongan Rp 100 ribu. Saat dilakukan penimbangan ternyata benar yang disebut korban.

Kemudian korban mengolok-olok pelaku. Karena tersinggung, pelaku langsung menonjok korban. Keduanya sempat adu pukul. Tak lama kemudian mereka dilerai warga.

Merasa malu, Matdeni lalu pulang. Namun, beberapa saaat kemudian, ia kembali ke sekitar lokasi. Dia membawa pisau penghabisan. Ketika korban melintas pelaku langsung membacokkan pisau ke kepala dan dada korban. Keduanya sempat berkelahi.

Akibat disabet pisau, kepala korban luka dan berdarah. Korban lalu dilarikan ke rumah sakit. Kejadian tersebut lalu dilaporkan ke Polsek Wonokromo. Tak butuh waktu lama pelaku akhirnya diringkus.

“Motif penganiayaan karena pelaku merasa sakit hati diolok-olok oleh korban. Sehingga pelaku menusuk korban menggunakan sebilah pisau,” ujar Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Iptu Sukram. (rus/rek)

SURABAYA – Madoni alias Matdeni, 69, warga Jalan Pulo Tegalsari II, harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, dia menganiaya Mariyono, 57, warga Jalan Wonokromo VI, Surabaya.

Informasi yang dihimpun, kasus penganiayaan itu terjadi di parkiran motor sekitar Pasar Wonokromo. Awalnya Maryono dan Matdeni yang sama-sama makelar mendapatkan barang dagangan dari penjual berupa perhiasan di depan sebuah toko emas.

Korban meminta potongan harga Rp 150 ribu dari harga di kuitansi. Sedangkan pelaku meminta potongan Rp 100 ribu. Saat dilakukan penimbangan ternyata benar yang disebut korban.

Kemudian korban mengolok-olok pelaku. Karena tersinggung, pelaku langsung menonjok korban. Keduanya sempat adu pukul. Tak lama kemudian mereka dilerai warga.

Merasa malu, Matdeni lalu pulang. Namun, beberapa saaat kemudian, ia kembali ke sekitar lokasi. Dia membawa pisau penghabisan. Ketika korban melintas pelaku langsung membacokkan pisau ke kepala dan dada korban. Keduanya sempat berkelahi.

Akibat disabet pisau, kepala korban luka dan berdarah. Korban lalu dilarikan ke rumah sakit. Kejadian tersebut lalu dilaporkan ke Polsek Wonokromo. Tak butuh waktu lama pelaku akhirnya diringkus.

“Motif penganiayaan karena pelaku merasa sakit hati diolok-olok oleh korban. Sehingga pelaku menusuk korban menggunakan sebilah pisau,” ujar Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Iptu Sukram. (rus/rek)

Most Read

Berita Terbaru