alexametrics
25 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Antisipasi Gelombang Ketiga, ASN di Surabaya Diswab secara Bergilir

SURABAYA – Kesiagaan terhadap virus corona tak boleh kendor. Sebab, pandemi Covid-19 belum usai. Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya menjalani tes PCR secara bertahap mulai Rabu (24/11) di Puskesmas Ketabang.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, antisipasi ini sangat diperlukan meskipun angka Covid-19 di Kota Surabaya terus melandai. “Sasaran awal itu dimulai pada 24 November dengan menyasar ASN hingga 6 Desember mendatang,” katanya, Rabu (24/11).

Ia menegaskan, para ASN diswab untuk memberikan contoh terkait strategi Pemkot Surabaya dalam case finding (penemuan kasus) Covid-19. Selanjutnya, Pemkot Surabaya akan menyasar pegawai BUMD pada 2 Desember dan pegawai BUMN pada 3 Desember.

“Nantinya karyawan yang di bawah 50 orang akan dilakukan tes secara menyeluruh. Kalau di atas 50 orang maka kami akan melakukan sampling 10 persen,” terangnya.

Febri menjelaskan, pelaksanaan tes usap itu merupakan tindak lanjut dari kegiatan swab hunter yang terus dilakukan di Surabaya. “Kami mencoba melakukan peningkatan swab test. Swab Hunter sendiri tetap dilakukan,” ujarnya.

Febri berharap masyarakat Surabaya tidak meremehkan pandemi Covid-19 di masa PPKM Level 1. Sebab, penanganan Covid-19 membutuhkan tanggung jawab dan gotong-royong semua elemen masyarakat.

“Ini tidak bisa diremehkan meskipun ada peningkatan sekian persen. Pemkot Surabaya melakukan antisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19,” ujarnya.

Wali Kota Surabaya mengeluarkan surat edaran (SE) tentang antisipasi lonjakan kasus Covid-19 melalui penemuan kasus aktif. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, tes swab dengan sasaran 10 persen dari total karyawan perusahaan atau instansi. (rmt/rek)


SURABAYA – Kesiagaan terhadap virus corona tak boleh kendor. Sebab, pandemi Covid-19 belum usai. Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya menjalani tes PCR secara bertahap mulai Rabu (24/11) di Puskesmas Ketabang.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, antisipasi ini sangat diperlukan meskipun angka Covid-19 di Kota Surabaya terus melandai. “Sasaran awal itu dimulai pada 24 November dengan menyasar ASN hingga 6 Desember mendatang,” katanya, Rabu (24/11).

Ia menegaskan, para ASN diswab untuk memberikan contoh terkait strategi Pemkot Surabaya dalam case finding (penemuan kasus) Covid-19. Selanjutnya, Pemkot Surabaya akan menyasar pegawai BUMD pada 2 Desember dan pegawai BUMN pada 3 Desember.

“Nantinya karyawan yang di bawah 50 orang akan dilakukan tes secara menyeluruh. Kalau di atas 50 orang maka kami akan melakukan sampling 10 persen,” terangnya.

Febri menjelaskan, pelaksanaan tes usap itu merupakan tindak lanjut dari kegiatan swab hunter yang terus dilakukan di Surabaya. “Kami mencoba melakukan peningkatan swab test. Swab Hunter sendiri tetap dilakukan,” ujarnya.

Febri berharap masyarakat Surabaya tidak meremehkan pandemi Covid-19 di masa PPKM Level 1. Sebab, penanganan Covid-19 membutuhkan tanggung jawab dan gotong-royong semua elemen masyarakat.

“Ini tidak bisa diremehkan meskipun ada peningkatan sekian persen. Pemkot Surabaya melakukan antisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19,” ujarnya.

Wali Kota Surabaya mengeluarkan surat edaran (SE) tentang antisipasi lonjakan kasus Covid-19 melalui penemuan kasus aktif. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, tes swab dengan sasaran 10 persen dari total karyawan perusahaan atau instansi. (rmt/rek)



Most Read

Berita Terbaru