alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, June 29, 2022

Baru Bebas dari Lapas, Berulah Lagi, Pelaku Curanmor Didor Kakinya

SURABAYA – Tersangka curanmor ditembus timah panas di kedua kakinya oleh anggota Polsek Sukolilo. Wafar alias Gofar, 35, dan Supandi, 52, warga Sampang, Madura, dibekuk saat hendak beraksi di minimarket di area SPBU Jalan Nginden, Surabaya. Keduanya terpaksa ditembak kaki karena mencoba kabur saat ditangkap.

Penangkapan kedua bandit itu bermula saat anggota yang dipimpin Kanitreskrim Polsek Sukolilo Iptu Zainul Abidin mencurigai dua pria. Keduanya mengendarai dua sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi. Polisi sempat mengejar namun kehilangan jejak. “Tak lama berselang ternyata ada pencurian di wilayah Tenggilis Mejoyo. Dengan ciri-ciri yang sama,” ujar Kapolsek Sukolilo AKP Subiyantana.

Penyelidikan dilakukan hingga kedua tersangka diketahui berada di SPBU Jalan Nginden. Mereka hendak mencuri salah satu sepeda motor yang terparkir di depan minimarket tersebut. Saat hendak beraksi, anggota Polsek Sukolilo datang dan menyergap keduanya. 

“Mereka tahu ada polisi dan mencoba kabur mengendarai motornya. Namun akhirnya dikejar dan terpaksa ditembak kakinya,” katanya. 

Tersangka merupakan spesialis pencurian motor jenis matik. Keduanya berangkat dari rumahnya di Sampang dengan niat melancarkan aksi mencuri motor di Kota Surabaya. Sekali masuk Surabaya, keduanya menarget empat motor. 

Modusnya, mereka bekerja sama dengan kurir yang bertugas mengantar hasil curian ke penadah di Sampang. “Setelah berhasil, dua tersangka mengajak kurir ketemu di suatu tempat untuk mengantar motor ke penadah,” tuturnya.

Setelah menyerahkan motor ke kurir, Gofar dan Supandi kembali mencari sasaran. Rata-rata mereka mengincar motor yang terparkir di minimarket dan pertokoan dengan keamanan yang minim. “Kalaupun sudah telanjur menyatroni lokasi yang ada CCTV, mereka memilih arah yang tidak tersorot kamera,” ujarnya. 

 Pelaku pernah ditahan Polsek Lakasantri karena kasus yang sama. Ia juga baru bebas 10 hari lalu. “Saya baru bebas pas Hari Pahlawan kemarin. Saya tidak punya uang sehingga terpaksa mencuri lagi,” ungkap Gofar. (gun/rek)

SURABAYA – Tersangka curanmor ditembus timah panas di kedua kakinya oleh anggota Polsek Sukolilo. Wafar alias Gofar, 35, dan Supandi, 52, warga Sampang, Madura, dibekuk saat hendak beraksi di minimarket di area SPBU Jalan Nginden, Surabaya. Keduanya terpaksa ditembak kaki karena mencoba kabur saat ditangkap.

Penangkapan kedua bandit itu bermula saat anggota yang dipimpin Kanitreskrim Polsek Sukolilo Iptu Zainul Abidin mencurigai dua pria. Keduanya mengendarai dua sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi. Polisi sempat mengejar namun kehilangan jejak. “Tak lama berselang ternyata ada pencurian di wilayah Tenggilis Mejoyo. Dengan ciri-ciri yang sama,” ujar Kapolsek Sukolilo AKP Subiyantana.

Penyelidikan dilakukan hingga kedua tersangka diketahui berada di SPBU Jalan Nginden. Mereka hendak mencuri salah satu sepeda motor yang terparkir di depan minimarket tersebut. Saat hendak beraksi, anggota Polsek Sukolilo datang dan menyergap keduanya. 

“Mereka tahu ada polisi dan mencoba kabur mengendarai motornya. Namun akhirnya dikejar dan terpaksa ditembak kakinya,” katanya. 

Tersangka merupakan spesialis pencurian motor jenis matik. Keduanya berangkat dari rumahnya di Sampang dengan niat melancarkan aksi mencuri motor di Kota Surabaya. Sekali masuk Surabaya, keduanya menarget empat motor. 

Modusnya, mereka bekerja sama dengan kurir yang bertugas mengantar hasil curian ke penadah di Sampang. “Setelah berhasil, dua tersangka mengajak kurir ketemu di suatu tempat untuk mengantar motor ke penadah,” tuturnya.

Setelah menyerahkan motor ke kurir, Gofar dan Supandi kembali mencari sasaran. Rata-rata mereka mengincar motor yang terparkir di minimarket dan pertokoan dengan keamanan yang minim. “Kalaupun sudah telanjur menyatroni lokasi yang ada CCTV, mereka memilih arah yang tidak tersorot kamera,” ujarnya. 

 Pelaku pernah ditahan Polsek Lakasantri karena kasus yang sama. Ia juga baru bebas 10 hari lalu. “Saya baru bebas pas Hari Pahlawan kemarin. Saya tidak punya uang sehingga terpaksa mencuri lagi,” ungkap Gofar. (gun/rek)

Most Read

Berita Terbaru


/