25 C
Surabaya
Thursday, December 8, 2022

Kejar Deadline Desember, Pemkot Benahi Outlet Saluran di Gubernur Suryo

SURABAYA – Pengerjaan saluran pencegahan banjir di Surabaya terus dilakukan. Selain 55 titik saluran, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya juga membenahi saluran keluarnya air (outlet) di Jalan Gubernur Suryo, Rabu (23/11).

Kabid Pematusan DSDABM Surabaya Eko Juli Prasetyo mengatakan, pengerjaan konektivitas saluran di tengah kota sudah rampung. Kini, pihaknya melakukan galian di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) Jalan Gubernur Suryo untuk pembenahan outlet. Tujuannya agar air dari kawasan Taman Apsari bisa lancar ketika menuju saluran air atau rumah pompa di Grahadi.

“Yang dikerjakan hanya satu outlet saja biar nyambung dengan outlet kecil agar lancar dari Taman Apsari ke rumah pompa Grahadi,” kata Eko, Rabu (23/11).

Selama ini outlet itu kurang lancar ketika dilewati air sehingga menyebabkan genangan. “Satu yang dikerjakan karena arahnya (saluran) kurang pas,” tuturnya. Selain itu, drainase di lokasi tersebut kurang mampu menampung beban air saat hujan deras mengguyur.

Saluran utama berukuran dua meter mengalir ke sistem drainase di kawasan Embong Kenongo yang berukuran 60 sentimeter. “Itu menjadi salah satu penyebab terjadinya genangan di pusat kota,” terangnya.

Dengan demikian, jika hujan deras, maka saluran air di kawasan Taman Apsari tidak terlalu terbebani. Sebab, aliran air yang berada di Taman Apsari akan terbagi menuju ke Rumah Pompa Kenari dan Grahadi. “Ini pengerjaaan skala kecil saja. Kalau gak ada kendala utilitas, ya satu minggu rampung,” jelas Eko.

Pengerjaan penangan banjir dilakukan secara simultan di 55 titik. Eko menyebut sudah mencapai 87 persen. Pengerjaan rata-rata sudah rampung. Tinggal finishing saja. “Rumah pompa on progress semua. Unit sudah datang juga,” ujarnya.

Dengan waktu yang mepet itu, Eko optimistis bahwa pengerjaan bisa rampung pada pertengahan Desember. “Kami maksimalkan pengerjaan yang masih kurang-kurang ini,” ujarnya. (rmt)

SURABAYA – Pengerjaan saluran pencegahan banjir di Surabaya terus dilakukan. Selain 55 titik saluran, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya juga membenahi saluran keluarnya air (outlet) di Jalan Gubernur Suryo, Rabu (23/11).

Kabid Pematusan DSDABM Surabaya Eko Juli Prasetyo mengatakan, pengerjaan konektivitas saluran di tengah kota sudah rampung. Kini, pihaknya melakukan galian di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) Jalan Gubernur Suryo untuk pembenahan outlet. Tujuannya agar air dari kawasan Taman Apsari bisa lancar ketika menuju saluran air atau rumah pompa di Grahadi.

“Yang dikerjakan hanya satu outlet saja biar nyambung dengan outlet kecil agar lancar dari Taman Apsari ke rumah pompa Grahadi,” kata Eko, Rabu (23/11).

Selama ini outlet itu kurang lancar ketika dilewati air sehingga menyebabkan genangan. “Satu yang dikerjakan karena arahnya (saluran) kurang pas,” tuturnya. Selain itu, drainase di lokasi tersebut kurang mampu menampung beban air saat hujan deras mengguyur.

Saluran utama berukuran dua meter mengalir ke sistem drainase di kawasan Embong Kenongo yang berukuran 60 sentimeter. “Itu menjadi salah satu penyebab terjadinya genangan di pusat kota,” terangnya.

Dengan demikian, jika hujan deras, maka saluran air di kawasan Taman Apsari tidak terlalu terbebani. Sebab, aliran air yang berada di Taman Apsari akan terbagi menuju ke Rumah Pompa Kenari dan Grahadi. “Ini pengerjaaan skala kecil saja. Kalau gak ada kendala utilitas, ya satu minggu rampung,” jelas Eko.

Pengerjaan penangan banjir dilakukan secara simultan di 55 titik. Eko menyebut sudah mencapai 87 persen. Pengerjaan rata-rata sudah rampung. Tinggal finishing saja. “Rumah pompa on progress semua. Unit sudah datang juga,” ujarnya.

Dengan waktu yang mepet itu, Eko optimistis bahwa pengerjaan bisa rampung pada pertengahan Desember. “Kami maksimalkan pengerjaan yang masih kurang-kurang ini,” ujarnya. (rmt)

Most Read

Berita Terbaru


/