25 C
Surabaya
Thursday, December 8, 2022

Ibu Siksa Anak Kandung hingga Tewas di Bulak Banteng

SURABAYA – Seorang ibu kandung tega menganiaya anak perempuannya berusia enam tahun, AP, hingga tewas. Peristiwa tragis itu dilakukan wanita berinisial U, 32, di kamar kos Jalan Bulak Banteng Kidul VIII, Surabaya.

Peristiwa ini terungkap setelah pihak RSUD dr Mohamad Soewandhie melapor ke kepolisian bahwa ada pasien anak meninggal tidak wajar karena ditemukan banyak luka di tubuhnya, Minggu (20/11) malam.

“Kami awalnya dapat informasi dari rumah sakit bahwa ada anak yang meninggal dan ditemukan bekas luka penganiayaan,” kata Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Arief Rizki Wicaksana, Rabu (23/11).

Berdasar informasi itu, pihak kepolisian mendatangi rumah sakit guna melakukan penyelidikan. Mulai meminta keterangan petugas yang menangani, memeriksa ibu korban, hingga melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Dari keterangan dokter, saat itu orang tua korban datang ke RSUD Suwandhie. Dia mengaku anaknya meninggal dunia karena jatuh dari kamar mandi. Namun, dari hasil pemeriksaan luar tubuh korban ditemukan luka tidak wajar.

“Setelah dilakukan otopsi terhadap jenazah ternyata korban meninggal karena ada unsur penganiayaan. Banyak ditemukan luka lebam, terutama di bagian wajah. Saat kita interogasi orang tua korban mengakui telah menganiaya anaknya,” ungkap AKP Arief.

Pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut. Saat ini ibu korban dan temannya telah diperiksa secara intensif. “Ibu kandungnya saat kami periksa awalnya sempat mengelak. Namun setelah ada bukti akhirnya mengakui perbuatannya,” kata Arief.

Kasus penganiayaan bocah ini sempat beredar luas di media sosial. Sebuah video berdurasi 21 detik memperlihatkan mobil Unit Lantas berada di depan gang kawasan Bulak Banteng. Polisi tampak mensterilkan lokasi. Narasi di video tersebut menyebutkan ada pembunuhan yang dilakukan orang tua terhadap anaknya di Bulak Banteng Kidul, Surabaya. (gun/rek)

SURABAYA – Seorang ibu kandung tega menganiaya anak perempuannya berusia enam tahun, AP, hingga tewas. Peristiwa tragis itu dilakukan wanita berinisial U, 32, di kamar kos Jalan Bulak Banteng Kidul VIII, Surabaya.

Peristiwa ini terungkap setelah pihak RSUD dr Mohamad Soewandhie melapor ke kepolisian bahwa ada pasien anak meninggal tidak wajar karena ditemukan banyak luka di tubuhnya, Minggu (20/11) malam.

“Kami awalnya dapat informasi dari rumah sakit bahwa ada anak yang meninggal dan ditemukan bekas luka penganiayaan,” kata Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Arief Rizki Wicaksana, Rabu (23/11).

Berdasar informasi itu, pihak kepolisian mendatangi rumah sakit guna melakukan penyelidikan. Mulai meminta keterangan petugas yang menangani, memeriksa ibu korban, hingga melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Dari keterangan dokter, saat itu orang tua korban datang ke RSUD Suwandhie. Dia mengaku anaknya meninggal dunia karena jatuh dari kamar mandi. Namun, dari hasil pemeriksaan luar tubuh korban ditemukan luka tidak wajar.

“Setelah dilakukan otopsi terhadap jenazah ternyata korban meninggal karena ada unsur penganiayaan. Banyak ditemukan luka lebam, terutama di bagian wajah. Saat kita interogasi orang tua korban mengakui telah menganiaya anaknya,” ungkap AKP Arief.

Pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut. Saat ini ibu korban dan temannya telah diperiksa secara intensif. “Ibu kandungnya saat kami periksa awalnya sempat mengelak. Namun setelah ada bukti akhirnya mengakui perbuatannya,” kata Arief.

Kasus penganiayaan bocah ini sempat beredar luas di media sosial. Sebuah video berdurasi 21 detik memperlihatkan mobil Unit Lantas berada di depan gang kawasan Bulak Banteng. Polisi tampak mensterilkan lokasi. Narasi di video tersebut menyebutkan ada pembunuhan yang dilakukan orang tua terhadap anaknya di Bulak Banteng Kidul, Surabaya. (gun/rek)

Most Read

Berita Terbaru


/