alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, June 29, 2022

Dokter Kandungan RSUD Dipolisikan Lagi

KOTA-Dokter kandungan RSUD Sidoarjo Heru Dwiantoro Wahyudi lagi-lagi dilaporkan ke Polresta Sidoarjo, Jumat (20/10). Penyebabnya pun sama, yakni gara-gara status atau postingannya di Facebook yang dinilai menyebar kebencian. 

Bedanya, jika pada 18 Oktober lalu ia dilaporkan oleh DPC PDIP Sidoarjo, kali ini pelapornya adalah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Sidoarjo. Partai ini mempersoalkan salah satu postingan Heru Dwiantoro Wahyudi dalam akun Facebooknya bernama Heru Dwi. Pada postingan 3 Agustus lalu, Heru menuliskan “Sejak awal bagi umat Islam Partai Perindo itu haram”. 

Kuasa hukum DPD Partai Perindo Sidoarjo Kuswandi mengatakan, tulisan tersebut telah menyinggung pengurus partai berlambang burung rajawali tersebut. Bahkan, tidak hanya Sidoarjo saja namun seluruh Prtai Perindo se-Indonesia. “Kami melaporkan pemilik akun ini agar kepolisian segera menindaknya,” kata Kuswandi usai melapor ke Polresta Sidoarjo.

Kedatangannya tersebut didampingi beberapa pengurus partai. Mereka datang ke ruang SPKT sekitar pukul 09.30. Awalnya mereka membuat pengaduan terlebih dulu. Setelah cukup bukti dan saksi, pihak Polresta Sidoarjo membuatkan laporan kepolisian untuk kasus ini. Hingga berita ini ditulis, kuasa hukum dan beberapa pengurus masih dimintai keterangan untuk keperluan laporan polisi tersebut. 

“Kami laporkan setelah kami tahu ada ujaran kebencian di postingan Facebook milik yang bersangkutan,” lanjut Kuswandi.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris menuturkan, pengurus Partai Perindo Sidoarjo masih dalam pembuatan laporan. Mereka dimintai keterangan seputar kasus yang dilaporkan tersebut. “Laporannya sudah dibuat dan kami akan menangani kasus ini sesuai dengan prosedur,” jelasnya.

Sementara mengenai pengaduan terhadap terlapor yang sama oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan pada 18 Oktober lalu, pihak Satreskrim Polresta Sidoarjo masih akan memanggil pengurus partai atau pelapor. Pemanggilan ini terkait dengan pembuatan laporan polisi. 

“Kami sudah mintai klarifikasi. Beberapa hari ke depan pihaknya mau datang lagi untuk membuat laporan kepolisian,” tuturnya.

Sementara pula, Heru Dwiantoro Wahyudi tidak dapat dikonfirmasi. Radar Sidoarjo yang menghubunginya via nomor ponselnya, ada nada sambung namun tidak diangkat. Radar Sidoarjo juga berusaha menghubungi melalui SMS, tetapi hingga pukul 19.00 belum dibalas. 

KOTA-Dokter kandungan RSUD Sidoarjo Heru Dwiantoro Wahyudi lagi-lagi dilaporkan ke Polresta Sidoarjo, Jumat (20/10). Penyebabnya pun sama, yakni gara-gara status atau postingannya di Facebook yang dinilai menyebar kebencian. 

Bedanya, jika pada 18 Oktober lalu ia dilaporkan oleh DPC PDIP Sidoarjo, kali ini pelapornya adalah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Sidoarjo. Partai ini mempersoalkan salah satu postingan Heru Dwiantoro Wahyudi dalam akun Facebooknya bernama Heru Dwi. Pada postingan 3 Agustus lalu, Heru menuliskan “Sejak awal bagi umat Islam Partai Perindo itu haram”. 

Kuasa hukum DPD Partai Perindo Sidoarjo Kuswandi mengatakan, tulisan tersebut telah menyinggung pengurus partai berlambang burung rajawali tersebut. Bahkan, tidak hanya Sidoarjo saja namun seluruh Prtai Perindo se-Indonesia. “Kami melaporkan pemilik akun ini agar kepolisian segera menindaknya,” kata Kuswandi usai melapor ke Polresta Sidoarjo.

Kedatangannya tersebut didampingi beberapa pengurus partai. Mereka datang ke ruang SPKT sekitar pukul 09.30. Awalnya mereka membuat pengaduan terlebih dulu. Setelah cukup bukti dan saksi, pihak Polresta Sidoarjo membuatkan laporan kepolisian untuk kasus ini. Hingga berita ini ditulis, kuasa hukum dan beberapa pengurus masih dimintai keterangan untuk keperluan laporan polisi tersebut. 

“Kami laporkan setelah kami tahu ada ujaran kebencian di postingan Facebook milik yang bersangkutan,” lanjut Kuswandi.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris menuturkan, pengurus Partai Perindo Sidoarjo masih dalam pembuatan laporan. Mereka dimintai keterangan seputar kasus yang dilaporkan tersebut. “Laporannya sudah dibuat dan kami akan menangani kasus ini sesuai dengan prosedur,” jelasnya.

Sementara mengenai pengaduan terhadap terlapor yang sama oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan pada 18 Oktober lalu, pihak Satreskrim Polresta Sidoarjo masih akan memanggil pengurus partai atau pelapor. Pemanggilan ini terkait dengan pembuatan laporan polisi. 

“Kami sudah mintai klarifikasi. Beberapa hari ke depan pihaknya mau datang lagi untuk membuat laporan kepolisian,” tuturnya.

Sementara pula, Heru Dwiantoro Wahyudi tidak dapat dikonfirmasi. Radar Sidoarjo yang menghubunginya via nomor ponselnya, ada nada sambung namun tidak diangkat. Radar Sidoarjo juga berusaha menghubungi melalui SMS, tetapi hingga pukul 19.00 belum dibalas. 

Most Read

Berita Terbaru


/