alexametrics
29 C
Surabaya
Sunday, September 25, 2022

Tawuran di Jalan Upa Jiwa, 17 Pelajar Diamankan Polisi

SURABAYA – Sebanyak 17 remaja diamankan polisi gara-gara terlibat tawuran di Jalan Upa Jiwa, Ngagel, Wonokromo, Surabaya. Dua korban, RK, 17, warga Jalan Bogen, dan MIF, 17, warga Tambak Sumur, Gang Kholil, mengalami luka lebam dan sudah mendapatkan perawatan.

Kapolsek Wonokromo Kompol Riki Donaire Piliang mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya tawuran di Jalan Upa Jiwa, Kamis (22/9) sekitar pukul 23.00. Kemudian petugas gabungan tiba di lokasi mengamankan pelaku.

“Dua korban mengalami luka di wajah,” ujar Riki Donaire Piliang di Mapolsek Wonokromo, Jumat (23/9).

Dia menjelaskan, korban telah mendapatkan perawatan medis. Kondisinya sudah membaik. Sementara pelaku yang diamankan masih diperiksa di Mapolsek Wonokromo dengan didampingi orang tuanya.

Remaja yang diamankan karena tawuran di Jalan Upa Jiwa Surabaya. (ISTIMEWA)

Menurut Riki, tawuran dipicu karena saling ejek di media sosial antara pelajar sekolah satu dan sekolah lainnya di kawasan Surabaya Selatan. Kemudian mereka bertemu di lokasi.

“Saat ini masih kita lakukan mediasi. Kami masih melakukan pemeriksaan awal terkait kejadian, maupun dari kedua orang tua dan pihak sekolah,” bebernya.

Mantan Kapolsek Tenggilis Mejoyo ini menambahkan, para remaja yang tidak ikut terlibat tindakan pidana penganiayaan akan dikenakan wajib lapor. “Namun, penganiayaanpun juga masih kita dalami karena kedua orang tua anak yang jadi korban belum bisa hadir,” sebutnya.

Kedua orang tua korban, Riki menambahkan, masih ada pekerjaan yang belum bisa ditinggalkan. Polisi pun masih berkoordinasi untuk menunggu kedua orang tua korban tersebut.

“Barang bukti sajam tidak ada. Kami imbau perasaan (kalimat) yang membuat tidak nyaman tidak perlu diungkap di medsos karena tidak semua dapat menilai dengan perspektif positif,” tegasnya.

Riki mengimbau kalangan pelajar agar fokus sekolah dan tidak melakukan kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. (rus)

SURABAYA – Sebanyak 17 remaja diamankan polisi gara-gara terlibat tawuran di Jalan Upa Jiwa, Ngagel, Wonokromo, Surabaya. Dua korban, RK, 17, warga Jalan Bogen, dan MIF, 17, warga Tambak Sumur, Gang Kholil, mengalami luka lebam dan sudah mendapatkan perawatan.

Kapolsek Wonokromo Kompol Riki Donaire Piliang mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya tawuran di Jalan Upa Jiwa, Kamis (22/9) sekitar pukul 23.00. Kemudian petugas gabungan tiba di lokasi mengamankan pelaku.

“Dua korban mengalami luka di wajah,” ujar Riki Donaire Piliang di Mapolsek Wonokromo, Jumat (23/9).

Dia menjelaskan, korban telah mendapatkan perawatan medis. Kondisinya sudah membaik. Sementara pelaku yang diamankan masih diperiksa di Mapolsek Wonokromo dengan didampingi orang tuanya.

Remaja yang diamankan karena tawuran di Jalan Upa Jiwa Surabaya. (ISTIMEWA)

Menurut Riki, tawuran dipicu karena saling ejek di media sosial antara pelajar sekolah satu dan sekolah lainnya di kawasan Surabaya Selatan. Kemudian mereka bertemu di lokasi.

“Saat ini masih kita lakukan mediasi. Kami masih melakukan pemeriksaan awal terkait kejadian, maupun dari kedua orang tua dan pihak sekolah,” bebernya.

Mantan Kapolsek Tenggilis Mejoyo ini menambahkan, para remaja yang tidak ikut terlibat tindakan pidana penganiayaan akan dikenakan wajib lapor. “Namun, penganiayaanpun juga masih kita dalami karena kedua orang tua anak yang jadi korban belum bisa hadir,” sebutnya.

Kedua orang tua korban, Riki menambahkan, masih ada pekerjaan yang belum bisa ditinggalkan. Polisi pun masih berkoordinasi untuk menunggu kedua orang tua korban tersebut.

“Barang bukti sajam tidak ada. Kami imbau perasaan (kalimat) yang membuat tidak nyaman tidak perlu diungkap di medsos karena tidak semua dapat menilai dengan perspektif positif,” tegasnya.

Riki mengimbau kalangan pelajar agar fokus sekolah dan tidak melakukan kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. (rus)

Most Read

Berita Terbaru


/