alexametrics
26 C
Surabaya
Monday, September 26, 2022

Tarik Pengunjung, Menu Chinese Food Semakin Lengkap di Kya-Kya Kembang Jepun

SURABAYA – Setelah dua minggu penyelenggaraan Wisata Pecinan Kya-Kya Kembang Jepun, menu-menu khas Pecinan atau Chinese food masih minim. Kini setelah memasuki minggu ketiga menu-menu Chinese food semakin banyak dan lengkap.

Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Tjahjono Haryono menuturkan, berdasarkan masukan dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dimana masih minimnya masakan Chinese, Apkrindo melakukan bimbingan dan pendampingan beberapa usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk membuat masakan China untuk dijual saat pelaksanaan Kya-Kya Kembang Jepun.

“Kami menyadari yang berjualan di Kya-Kya tidak hanya berasal dari Apkrindo saja, adapula Dinas Perdagangan Koperasi sehingga belum bisa dimaksimalkan menu-menu Chinese food-nya,” ujarnya di sela-sela memantau jalannya Kya-Kya Kembang Jepun, Jumat (23/9).

Beberapa menu khas Pecinan yang baru hadir dalam penyelenggaraan Kya-Kya Kembang Jepun kemarin malam seperti ayam bakar sayap singapore, ci cong fan (kue beras), nasi hainan, kemudian cakue. “Minggu depan akan kami tambah lagi menu-menu Chinese food ini, sehingga masyarakat termasuk warga Tionghoa dan turis mancanegara yang ingin menikmati masakan Pecinan ini memiliki banyak pilihan,” terangnya.

Tjahjono mengatakan, wali kota juga berpesan agar pihak Apkrindo pelan-pelan melatih para UMKM supaya bisa berkarya membuat makanan yang cocok untuk wisata Pecinan. Akan tetapi untuk saat ini masih nenunggu informasi siapa saja UMKM yang perlu dilatih. “Kami harapankan dalam dua minggu ini bisa terlaksana,” imbuhnya.

Untuk penambahan pedagang atau UMKM dengan menu Chinese food ini akan dilakukan kurasi terlebih dahulu oleh pemkot agar lebih ketat. Karena pedagang UMKM yang berdagang di wisata pecinan telah melalui proses kurasi oleh pihak Apkrindo, dari 200 lebih anggota Apkrindo yang berhasil terpilih hanya 32 saja karena sesuai kuota yang disediakan. Sisanya diisi oleh pihak Wisata Kuliner Pecinan (WKP) sekitar 10 stan, UMKM 20 stan dan total seluruh nya adalah 62 stan.

Sementara itu, Pemkot Surabaya juga akan terus menambah spot wisata heritage di Kya-Kya Kembang Jepun. Dengan tujuan pengunjung tidak jenuh, karena konsep Kya-Kya dilakukan dengan perpaduan street food dan wisata heritage.

Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) akan melakukan penambahan dan pembenahan spot wisata heritage yang masih belum optimal agar pengunjung bisa menikmati malam dengan berwisata sejarah.

Kepala Disbudporapar Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan, akan ada penambahan penerangan pada spot serta interior seperti mural dan pengecetan bangunan sejarah. “Ini sedang kita matangkan untuk penambahan beberapa spot. Tidak hanya mural saja. Namun juga dipercantik,” kata Wiwiek.

Selain itu pihaknya akan melakukan pematangan sisi timur jalan Slompretan untuk memperpanjang UMKM. “Sejauh ini masih kita matangkan untuk sisi timur. Terutama juga spot wisata yang ada di sana kami akan tata juga,” jelasnya.

Terkait untuk pembukaan bangunan lawas untuk dikunjungi wisatawan untuk kya-kya (jalan-jalan), pihaknya masih berkoordinasi dengan pemilik gedung. “Masih kami koordinasikan. Karena ini menarik juga,” ungkapnya. (mg1/mg2/rmt/nur)

SURABAYA – Setelah dua minggu penyelenggaraan Wisata Pecinan Kya-Kya Kembang Jepun, menu-menu khas Pecinan atau Chinese food masih minim. Kini setelah memasuki minggu ketiga menu-menu Chinese food semakin banyak dan lengkap.

Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Tjahjono Haryono menuturkan, berdasarkan masukan dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dimana masih minimnya masakan Chinese, Apkrindo melakukan bimbingan dan pendampingan beberapa usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk membuat masakan China untuk dijual saat pelaksanaan Kya-Kya Kembang Jepun.

“Kami menyadari yang berjualan di Kya-Kya tidak hanya berasal dari Apkrindo saja, adapula Dinas Perdagangan Koperasi sehingga belum bisa dimaksimalkan menu-menu Chinese food-nya,” ujarnya di sela-sela memantau jalannya Kya-Kya Kembang Jepun, Jumat (23/9).

Beberapa menu khas Pecinan yang baru hadir dalam penyelenggaraan Kya-Kya Kembang Jepun kemarin malam seperti ayam bakar sayap singapore, ci cong fan (kue beras), nasi hainan, kemudian cakue. “Minggu depan akan kami tambah lagi menu-menu Chinese food ini, sehingga masyarakat termasuk warga Tionghoa dan turis mancanegara yang ingin menikmati masakan Pecinan ini memiliki banyak pilihan,” terangnya.

Tjahjono mengatakan, wali kota juga berpesan agar pihak Apkrindo pelan-pelan melatih para UMKM supaya bisa berkarya membuat makanan yang cocok untuk wisata Pecinan. Akan tetapi untuk saat ini masih nenunggu informasi siapa saja UMKM yang perlu dilatih. “Kami harapankan dalam dua minggu ini bisa terlaksana,” imbuhnya.

Untuk penambahan pedagang atau UMKM dengan menu Chinese food ini akan dilakukan kurasi terlebih dahulu oleh pemkot agar lebih ketat. Karena pedagang UMKM yang berdagang di wisata pecinan telah melalui proses kurasi oleh pihak Apkrindo, dari 200 lebih anggota Apkrindo yang berhasil terpilih hanya 32 saja karena sesuai kuota yang disediakan. Sisanya diisi oleh pihak Wisata Kuliner Pecinan (WKP) sekitar 10 stan, UMKM 20 stan dan total seluruh nya adalah 62 stan.

Sementara itu, Pemkot Surabaya juga akan terus menambah spot wisata heritage di Kya-Kya Kembang Jepun. Dengan tujuan pengunjung tidak jenuh, karena konsep Kya-Kya dilakukan dengan perpaduan street food dan wisata heritage.

Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) akan melakukan penambahan dan pembenahan spot wisata heritage yang masih belum optimal agar pengunjung bisa menikmati malam dengan berwisata sejarah.

Kepala Disbudporapar Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan, akan ada penambahan penerangan pada spot serta interior seperti mural dan pengecetan bangunan sejarah. “Ini sedang kita matangkan untuk penambahan beberapa spot. Tidak hanya mural saja. Namun juga dipercantik,” kata Wiwiek.

Selain itu pihaknya akan melakukan pematangan sisi timur jalan Slompretan untuk memperpanjang UMKM. “Sejauh ini masih kita matangkan untuk sisi timur. Terutama juga spot wisata yang ada di sana kami akan tata juga,” jelasnya.

Terkait untuk pembukaan bangunan lawas untuk dikunjungi wisatawan untuk kya-kya (jalan-jalan), pihaknya masih berkoordinasi dengan pemilik gedung. “Masih kami koordinasikan. Karena ini menarik juga,” ungkapnya. (mg1/mg2/rmt/nur)

Most Read

Berita Terbaru


/