alexametrics
29 C
Surabaya
Sunday, September 25, 2022

Relokasi RPH ke Banjar Sugihan Diawali Pemindahan Kandang Babi

SURABAYA – Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian bakal pindah ke kawasan Banjar Sugihan, Tandes, Surabaya. Relokasi dimulai tahun ini secara bertahap.

Direktur Utama PD RPH Surabaya Fajar A Isnugoroho mengatakan, relokasi RPH Pegirian ke Banjar Sugihan perlu dilakukan sesuai arahan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Proses pemindahan dimulai dari kandang babi.

“Akhir tahun ini kita mulai dulu kandang babi yang akan kita tempatkan di Banjar Sugihan,” kata Fajar, Jumat (23/9).

Setelah kandang babi dipindahkan, pihaknya memindahkan sapi. “Artinya, proyeksi pemindahan di Banjar Sugihan menyesuaikan dengan kesiapan bangunan yang ada di sana,” jelasnya.

RPH di Banjar Sugihan memiliki luas kurang lebih 1,2 hektare. Bangunan yang ada itu sudah jadi. Rencananya tinggal memperbaiki karena tempat tersebut lama tidak ditempati. Bahkan, penuh dengan ilalang.

Pemasangan listrik dan air pun tengah dilakukan. Selain itu, aset tanah di Banjar Sugihan yang dikuasai PT Abattoir tengah diproses di Pengadilan Negeri Surabaya. Sedangkan RPH Pegirian sudah ditempati sejak tahun 1927 dengan luas 13 ribu meter persegi.

Fajar menambahkan, PD RPH Surabaya juga akan mempunyai rumah potong unggas (RPU) di kawasan Kedurus. Saat ini tempat tersebut digunakan sebagai pemotongan hewan sapi. “Mungkin itu jangka panjang. Sebab, penyertaan modalnya juga berbeda,” ujar Fajar.

PD RPH akan mendapat penyertaan modal oleh Pemkot Surabaya sekitar Rp 2 miliar. Rencannya akan dioptimalkan untuk perbaikan serta inovasi. “Utamanya minta penyertaan modal untuk di Banjar Sugihan,” ungkapnya.

Sebelumnya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut bahwa penyertaan modal untuk BUMD seperti RPH Pegirian sekitar Rp 2 miliar masih dihitung. Ini karena RPH Pegirian rencananya akan berpindah dari kawasan Ampel ke Banjar Sugihan untuk revitalisasi kawasan Religi Ampel. (rmt/rek)

SURABAYA – Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian bakal pindah ke kawasan Banjar Sugihan, Tandes, Surabaya. Relokasi dimulai tahun ini secara bertahap.

Direktur Utama PD RPH Surabaya Fajar A Isnugoroho mengatakan, relokasi RPH Pegirian ke Banjar Sugihan perlu dilakukan sesuai arahan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Proses pemindahan dimulai dari kandang babi.

“Akhir tahun ini kita mulai dulu kandang babi yang akan kita tempatkan di Banjar Sugihan,” kata Fajar, Jumat (23/9).

Setelah kandang babi dipindahkan, pihaknya memindahkan sapi. “Artinya, proyeksi pemindahan di Banjar Sugihan menyesuaikan dengan kesiapan bangunan yang ada di sana,” jelasnya.

RPH di Banjar Sugihan memiliki luas kurang lebih 1,2 hektare. Bangunan yang ada itu sudah jadi. Rencananya tinggal memperbaiki karena tempat tersebut lama tidak ditempati. Bahkan, penuh dengan ilalang.

Pemasangan listrik dan air pun tengah dilakukan. Selain itu, aset tanah di Banjar Sugihan yang dikuasai PT Abattoir tengah diproses di Pengadilan Negeri Surabaya. Sedangkan RPH Pegirian sudah ditempati sejak tahun 1927 dengan luas 13 ribu meter persegi.

Fajar menambahkan, PD RPH Surabaya juga akan mempunyai rumah potong unggas (RPU) di kawasan Kedurus. Saat ini tempat tersebut digunakan sebagai pemotongan hewan sapi. “Mungkin itu jangka panjang. Sebab, penyertaan modalnya juga berbeda,” ujar Fajar.

PD RPH akan mendapat penyertaan modal oleh Pemkot Surabaya sekitar Rp 2 miliar. Rencannya akan dioptimalkan untuk perbaikan serta inovasi. “Utamanya minta penyertaan modal untuk di Banjar Sugihan,” ungkapnya.

Sebelumnya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut bahwa penyertaan modal untuk BUMD seperti RPH Pegirian sekitar Rp 2 miliar masih dihitung. Ini karena RPH Pegirian rencananya akan berpindah dari kawasan Ampel ke Banjar Sugihan untuk revitalisasi kawasan Religi Ampel. (rmt/rek)

Most Read

Berita Terbaru


/