alexametrics
26 C
Surabaya
Monday, September 26, 2022

Dilarang Pakai WiFi, Ancam Bacok Pemilik Warkop di Tambak Asri

SURABAYA – Tidak terima dilarang menggunakan WiFi di warung kopi (warkop) yang sudah tutup, pria ini ngamuk. Ia mengacungkan sebilah celurit sambil berteriak mengancam korban. Tersangka Jalaludin, 27, warga Jalan Dupak Masigit Timur, Surabaya, ditangkap Unit Reskrim Polsek Krembangan saat berada di rumahnya.

Polisi menyita sebilah celurit dengan panjang 40 sentimeter dari tersangka. Kejadian ini terjadi di warkop MM Jalan Tambak Asri Bawah Tol, Surabaya. Ketika itu Mut Mainah, 49, dan suaminya Mukrim, 49, melihat tersangka bermain handphone (HP) di warkop miliknya. Padahal, warkop sudah tutup.

Korban meminta tersangka untuk keluar dan tidak menggunakan WiFi warung yang sudah tutup tersebut. “Tersangka emosi saat itu. Dia kemudian mengambil celurit,” jelas Kapolsek Krembangan AKP Sudaryanto, Jumat (23/9).

Celurit ini kemudian diacungkan ke arah korban. Tidak hanya itu. Korban juga mendapat ancaman dari tersangka yang membuatnya ketakutan. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi. “Kejadian sekitar pukul 04.00 dini hari,” katanya.

Polisi mendapat laporan kemudian menyelidiki ke lokasi dan mencari identitas tersangka. Pria itu akhirnya diamankan saat berada di rumahnya. Tersangka tidak berkutik saat polisi menyita celurit yang dibawa ke warkop.

Tersangka Jalaludin mengaku emosi saat dilarang menggunakan WiFi. Ia kemudian spontan mengambil senjata tajam itu. “Pengakuannya, ia selalu membawa celurit itu. Katanya untuk jaga-jaga,” tutur Sudaryanto. (gun/rek)

SURABAYA – Tidak terima dilarang menggunakan WiFi di warung kopi (warkop) yang sudah tutup, pria ini ngamuk. Ia mengacungkan sebilah celurit sambil berteriak mengancam korban. Tersangka Jalaludin, 27, warga Jalan Dupak Masigit Timur, Surabaya, ditangkap Unit Reskrim Polsek Krembangan saat berada di rumahnya.

Polisi menyita sebilah celurit dengan panjang 40 sentimeter dari tersangka. Kejadian ini terjadi di warkop MM Jalan Tambak Asri Bawah Tol, Surabaya. Ketika itu Mut Mainah, 49, dan suaminya Mukrim, 49, melihat tersangka bermain handphone (HP) di warkop miliknya. Padahal, warkop sudah tutup.

Korban meminta tersangka untuk keluar dan tidak menggunakan WiFi warung yang sudah tutup tersebut. “Tersangka emosi saat itu. Dia kemudian mengambil celurit,” jelas Kapolsek Krembangan AKP Sudaryanto, Jumat (23/9).

Celurit ini kemudian diacungkan ke arah korban. Tidak hanya itu. Korban juga mendapat ancaman dari tersangka yang membuatnya ketakutan. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi. “Kejadian sekitar pukul 04.00 dini hari,” katanya.

Polisi mendapat laporan kemudian menyelidiki ke lokasi dan mencari identitas tersangka. Pria itu akhirnya diamankan saat berada di rumahnya. Tersangka tidak berkutik saat polisi menyita celurit yang dibawa ke warkop.

Tersangka Jalaludin mengaku emosi saat dilarang menggunakan WiFi. Ia kemudian spontan mengambil senjata tajam itu. “Pengakuannya, ia selalu membawa celurit itu. Katanya untuk jaga-jaga,” tutur Sudaryanto. (gun/rek)

Most Read

Berita Terbaru


/