alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, June 29, 2022

Tukang Pijat Curi Perhiasaan Emas, Dicokok di Ampel

SURABAYA – Hati-hati memasukkan orang ke dalam rumah. Sebaiknya tetap diawasi. Ini seperti yang dialami adik M Rafli, warga Jalan Sidorame Belakang, Surabaya. Perhiasan emas seberat 18 gram raib ketika adik pelapor mengambilkan minum seorang tukang pijat.

Pelapor akhirnya mengamankan tukang pijat bernama Fauzia, 54, warga Jalan Banyu Urip Kidul, Surabaya, saat menemukannya di Terminal Ampel. Kejadian ini bermula ketika anak korban dipijat tersangka Fauzia. Ketika itu di rumah tersebut ada adik korban yang menunggu.

Saat memijat , tersangka mulai melancarkan aksinya. Ia meminta diambilkan minum oleh adik korban. Nah, adik korban lantas mengambilkan minum. “Ia tidak berpikiran aneh-aneh,” tutur Kapolsek Semampir Kompol Ari Bayuaji, Kamis (23/6).

Saat ditinggal mengambil minum, tersangka memanfaatkan keadaan dengan membuka lemari dan mencari barang berharga. Ia menemukan perhiasan emas milik adik Rafli, kemudian diambil dan disembunyikan. Setelah selesai memijat ia langsung pamit pulang.

“Baru tahu perhiasannya hilang ketika tersangka pulang. Beruntung, pelapor menemukan tersangka di terminal beberapa hari kemudian. Tersangka diduga hendak melarikan diri,” kata Ari.

Tersangka mengaku perhiasan emas tersebut langsung diserahkan ke AR, teman prianya. Tersangka meminta AR untuk menjualkan perhiasan itu seharga Rp 3 juta. Uang tersebut kemudian dihabiskan untuk bersenang-senang. “Katanya habis di tempat hiburan malam,” tutur Ari. (gun/rek)

SURABAYA – Hati-hati memasukkan orang ke dalam rumah. Sebaiknya tetap diawasi. Ini seperti yang dialami adik M Rafli, warga Jalan Sidorame Belakang, Surabaya. Perhiasan emas seberat 18 gram raib ketika adik pelapor mengambilkan minum seorang tukang pijat.

Pelapor akhirnya mengamankan tukang pijat bernama Fauzia, 54, warga Jalan Banyu Urip Kidul, Surabaya, saat menemukannya di Terminal Ampel. Kejadian ini bermula ketika anak korban dipijat tersangka Fauzia. Ketika itu di rumah tersebut ada adik korban yang menunggu.

Saat memijat , tersangka mulai melancarkan aksinya. Ia meminta diambilkan minum oleh adik korban. Nah, adik korban lantas mengambilkan minum. “Ia tidak berpikiran aneh-aneh,” tutur Kapolsek Semampir Kompol Ari Bayuaji, Kamis (23/6).

Saat ditinggal mengambil minum, tersangka memanfaatkan keadaan dengan membuka lemari dan mencari barang berharga. Ia menemukan perhiasan emas milik adik Rafli, kemudian diambil dan disembunyikan. Setelah selesai memijat ia langsung pamit pulang.

“Baru tahu perhiasannya hilang ketika tersangka pulang. Beruntung, pelapor menemukan tersangka di terminal beberapa hari kemudian. Tersangka diduga hendak melarikan diri,” kata Ari.

Tersangka mengaku perhiasan emas tersebut langsung diserahkan ke AR, teman prianya. Tersangka meminta AR untuk menjualkan perhiasan itu seharga Rp 3 juta. Uang tersebut kemudian dihabiskan untuk bersenang-senang. “Katanya habis di tempat hiburan malam,” tutur Ari. (gun/rek)

Most Read

Berita Terbaru


/