30 C
Surabaya
Thursday, December 8, 2022

Gubernur Khofifah Bilang Kebangkitan Ekonomi Mulai dari Usaha Desa

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap Jatim Bangkit menjadi pelecut kebangkitan ekonomi mulai dari usaha desa untuk mengentaskan kemiskinan.

Ia mengajak masyarakat menjadikan kemiskinan adalah masa lalu, masa depan adalah kesejahteraan dan kebahagiaan. “Intinya  Jatim jihad melawan kemiskinan,” ujar Khofifah saat menghadiri  Economic Hybrid Creative Idea and Busines Competition Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat (PUEM) 2021 yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jawa Timur di Dyandra Convention Center, Jumat (22/10).

Kegiatan ini bertujuan memotivasi dan memberikan apresiasi kepada pelaku ekonomi masyarakat pada masa pemulihan pandemi dan mendorong produk lokal yang berdaya saing dalam penciptaan One Village One Product (OVOP).

“Kegiatan ini dapat bermanfaat bagi pengembangan wirausaha masyarakat desa terutama bagi milenial dengan memfasilitasi start up, membangun jejaring kerja, mengoneksikan akses pemasaran dan pembiayaan,” katanya.

Mantan Menteri Sosial ini juga berharap program sinau ing ndeso mampu menjadi penguatan semua daerah.  Seperti pemanfaatan bahan-bahan alam untuk menaikkan value produk dan nilai secara ekonomi.  Menurutnya saat ini tren ekonomi melalui industri kreatif di Belgia.

“Program tersebut hampir sama dengan misi sinau ing ndeso melalui proses creative idea and business competition PUEM,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DPMD Jatim Sukaryo mengatakan kegiatan ini merupakan upaya Jatim Bangkit dalam rangka memotivasi masyarakat menuju pemulihan ekonomi di masa pandemi.  Antusiasme peserta nampak sejak lomba berlangsung.

“Kegiatan ini diikuti oleh pelaku usaha bidang kriya yang mampu bertahan selama pandemi,” pungkasnya. (mus/rak)

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap Jatim Bangkit menjadi pelecut kebangkitan ekonomi mulai dari usaha desa untuk mengentaskan kemiskinan.

Ia mengajak masyarakat menjadikan kemiskinan adalah masa lalu, masa depan adalah kesejahteraan dan kebahagiaan. “Intinya  Jatim jihad melawan kemiskinan,” ujar Khofifah saat menghadiri  Economic Hybrid Creative Idea and Busines Competition Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat (PUEM) 2021 yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jawa Timur di Dyandra Convention Center, Jumat (22/10).

Kegiatan ini bertujuan memotivasi dan memberikan apresiasi kepada pelaku ekonomi masyarakat pada masa pemulihan pandemi dan mendorong produk lokal yang berdaya saing dalam penciptaan One Village One Product (OVOP).

“Kegiatan ini dapat bermanfaat bagi pengembangan wirausaha masyarakat desa terutama bagi milenial dengan memfasilitasi start up, membangun jejaring kerja, mengoneksikan akses pemasaran dan pembiayaan,” katanya.

Mantan Menteri Sosial ini juga berharap program sinau ing ndeso mampu menjadi penguatan semua daerah.  Seperti pemanfaatan bahan-bahan alam untuk menaikkan value produk dan nilai secara ekonomi.  Menurutnya saat ini tren ekonomi melalui industri kreatif di Belgia.

“Program tersebut hampir sama dengan misi sinau ing ndeso melalui proses creative idea and business competition PUEM,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DPMD Jatim Sukaryo mengatakan kegiatan ini merupakan upaya Jatim Bangkit dalam rangka memotivasi masyarakat menuju pemulihan ekonomi di masa pandemi.  Antusiasme peserta nampak sejak lomba berlangsung.

“Kegiatan ini diikuti oleh pelaku usaha bidang kriya yang mampu bertahan selama pandemi,” pungkasnya. (mus/rak)

Most Read

Berita Terbaru


/