alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Komplain di Media Sosial, Stella Monica Dituntut Satu Tahun  

SURABAYA – Stella Monica Hendrawan dituntut satu tahun penjara. Perempuan cantik itu dianggap mencemarkan nama baik sebuah klinik kecantikan. Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rista Erna Soelistiowati di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (21/10).

Jaksa menyatakan Stella terbukti bersalah telah mencemarkan nama baik sebuah klinik di kawasan Genteng tersebut melalui unggahan di media sosial. Menurut Jaksa Rista, unggahan terdakwa di media sosial tersebut membuat pihak klinik merasa dirugikan. Sebab, postingan itu dilihat banyak orang. Citra klinik tersebut jadi buruk.

Terdakwa Stella Monica Hendrawan diketahui menjadi klien klinik kecantikan itu sejak 25 Januari 2019 hingga 19 September 2019. Nah, pada 29 Desember 2019, postingan itu diketahui staf marketing klinik kecantikan, Jenifer Laurent Hussein. Postingan yang dinilai mencemarkan nama baik klinik itu diunggah melalui akun @Stellamonica.h.

Gambar pertama dalam story tersebut berisi percakapan dengan saksi Thio Dewi Kumala Wihardja dengan nama akun @dewikumala. “Hahahaa kalau aku dah masuk sampah sejak sebulan pake stel. Gila wes habis 7jt malah jadi uajor. Dan ternyata dokter disana itu dokter umum stel, bukan dr muka,” tulis terdakwa dalam akunnya.

Sementara pada gambar kedua, berisi percakapan dengan saksi Marsha Sashiko dengan nama akun @shashasui. Pada gambar itu, terdakwa mengungkapkan kekecewaannya.

Atas perbuatan terdakwa tersebut, JPU menyatakan terdakwa Stella Monica Hendrawan bersalah dan melanggar pasal Informasi dan Transaksi Elektronik. “Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 27 ayat (3) juncto pasal 45 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” kata Jaksa Rista dari Kejati Jatim.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Habibus Shalihin, mengatakan bahwa pihaknya bakal mengajukan nota pembelaan atau pledoi. Dia yakin kliennya tidak punya niat untuk menjelekkan nama baik klinik kecantikan tersebut. (far/rek)


SURABAYA – Stella Monica Hendrawan dituntut satu tahun penjara. Perempuan cantik itu dianggap mencemarkan nama baik sebuah klinik kecantikan. Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rista Erna Soelistiowati di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (21/10).

Jaksa menyatakan Stella terbukti bersalah telah mencemarkan nama baik sebuah klinik di kawasan Genteng tersebut melalui unggahan di media sosial. Menurut Jaksa Rista, unggahan terdakwa di media sosial tersebut membuat pihak klinik merasa dirugikan. Sebab, postingan itu dilihat banyak orang. Citra klinik tersebut jadi buruk.

Terdakwa Stella Monica Hendrawan diketahui menjadi klien klinik kecantikan itu sejak 25 Januari 2019 hingga 19 September 2019. Nah, pada 29 Desember 2019, postingan itu diketahui staf marketing klinik kecantikan, Jenifer Laurent Hussein. Postingan yang dinilai mencemarkan nama baik klinik itu diunggah melalui akun @Stellamonica.h.

Gambar pertama dalam story tersebut berisi percakapan dengan saksi Thio Dewi Kumala Wihardja dengan nama akun @dewikumala. “Hahahaa kalau aku dah masuk sampah sejak sebulan pake stel. Gila wes habis 7jt malah jadi uajor. Dan ternyata dokter disana itu dokter umum stel, bukan dr muka,” tulis terdakwa dalam akunnya.

Sementara pada gambar kedua, berisi percakapan dengan saksi Marsha Sashiko dengan nama akun @shashasui. Pada gambar itu, terdakwa mengungkapkan kekecewaannya.

Atas perbuatan terdakwa tersebut, JPU menyatakan terdakwa Stella Monica Hendrawan bersalah dan melanggar pasal Informasi dan Transaksi Elektronik. “Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 27 ayat (3) juncto pasal 45 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” kata Jaksa Rista dari Kejati Jatim.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Habibus Shalihin, mengatakan bahwa pihaknya bakal mengajukan nota pembelaan atau pledoi. Dia yakin kliennya tidak punya niat untuk menjelekkan nama baik klinik kecantikan tersebut. (far/rek)



Most Read

Berita Terbaru