alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Hari Pertama Buka, Pengunjung Wisata Mangrove dan Tahura Masih Minim  

SURABAYA – Kebun Raya Mangrove (KRM) dan Taman Hutan Rakyat (Tahura) sudah mulai buka Kamis pagi (21/10). Namun, belum banyak pengunjung yang menikmati objek wisata di masa new normal ini.

Tampak sejumlah warga tampak menikmati semilir angin di bawah rerimbunan pohon Tahura Pakal, Surabaya. Mereka juga terlihat memakai masker selama berada di lokasi wisata. Sisca yang datang bersama kedua anaknya mengaku senang dengan dibukanya kembali Tahura Pakal. Jadi pelampiasan karena semua objek wisata di Kota Pahlawan tutup sangat lama.

Selain itu, Tahura Pakal tempatnya teduh dan gratis. Berbeda dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS) atau Pantai Kenjeran yang berbayar. “Masa pandemi ini kita butuh tempat rekreasi. Terutama tempat yang enak untuk rekreasi dan gratis. Masuknya cukup bayar parkir Rp 3.000 saja,” kata Sisca.

Tahura Pakal saat ini sudah dilengkapi mainan sepeda air. Sisca yang sudah tiga kali berkunjung ke Tahura Pakal baru kali ini melihat penampilan baru tahura. “Tapi sayangnya belum bisa digunakan. Mungkin karena pengunjungnya masih minim ya,” ujarnya.

Dari pantauan Radar Surabaya di Tahura Pakal, saat awal pembukaan pengunjung belum menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Pengunjung bebas keluar masuk. Sedangkan Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar dan Wonorejo belum buka seluruhnya. Hanya bagian belakang yang dibuka tanpa penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Kabid Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Rahmad Kodariawan mengaku KRM dan Tahura belum terpasang QR Code. Meski demikian, ia memastikan QR Code di Tahura dan KRM sudah terpasang semua Jumat (22/10) ini. Sehingga besok bisa digunakan secara serentak.

“Karena Sabtu banyak yang berkunjung, jadi kami pastikan QR Code sudah terpasang semua,” ujar Rahmad.

Ia juga menyebutkan jam operasional Tahura dan KRM mulai pukul 09.00 hingga 15.00. Pihaknya menyiagakan petugas di setiap Tahura dan KRM. “Pengunjung dibatasi 300 orang dengan menggunakan kartu untuk memastikan jumlah orang yang sudah masuk. Dan, kami pastikan semua tertib prokes,” tegasnya.

Saat ini Kota Surabaya mempunyai tiga kebun raya mangrove di Wonorejo, Gunung Anyar, dan Medokan Sawah. Adapun tahura di Balasklumprik, Lempung, Pakal, SPT Jeruk, dan Kebun Anggrek Sememi. (rmt/rek)


SURABAYA – Kebun Raya Mangrove (KRM) dan Taman Hutan Rakyat (Tahura) sudah mulai buka Kamis pagi (21/10). Namun, belum banyak pengunjung yang menikmati objek wisata di masa new normal ini.

Tampak sejumlah warga tampak menikmati semilir angin di bawah rerimbunan pohon Tahura Pakal, Surabaya. Mereka juga terlihat memakai masker selama berada di lokasi wisata. Sisca yang datang bersama kedua anaknya mengaku senang dengan dibukanya kembali Tahura Pakal. Jadi pelampiasan karena semua objek wisata di Kota Pahlawan tutup sangat lama.

Selain itu, Tahura Pakal tempatnya teduh dan gratis. Berbeda dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS) atau Pantai Kenjeran yang berbayar. “Masa pandemi ini kita butuh tempat rekreasi. Terutama tempat yang enak untuk rekreasi dan gratis. Masuknya cukup bayar parkir Rp 3.000 saja,” kata Sisca.

Tahura Pakal saat ini sudah dilengkapi mainan sepeda air. Sisca yang sudah tiga kali berkunjung ke Tahura Pakal baru kali ini melihat penampilan baru tahura. “Tapi sayangnya belum bisa digunakan. Mungkin karena pengunjungnya masih minim ya,” ujarnya.

Dari pantauan Radar Surabaya di Tahura Pakal, saat awal pembukaan pengunjung belum menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Pengunjung bebas keluar masuk. Sedangkan Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar dan Wonorejo belum buka seluruhnya. Hanya bagian belakang yang dibuka tanpa penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Kabid Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Rahmad Kodariawan mengaku KRM dan Tahura belum terpasang QR Code. Meski demikian, ia memastikan QR Code di Tahura dan KRM sudah terpasang semua Jumat (22/10) ini. Sehingga besok bisa digunakan secara serentak.

“Karena Sabtu banyak yang berkunjung, jadi kami pastikan QR Code sudah terpasang semua,” ujar Rahmad.

Ia juga menyebutkan jam operasional Tahura dan KRM mulai pukul 09.00 hingga 15.00. Pihaknya menyiagakan petugas di setiap Tahura dan KRM. “Pengunjung dibatasi 300 orang dengan menggunakan kartu untuk memastikan jumlah orang yang sudah masuk. Dan, kami pastikan semua tertib prokes,” tegasnya.

Saat ini Kota Surabaya mempunyai tiga kebun raya mangrove di Wonorejo, Gunung Anyar, dan Medokan Sawah. Adapun tahura di Balasklumprik, Lempung, Pakal, SPT Jeruk, dan Kebun Anggrek Sememi. (rmt/rek)



Most Read

Berita Terbaru