alexametrics
25 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Fokus Pengolahan, Siap Wujudkan Surabaya Nol Sampah

SURABAYA– Persoalan sampah menjadi pemandangan hampir di setiap kota besar, tak terkecuali di Kota Surabaya. Di Surabaya setiap hari berton-ton sampah terkumpul di TPA Benowo. Oleh karena itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan mewujudkan Surabaya untuk menjadi zero waste atau nol sampah.

Eri mengatakan, slogan smart city di kota pimpinannya juga mencakup soal manajemen penanganan sampah. Aspek itu akan terus dikembangkan. Wilayah perkampungan di Surabaya kini diupayakan untuk menjadi zero waste atau nol sampah. “Jadi setiap kampung bisa zero waste pada tujuan akhirnya,” kata Eri, Kamis (21/10).

Dengan begitu, beban sampai di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) bisa berangsur dipangkas. Bahkan Eri menuturkan, nantinya menajemen pengelolaan sampah tak hanya menjadi wewenang dari pemkot saja. Semua masyarakat punya kewajiban yang sama. Pelatihan akan terus digetolkan.

“Ada yang mengembangkan kebersihannya seperti pengolahan sampahnya. Karena ini adalah namanya pengolahan sampah, terus menjaga kelestarian kampung,” ujarnya.

Eri pun berharap, masyarakat kotanya bisa semakin sadar akan bahaya yang ditimbulkan jika mekanisme pengelolaan sampah tak dilakukan dengan baik. “Harapan membangkitkan keinginan masyarakat untuk menjaga kampung dan iklim di setiap wilayahnya,” harapnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Aning Rahmawati mendorong Pemkot Surabaya agar bisa memulai zero waste  pada Januari 2022. Konsep program itu seperti pendahulunya. Yakni, Surabaya Smart City (SSC) atau Surabaya Green and Clean (SGC). ”Namun, ada pembinaan dan pendampingan hingga tuntas,” ujarnya.

Dengan cara itu, Aning berharap volume sampah di perkampungan turun. Nah, ketika terjadi pengurangan, volume sampah di TPA Benowo ikut menyusut. Tidak terus bertambah. ”Beban TPA Benowo semakin berkurang,” harapnya.

Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya menyebut kurang kesadaran warga membuat perilaku membuang sampah di saluran sering terjadi. “Iya memang sangat kurang kesadaran warga dalam membuang sampah pada tempatnya,” kata Kabid Kebersihan DKRTH Kota Surabaya Arif Rusman.

Dalam sehari pihaknya membersihkan sampah yang ada di saluran maupun di sungai-sungai yang dipenuhi sampah. “Sehari bisa 15 – 20 ton yang kami kumpulkan dari sampah saluran,” jelasnya.

Oleh karena itu agar masyarakat Surabaya mempunyai kesadaran lingkungan yang tinggi pihaknya mengajak warga untuk turut serta dalam kerja bakti membersihkan saluran dari sampah yang menumpuk. (rmt/nur)


SURABAYA– Persoalan sampah menjadi pemandangan hampir di setiap kota besar, tak terkecuali di Kota Surabaya. Di Surabaya setiap hari berton-ton sampah terkumpul di TPA Benowo. Oleh karena itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan mewujudkan Surabaya untuk menjadi zero waste atau nol sampah.

Eri mengatakan, slogan smart city di kota pimpinannya juga mencakup soal manajemen penanganan sampah. Aspek itu akan terus dikembangkan. Wilayah perkampungan di Surabaya kini diupayakan untuk menjadi zero waste atau nol sampah. “Jadi setiap kampung bisa zero waste pada tujuan akhirnya,” kata Eri, Kamis (21/10).

Dengan begitu, beban sampai di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) bisa berangsur dipangkas. Bahkan Eri menuturkan, nantinya menajemen pengelolaan sampah tak hanya menjadi wewenang dari pemkot saja. Semua masyarakat punya kewajiban yang sama. Pelatihan akan terus digetolkan.

“Ada yang mengembangkan kebersihannya seperti pengolahan sampahnya. Karena ini adalah namanya pengolahan sampah, terus menjaga kelestarian kampung,” ujarnya.

Eri pun berharap, masyarakat kotanya bisa semakin sadar akan bahaya yang ditimbulkan jika mekanisme pengelolaan sampah tak dilakukan dengan baik. “Harapan membangkitkan keinginan masyarakat untuk menjaga kampung dan iklim di setiap wilayahnya,” harapnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Aning Rahmawati mendorong Pemkot Surabaya agar bisa memulai zero waste  pada Januari 2022. Konsep program itu seperti pendahulunya. Yakni, Surabaya Smart City (SSC) atau Surabaya Green and Clean (SGC). ”Namun, ada pembinaan dan pendampingan hingga tuntas,” ujarnya.

Dengan cara itu, Aning berharap volume sampah di perkampungan turun. Nah, ketika terjadi pengurangan, volume sampah di TPA Benowo ikut menyusut. Tidak terus bertambah. ”Beban TPA Benowo semakin berkurang,” harapnya.

Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya menyebut kurang kesadaran warga membuat perilaku membuang sampah di saluran sering terjadi. “Iya memang sangat kurang kesadaran warga dalam membuang sampah pada tempatnya,” kata Kabid Kebersihan DKRTH Kota Surabaya Arif Rusman.

Dalam sehari pihaknya membersihkan sampah yang ada di saluran maupun di sungai-sungai yang dipenuhi sampah. “Sehari bisa 15 – 20 ton yang kami kumpulkan dari sampah saluran,” jelasnya.

Oleh karena itu agar masyarakat Surabaya mempunyai kesadaran lingkungan yang tinggi pihaknya mengajak warga untuk turut serta dalam kerja bakti membersihkan saluran dari sampah yang menumpuk. (rmt/nur)



Most Read

Berita Terbaru