alexametrics
25 C
Surabaya
Wednesday, June 29, 2022

Pengedar Sabu Sememi Sudah Tiga Kali Masuk Penjara

SURABAYA – Joko Susilo, 40, pengedar sabu, yang ditangkap Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal ternyata residivis. Warga Jalan Sememi Jaya IV, Surabaya, itu sudah berulang kali masuk penjara.

“Dia sudah tiga kali ini (masuk penjara),” ujar Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal Ipda Jumeno, Jumat (21/1).

Berdasar pemeriksaan, tersangka Joko Susilo mengedarkan sudah kurang lebih enam bulan mengedarkan serbuk haram itu. Modusnya, ia menjual dengan sistem ranjau. Apabila ada pembeli, tersangka lalu meranjau paket sabu di tempat yang sudah ditentukan.

“Tersangka dapat sabu dari jaringan (pengedar) di salah satu lapas (lembaga pemasyarakatan) Jawa Timur. Sistemnya ranjau,” ujarnya.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Benowo ini mengungkapkan, tersangka Joko sebelumnya pernah terjerat kasus narkoba ditangani Polrestabes Surabaya dan kasus penipuan berkedok membuka lowongan kerja ditangani Ditreskrimsus Polda Jatim. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 juncto 112 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara.

Sebelumnya, Joko Susilo, warga Jalan Sememi, ditangkap Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal saat menunggu pembeli sabu di Jalan Sememi Jaya IV, Surabaya. Dari tangan tersangka, Korps Bhayangkara menyita barang bukti tujuh poket sabu dengan berat 2,55 gram.

Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal Ipda Jumeno mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat. Tersangka kerap mengedarkan sabu di kawasan Sememi. Polisi lantas melakukan penyelidikan selama beberapa hari di sekitar lokasi. Setelah tersangka muncul, polisi berpakaian preman langsung menyergap tersangka.

“Kami lakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti disimpan tersangka di saku celana depan samping kanan,” ujar Jumeno.

Ditemukannya barang bukti narkoba membuat tersangka pasrah. Dia tidak dapat mengelak. “Tersangka mengaku menunggu pembeli saat kami tangkap,” kata Jumeno.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Benowo ini melanjutkan, tersangka Joko Susilo berperan sebagai pengedar sabu. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringannya. (rus/rek)

SURABAYA – Joko Susilo, 40, pengedar sabu, yang ditangkap Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal ternyata residivis. Warga Jalan Sememi Jaya IV, Surabaya, itu sudah berulang kali masuk penjara.

“Dia sudah tiga kali ini (masuk penjara),” ujar Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal Ipda Jumeno, Jumat (21/1).

Berdasar pemeriksaan, tersangka Joko Susilo mengedarkan sudah kurang lebih enam bulan mengedarkan serbuk haram itu. Modusnya, ia menjual dengan sistem ranjau. Apabila ada pembeli, tersangka lalu meranjau paket sabu di tempat yang sudah ditentukan.

“Tersangka dapat sabu dari jaringan (pengedar) di salah satu lapas (lembaga pemasyarakatan) Jawa Timur. Sistemnya ranjau,” ujarnya.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Benowo ini mengungkapkan, tersangka Joko sebelumnya pernah terjerat kasus narkoba ditangani Polrestabes Surabaya dan kasus penipuan berkedok membuka lowongan kerja ditangani Ditreskrimsus Polda Jatim. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 juncto 112 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara.

Sebelumnya, Joko Susilo, warga Jalan Sememi, ditangkap Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal saat menunggu pembeli sabu di Jalan Sememi Jaya IV, Surabaya. Dari tangan tersangka, Korps Bhayangkara menyita barang bukti tujuh poket sabu dengan berat 2,55 gram.

Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal Ipda Jumeno mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat. Tersangka kerap mengedarkan sabu di kawasan Sememi. Polisi lantas melakukan penyelidikan selama beberapa hari di sekitar lokasi. Setelah tersangka muncul, polisi berpakaian preman langsung menyergap tersangka.

“Kami lakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti disimpan tersangka di saku celana depan samping kanan,” ujar Jumeno.

Ditemukannya barang bukti narkoba membuat tersangka pasrah. Dia tidak dapat mengelak. “Tersangka mengaku menunggu pembeli saat kami tangkap,” kata Jumeno.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Benowo ini melanjutkan, tersangka Joko Susilo berperan sebagai pengedar sabu. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringannya. (rus/rek)

Most Read

Berita Terbaru


/