alexametrics
26 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Simpatisan FPI Guru Madrasah di Warungdowo, Pohjentrek, Pasuruan

SURABAYA-Empat warga Pasuruan ditahan di Polda Jatim karena dugaan ujaran kebencian dan pengancaman terhadap Menkopolhukam Mahfud Md. Mereka diduga menyebarkan konten ancaman penggorokan Mahfud MD jika pulang ke Jawa Timur.

Menurut polisi, keempat tersangka merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI) dan simpatisan Habib Riziek Shihab (HRS). Para tersangka yang ditahan itu M Nawawi, 38, warga Dusun Warungdowo Selatan, RT 03 RW 09, Desa Warungdowo, Pohjentrek, Pasuruan.

Kemudian; Samsul Hadi, 40, warga Dusun Rembang RT 01 RW 03, Plososari, Grati, Pasuruan; Abdul Hakam, 39, warga Dusun Krajan RT 05 RW 05, Desa Kalipang, Kecamatan Grati, Pasuruan; dan M Sirojuddin, 37, warga Dusun Brongkol, Desa Cukurgondang, Grati, Pasuruan.

Dari keempat tersangka, salah satunya menjabat sebagai kepala madrasah di Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek. Yakni, M. Nawawi, yang juga pemilik akun Amazing Pasuruan. Tersangka Nawawi pernah menjabat kepala sekolah.

Nama Nawawi juga terpampang dalam contact person pendaftaran murid baru tahun 2017-2018 pada sekolah yang beralamat di Jalan Raya Warungdowo Nomor 22, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Ia ditangkap di rumahnya, di Dusun Warungdowo Selatan, Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Jumat (11/12) lalu.

Nawawi bersama tiga tersangka lain dijerat dengan UURI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Ancamannya enam tahun. Secara syarat formil dan yuridis kami punya kewenangan melakukan penahanan,” ujar Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion AS. (rus/rek)


SURABAYA-Empat warga Pasuruan ditahan di Polda Jatim karena dugaan ujaran kebencian dan pengancaman terhadap Menkopolhukam Mahfud Md. Mereka diduga menyebarkan konten ancaman penggorokan Mahfud MD jika pulang ke Jawa Timur.

Menurut polisi, keempat tersangka merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI) dan simpatisan Habib Riziek Shihab (HRS). Para tersangka yang ditahan itu M Nawawi, 38, warga Dusun Warungdowo Selatan, RT 03 RW 09, Desa Warungdowo, Pohjentrek, Pasuruan.

Kemudian; Samsul Hadi, 40, warga Dusun Rembang RT 01 RW 03, Plososari, Grati, Pasuruan; Abdul Hakam, 39, warga Dusun Krajan RT 05 RW 05, Desa Kalipang, Kecamatan Grati, Pasuruan; dan M Sirojuddin, 37, warga Dusun Brongkol, Desa Cukurgondang, Grati, Pasuruan.

Dari keempat tersangka, salah satunya menjabat sebagai kepala madrasah di Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek. Yakni, M. Nawawi, yang juga pemilik akun Amazing Pasuruan. Tersangka Nawawi pernah menjabat kepala sekolah.

Nama Nawawi juga terpampang dalam contact person pendaftaran murid baru tahun 2017-2018 pada sekolah yang beralamat di Jalan Raya Warungdowo Nomor 22, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Ia ditangkap di rumahnya, di Dusun Warungdowo Selatan, Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Jumat (11/12) lalu.

Nawawi bersama tiga tersangka lain dijerat dengan UURI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Ancamannya enam tahun. Secara syarat formil dan yuridis kami punya kewenangan melakukan penahanan,” ujar Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion AS. (rus/rek)



Most Read

Berita Terbaru