alexametrics
30 C
Surabaya
Wednesday, August 10, 2022

Cari Sasaran lewat Facebook, Residivis Pencurian Sepeda Pancal Didor

SURABAYA-Nur Eko Cahyono, 22, masih berjalan terpincang-pincang dan meringis kesakitan. Pria yang tinggal di Jalan Mulyorejo Selatan Gang I, Surabaya, itu ditembak betisnya setelah kabur usai mencuri sepeda angin di Perum Graha Gunung Anyar, Surabaya.

Korbannya Dewi Sri Sunarti, 47, warga Perum Graha Gunung Anyar Kav-16, dan Toni Setyabudi, 57, warga Graha Gunung Anyar Kav-39.

Penangkapan tersangka bermula saat anggota Unit Reskrim Polsek Rungkut mencurigai tersangka yang mendorong sepeda angin pada malam hari. Dia saat itu bersama temannya A (buron) dan DK (buron) usai mencuri sepeda angin merek Polygon tipe X-Trada dan Polygon tipe Cleo di Perum Graha Gunung Anyar.

Saat didekati polisi, ia malah kabur ke arah semak-semak. Polisi terpaksa memberikan tindakan tegas ditembak pada bagian betis kanan. “Dua teman tersangka A dan DK buron. Tersangka terpaksa kami berikan tindakan tegas karena berusaha kabur,” ungkap Kapolsek Rungkut Kompol Hendry Ibnu Indarto, didampingi Kanit Reskrim Iptu Djoko Soesanto.

Selain mengamankan sepeda curian, polisi juga menemukan barang bukti sepeda angin merek Polygon X-Trada warna putih merah dari rumah tersangka.

Menurut Hendry, tersangka sebelum beraksi terlebih dahulu mencari sasaran korban melalui grup jual beli sepeda angin di media sosial. Kemudian menghubungi nomor ponsel korban. Setelah itu, tersangka meminta alamat korban dan menawar sepeda dengan harga murah. “Setelah sepeda tidak jadi dibeli, pelaku mencuri pada malam harinya,” terangnya.

Menurut Hendry, Eko dan dua temannya selalu berbagi peran bergantian saat beraksi. Komplotan tersangka sengaja mengincar sepeda yang dijual di Facebook.

Setelah berhasil mencuri, sepeda angin kembali dijual di grup jual beli online. Harganya pun lebih rendah. Kemudian uang hasil penjualannya dibagi tiga orang.

Dari hasil penyidikan, tersangka merupakan residivis kasus serupa. Tersangka pernah ditangkap Polsek Sukolilo dan ditembak betisnya pada Mei 2020 lalu. Setelah sebulan bebas tersangka mengaku sudah mencuri delapan unit sepeda di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto.

Nur Eko Cahyono mengaku kembali mencuri sepeda angin karena terdesak kebutuhan hidup sehari-hari. “Saya terpaksa mencuri. Ibu saya sakit, rencana (uang) buat biaya pengobatan,” ucapnya di Mapolsek Rungkut. (rus/rek)

SURABAYA-Nur Eko Cahyono, 22, masih berjalan terpincang-pincang dan meringis kesakitan. Pria yang tinggal di Jalan Mulyorejo Selatan Gang I, Surabaya, itu ditembak betisnya setelah kabur usai mencuri sepeda angin di Perum Graha Gunung Anyar, Surabaya.

Korbannya Dewi Sri Sunarti, 47, warga Perum Graha Gunung Anyar Kav-16, dan Toni Setyabudi, 57, warga Graha Gunung Anyar Kav-39.

Penangkapan tersangka bermula saat anggota Unit Reskrim Polsek Rungkut mencurigai tersangka yang mendorong sepeda angin pada malam hari. Dia saat itu bersama temannya A (buron) dan DK (buron) usai mencuri sepeda angin merek Polygon tipe X-Trada dan Polygon tipe Cleo di Perum Graha Gunung Anyar.

Saat didekati polisi, ia malah kabur ke arah semak-semak. Polisi terpaksa memberikan tindakan tegas ditembak pada bagian betis kanan. “Dua teman tersangka A dan DK buron. Tersangka terpaksa kami berikan tindakan tegas karena berusaha kabur,” ungkap Kapolsek Rungkut Kompol Hendry Ibnu Indarto, didampingi Kanit Reskrim Iptu Djoko Soesanto.

Selain mengamankan sepeda curian, polisi juga menemukan barang bukti sepeda angin merek Polygon X-Trada warna putih merah dari rumah tersangka.

Menurut Hendry, tersangka sebelum beraksi terlebih dahulu mencari sasaran korban melalui grup jual beli sepeda angin di media sosial. Kemudian menghubungi nomor ponsel korban. Setelah itu, tersangka meminta alamat korban dan menawar sepeda dengan harga murah. “Setelah sepeda tidak jadi dibeli, pelaku mencuri pada malam harinya,” terangnya.

Menurut Hendry, Eko dan dua temannya selalu berbagi peran bergantian saat beraksi. Komplotan tersangka sengaja mengincar sepeda yang dijual di Facebook.

Setelah berhasil mencuri, sepeda angin kembali dijual di grup jual beli online. Harganya pun lebih rendah. Kemudian uang hasil penjualannya dibagi tiga orang.

Dari hasil penyidikan, tersangka merupakan residivis kasus serupa. Tersangka pernah ditangkap Polsek Sukolilo dan ditembak betisnya pada Mei 2020 lalu. Setelah sebulan bebas tersangka mengaku sudah mencuri delapan unit sepeda di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto.

Nur Eko Cahyono mengaku kembali mencuri sepeda angin karena terdesak kebutuhan hidup sehari-hari. “Saya terpaksa mencuri. Ibu saya sakit, rencana (uang) buat biaya pengobatan,” ucapnya di Mapolsek Rungkut. (rus/rek)

Most Read

Berita Terbaru


/