30.5 C
Surabaya
Thursday, March 23, 2023

Kurir Sabu Jaringan Sumatera Pakai NIK Palsu agar Bisa Naik KA

SURABAYA – Polisi terus mendalami peran kurir narkotika jaringan Sumatera-Jawa yang ditangkap dengan barang bukti 24,181 kilogram sabu-sabu (SS). Tersangka M Fajrin, 23, warga Jalan Kelinci, Kendari, Sulawesi Tenggara, dan Andri Pratama, 28, warga Palembang, diamankan saat turun di Stasiun Surabaya Pasar Turi.

Kedua tersangka ternyata sudah dua kali melakukan pengiriman sabu lewat kereta api (KA). Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Daniel Marunduri mengungkapkan, kedua tersangka bisa dengan mudah naik kereta api atau angkutan publik lainnya tanpa terdeteksi. Sebab, mereka menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) palsu.

“KTP yang digunakan sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga tidak mudah terlacak. Anggota sampai naik gerbong untuk memastikan,” tutur Daniel.

Baca Juga :  Sadar Kebersihan Sungai, Genangan Bisa Teratasi

KTP yang digunakan dua budak narkoba itu menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) milik orang lain. Jadi, KTP itu datanya milik orang lain yang sudah melakukan vaksin booster. Kemudian ditempel namun foto tetap menggunakan foto tersangka.

“Ini masih kami dalami lagi. Jadi, NIK itu bukan milik mereka. Namanya juga bukan nama mereka. Hanya foto saja,” tuturnya.

Sebelumnya, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya berhasil menggagalkan peredaran narkotika 24,181 kilogram sabu-sabu (SS), 17,5 kilogram ganja, pil ekstasi 2.200, dan 802.000 pil LL berhasil disita dari dua kurir. Kedua tersangka mengaku merupakan jaringan Sumatera-Jawa. Mereka sudah dua kali ini melakukan pengiriman dengan upah Rp 100 juta sekali kirim.

Baca Juga :  Hindari Motor Ugal-ugalan, Mobil Seruduk Pohon di Diponegoro

Pengakuan keduanya, mereka diminta seseorang bernama Dastin. Bandar gede itu menelepon kedua tersangka untuk mengambil narkotika di salah satu hotel di Pekanbaru, Riau. Selanjutnya, tersangka melakukan perjalanan darat menyeberang ke Jakarta.

“Mereka awalnya membawa 66 kilogram sabu. Kemudian 33 kilogram diranjau sebelum naik kapal penyeberangan,” tutur Daniel.

Setelah sampai di Jakarta, sisa sabu yang dibawa 33 kilogram. Saat berada di Jakarta, mereka diminta lagi untuk meranjau 10 kilogram di suatu tempat. Setelah itu, perjalanan kedua tersangka berlanjut dengan menumpang KA Sembrani ke Surabaya. (gun/rek)

SURABAYA – Polisi terus mendalami peran kurir narkotika jaringan Sumatera-Jawa yang ditangkap dengan barang bukti 24,181 kilogram sabu-sabu (SS). Tersangka M Fajrin, 23, warga Jalan Kelinci, Kendari, Sulawesi Tenggara, dan Andri Pratama, 28, warga Palembang, diamankan saat turun di Stasiun Surabaya Pasar Turi.

Kedua tersangka ternyata sudah dua kali melakukan pengiriman sabu lewat kereta api (KA). Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Daniel Marunduri mengungkapkan, kedua tersangka bisa dengan mudah naik kereta api atau angkutan publik lainnya tanpa terdeteksi. Sebab, mereka menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) palsu.

“KTP yang digunakan sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga tidak mudah terlacak. Anggota sampai naik gerbong untuk memastikan,” tutur Daniel.

Baca Juga :  Stok Berkurang, RPH Pegirian Akan Impor Sapi

KTP yang digunakan dua budak narkoba itu menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) milik orang lain. Jadi, KTP itu datanya milik orang lain yang sudah melakukan vaksin booster. Kemudian ditempel namun foto tetap menggunakan foto tersangka.

“Ini masih kami dalami lagi. Jadi, NIK itu bukan milik mereka. Namanya juga bukan nama mereka. Hanya foto saja,” tuturnya.

Sebelumnya, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya berhasil menggagalkan peredaran narkotika 24,181 kilogram sabu-sabu (SS), 17,5 kilogram ganja, pil ekstasi 2.200, dan 802.000 pil LL berhasil disita dari dua kurir. Kedua tersangka mengaku merupakan jaringan Sumatera-Jawa. Mereka sudah dua kali ini melakukan pengiriman dengan upah Rp 100 juta sekali kirim.

Baca Juga :  Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Bagi Bonus untuk Atlet PON XX

Pengakuan keduanya, mereka diminta seseorang bernama Dastin. Bandar gede itu menelepon kedua tersangka untuk mengambil narkotika di salah satu hotel di Pekanbaru, Riau. Selanjutnya, tersangka melakukan perjalanan darat menyeberang ke Jakarta.

“Mereka awalnya membawa 66 kilogram sabu. Kemudian 33 kilogram diranjau sebelum naik kapal penyeberangan,” tutur Daniel.

Setelah sampai di Jakarta, sisa sabu yang dibawa 33 kilogram. Saat berada di Jakarta, mereka diminta lagi untuk meranjau 10 kilogram di suatu tempat. Setelah itu, perjalanan kedua tersangka berlanjut dengan menumpang KA Sembrani ke Surabaya. (gun/rek)

Most Read

Berita Terbaru