alexametrics
25 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Stunting Bisa Diobati Sejak dalam Kandungan

SURABAYA – Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak di Indonesia jumlahnya masih sangat besar. Kementerian Kesehatan menyebut, tahun 2020, angkanya sebesar 26,92 persen.

Jumlah itu sudah membaik bila dibandingkan tahun sebelumnya (2019) sebanyak 27,67 persen. Presiden Joko Widodo menargetkan di tahun 2024 nanti, angka stunting tak lebih dari 14 persen.

Lantas, apakah stunting bisa diobati? Jawabannya; bisa. Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Anak Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolis RSUP Fatmawati, Jakarta, Dr. dr. Lanny C. Gultom, Sp.A(K).

Dokter Lanny menyebut ada beberapa cara untuk mencegah maupun mengobati stunting. Salah satunya adalah memenuhi nutrisi sejak si anak masih dalam kandungan.

Dijelaskannya,  kekurangan nutrisi dapat terjadi di semua anak. Bagaimanapun kondisi sosio ekonomi dan geografi mereka. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk sadar akan status pertumbuhan dan nutrisi anak mereka.

“Apalagi di situasi pandemi saat ini, telah membuat pemenuhan kebutuhan nutrisi dan pengukuran tinggi dan berat badan secara berkala di fasilitas kesehatan lebih terbatas bagi para orang tua,” jelas dr. Lanny dalam webinar bertajuk PediaSure New Formula: Dukung Pertumbuhan Nyata Anak Indonesia, Kamis (14/10).

Oleh sebab itu, kata dia, butuh dukungan secara konsisten dalam hal pemenuhan nutrisi anak. Tidak seperti anggapan pada umumnya, pengaruh genetika terhadap tinggi badan mulai dari bayi hingga usia balita sangat kecil. “Nutrisi dan faktor lingkungan seperti kebersihan dan olahraga berperan jauh lebih besar,” lanjutnya.

“Nutrisi adalah pondasi penting bagi kualitas hidup yang baik di masa depan. Oleh sebab itu, pihaknya berkomitmen untuk senantiasa berusaha mengoptimalkan pertumbuhan anak dengan menyediakan nutrisi yang berbasis ilmiah,” ujar Presiden Direktur PT Abbott Products Indonesia, Angelico Escobar dalam kesempatan yang sama.

Di masa pertumbuhannya, anak butuh sejumlah nutrisi. Dua diantaranya adalah Arigin dan Vitamin K2. “Dua nutrisi tersebut yang terbukti secara klinis untuk lebih jauh mendukung pertumbuhan tulang yang lebih panjang dan kuat,” sambungnya.

Arginin adalah asam amino penting yang memainkan peran dalam pertumbuhan tinggi badan. Arginin memicu multiplikasi sel pada lempeng pertumbuhan tulang untuk membantu tulang tumbuh lebih panjang.

Riset menemukan bahwa anak-anak dengan stunting memiliki level Arginin yang lebih rendah dalam darahnya jika dibandingkan dengan anak-anak biasa, dan asupan Arginin yang rendah diasosiasikan dengan pertumbuhan tinggi badan yang lebih lambat. Sedangkan Vitamin K2 adalah nutrisi penting yang membantu menyalurkan dan mengikat kalsium ke tulang dan pada akhirnya memicu pertumbuhan tulang yang kuat. (opi)

 


SURABAYA – Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak di Indonesia jumlahnya masih sangat besar. Kementerian Kesehatan menyebut, tahun 2020, angkanya sebesar 26,92 persen.

Jumlah itu sudah membaik bila dibandingkan tahun sebelumnya (2019) sebanyak 27,67 persen. Presiden Joko Widodo menargetkan di tahun 2024 nanti, angka stunting tak lebih dari 14 persen.

Lantas, apakah stunting bisa diobati? Jawabannya; bisa. Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Anak Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolis RSUP Fatmawati, Jakarta, Dr. dr. Lanny C. Gultom, Sp.A(K).

Dokter Lanny menyebut ada beberapa cara untuk mencegah maupun mengobati stunting. Salah satunya adalah memenuhi nutrisi sejak si anak masih dalam kandungan.

Dijelaskannya,  kekurangan nutrisi dapat terjadi di semua anak. Bagaimanapun kondisi sosio ekonomi dan geografi mereka. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk sadar akan status pertumbuhan dan nutrisi anak mereka.

“Apalagi di situasi pandemi saat ini, telah membuat pemenuhan kebutuhan nutrisi dan pengukuran tinggi dan berat badan secara berkala di fasilitas kesehatan lebih terbatas bagi para orang tua,” jelas dr. Lanny dalam webinar bertajuk PediaSure New Formula: Dukung Pertumbuhan Nyata Anak Indonesia, Kamis (14/10).

Oleh sebab itu, kata dia, butuh dukungan secara konsisten dalam hal pemenuhan nutrisi anak. Tidak seperti anggapan pada umumnya, pengaruh genetika terhadap tinggi badan mulai dari bayi hingga usia balita sangat kecil. “Nutrisi dan faktor lingkungan seperti kebersihan dan olahraga berperan jauh lebih besar,” lanjutnya.

“Nutrisi adalah pondasi penting bagi kualitas hidup yang baik di masa depan. Oleh sebab itu, pihaknya berkomitmen untuk senantiasa berusaha mengoptimalkan pertumbuhan anak dengan menyediakan nutrisi yang berbasis ilmiah,” ujar Presiden Direktur PT Abbott Products Indonesia, Angelico Escobar dalam kesempatan yang sama.

Di masa pertumbuhannya, anak butuh sejumlah nutrisi. Dua diantaranya adalah Arigin dan Vitamin K2. “Dua nutrisi tersebut yang terbukti secara klinis untuk lebih jauh mendukung pertumbuhan tulang yang lebih panjang dan kuat,” sambungnya.

Arginin adalah asam amino penting yang memainkan peran dalam pertumbuhan tinggi badan. Arginin memicu multiplikasi sel pada lempeng pertumbuhan tulang untuk membantu tulang tumbuh lebih panjang.

Riset menemukan bahwa anak-anak dengan stunting memiliki level Arginin yang lebih rendah dalam darahnya jika dibandingkan dengan anak-anak biasa, dan asupan Arginin yang rendah diasosiasikan dengan pertumbuhan tinggi badan yang lebih lambat. Sedangkan Vitamin K2 adalah nutrisi penting yang membantu menyalurkan dan mengikat kalsium ke tulang dan pada akhirnya memicu pertumbuhan tulang yang kuat. (opi)

 



Most Read

Berita Terbaru