alexametrics
25 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Kasus Aktif di Surabaya Naik Lagi karena Klaster Luar Kota

SURABAYA – Jangan lengah karena Covid-19 masih mengancam. Kasus Covid-19 di Surabaya naik lagi meski tidak signifikan. Pasien isolasi Covid-19 di Asrama Haji Sukolilo yang sempat nol beberapa waktu lalu, kini mulai ada peningkatan.

Kepala UPT Asrama Haji Sukolilo Sugianto mengungkapkan, sejak Jumat (12/11) terdapat delapan pasien. Enam orang dinyatakan sembuh berdasar hasil tes swab PCR. Sabtu (13/11) pagi pasien pulang tiga orang karena dinyatakan sembuh. Namun, pada malam harinya pasien bertambah menjadi 11 orang. Hingga Minggu (14/11) pagi hingga siang pasien berjumlah 14 orang.

“Total pada Minggu siang ada 14 orang yang menjalani isolasi Covid-19,” kata Sugianto, Minggu (14/11). Ia menyebut pasien yang diisolasi sampai saat ini masih fluktuatif. Tidak bisa dianggap naik maupun turun. “Karena setiap saat ada yang sembuh dan pulang. Ada juga yang masuk,” ujarnya.

Sugianto memastikan pihaknya terus menyiapakan ruangan untuk mengantisipasi adanya kenaikan kasus Covid-19. “Semoga tidak ada kenaikan kasus. Kami juga sudah koordinasi dengan Pemkot Surabaya,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Surabaya Febria Rachmanita mengungkapkan, peningkatan kasus Covid-19 itu karena ada perjalanan dari luar daerah ke Surabaya. Ketika masuk ke Surabaya, mereka dinyatakan positif dan dirawat di Surabaya.

Ia memastikan, kasus aktif baru itu bukan berasal dari klaster di Surabaya. Seperti klaster pendidikan atau pembelajaran tatap muka (PTM), tempat wisata maupun mal.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto menjelaskan, ada beberapa langkah yang diterapkan untuk mengantisipasi adanya kasus Covid-19. Pihaknya melakukan 3T (testing, tracing, treatment). “Kemudian blocking area secara konsisten dan terintegrasi bersama Kampung Tangguh,” ujarnya.

Pemkot Surabaya juga akan memperbanyak lokasi tes swab masal. Terutama di wilayah yang terdapat pasien terkonfirmasi Covid-19. Selain itu, pihaknya terus memantau penerapan prokes di tempat-tempat kegiatan usaha di semua kelurahan. (rmt/rek)


SURABAYA – Jangan lengah karena Covid-19 masih mengancam. Kasus Covid-19 di Surabaya naik lagi meski tidak signifikan. Pasien isolasi Covid-19 di Asrama Haji Sukolilo yang sempat nol beberapa waktu lalu, kini mulai ada peningkatan.

Kepala UPT Asrama Haji Sukolilo Sugianto mengungkapkan, sejak Jumat (12/11) terdapat delapan pasien. Enam orang dinyatakan sembuh berdasar hasil tes swab PCR. Sabtu (13/11) pagi pasien pulang tiga orang karena dinyatakan sembuh. Namun, pada malam harinya pasien bertambah menjadi 11 orang. Hingga Minggu (14/11) pagi hingga siang pasien berjumlah 14 orang.

“Total pada Minggu siang ada 14 orang yang menjalani isolasi Covid-19,” kata Sugianto, Minggu (14/11). Ia menyebut pasien yang diisolasi sampai saat ini masih fluktuatif. Tidak bisa dianggap naik maupun turun. “Karena setiap saat ada yang sembuh dan pulang. Ada juga yang masuk,” ujarnya.

Sugianto memastikan pihaknya terus menyiapakan ruangan untuk mengantisipasi adanya kenaikan kasus Covid-19. “Semoga tidak ada kenaikan kasus. Kami juga sudah koordinasi dengan Pemkot Surabaya,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Surabaya Febria Rachmanita mengungkapkan, peningkatan kasus Covid-19 itu karena ada perjalanan dari luar daerah ke Surabaya. Ketika masuk ke Surabaya, mereka dinyatakan positif dan dirawat di Surabaya.

Ia memastikan, kasus aktif baru itu bukan berasal dari klaster di Surabaya. Seperti klaster pendidikan atau pembelajaran tatap muka (PTM), tempat wisata maupun mal.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto menjelaskan, ada beberapa langkah yang diterapkan untuk mengantisipasi adanya kasus Covid-19. Pihaknya melakukan 3T (testing, tracing, treatment). “Kemudian blocking area secara konsisten dan terintegrasi bersama Kampung Tangguh,” ujarnya.

Pemkot Surabaya juga akan memperbanyak lokasi tes swab masal. Terutama di wilayah yang terdapat pasien terkonfirmasi Covid-19. Selain itu, pihaknya terus memantau penerapan prokes di tempat-tempat kegiatan usaha di semua kelurahan. (rmt/rek)



Most Read

Berita Terbaru