alexametrics
33 C
Surabaya
Friday, October 22, 2021

Transportasi Kalimas Masih Mandek gara-gara Refocusing Anggaran

SURABAYA – Pemkot Surabaya sudah lama ingin mengembangkan transportasi air di Sungai Kalimas. Namun, rencana itu masih terkendala anggaran yang dialihkan untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Surabaya Soenoto mengatakan, mandeknya realisasi transportasi air karena refocusing anggaran. Selama hampir dua tahun ini fokus pemkot adalah mengatasi pandemi korona dengan segala dampak sosial ekonominya. Akibatnya, banyak program yang terkendala.

Untuk sementara, pihak pemkot akan menggarap jalur transportasi air sepanjang lima kilometer yang dimulai dari Monumen Kapal Selam (Monkasel) hingga ke Petekan. Nantinya secara bertahap akan dilakukan penyiapan untuk tiga sungai besar lainnya, yakni Sungai Jagir, Sungai Branjangan, dan Sungai Greges.

“Karena adanya refocusing anggaran dalam dua tahun ini. Sekarang masih membantu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) untuk jalur pariwisata air sepanjang lima kilometer dari Monkasel hingga ke Petekan,” kata Soenoto di Surabaya, Kamis (14/10).

Selain pengalihan anggaran, menurut dia, kendala lain dalam menyiapkan sarana transportasi air adalah pendangkalan sungai. Terlalu banyak sedimentasi atau endapan lumpur di sepanjang Sungai Kalimas. Namun, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya untuk melakukan pengerukan sedimen.

Selain itu, dishub sudah mengkaji penerapan jalur dan rute untuk penerapan tranportasi air. “Jadi, kami akan siapkan sarana dan prasarana seperti penyediaan dermaga yang terintegrasi dengan Suroboyo Bus, terminal, tempat wisata,” jelasnya.

Selain itu, sudah mulai disiapkan rambu keselamatan transportasi air  dan rambu tempat labuh di alur Sungai Kalimas. Saat ini sudah ada delapan rambu yang dipasang. Mulai dari Dermaga Monkasel, DPRD Surabaya, Tapres, Taman Ekspresi, Ahmad Jaiz, hingga Siola.

Adapun kendaraan yang digunakan untuk transportasi air, menurut Soenoto, adalah kapal dengan model bus air. Jika tahap awal sukses baru dipertimbangkan model kendaraan yang lebih luas jangkauannya. “Kita kembangkan secara bertahap,” katanya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya William Wirakusuma mengatakan, sektor pariwisata perlu dikawinkan dengan tranportasi. Kawasan wisata religi Ampel dan Kenjeran yang banyak dikunjungi wisatawan perlu akses transportasi umum yang memadai. “Jika tempat-tempat wisata diberikan akses transportasi umum, termasuk transportasi air, saya yakin pengunjungnya akan naik,” ujar William. (rmt/rek)


SURABAYA – Pemkot Surabaya sudah lama ingin mengembangkan transportasi air di Sungai Kalimas. Namun, rencana itu masih terkendala anggaran yang dialihkan untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Surabaya Soenoto mengatakan, mandeknya realisasi transportasi air karena refocusing anggaran. Selama hampir dua tahun ini fokus pemkot adalah mengatasi pandemi korona dengan segala dampak sosial ekonominya. Akibatnya, banyak program yang terkendala.

Untuk sementara, pihak pemkot akan menggarap jalur transportasi air sepanjang lima kilometer yang dimulai dari Monumen Kapal Selam (Monkasel) hingga ke Petekan. Nantinya secara bertahap akan dilakukan penyiapan untuk tiga sungai besar lainnya, yakni Sungai Jagir, Sungai Branjangan, dan Sungai Greges.

“Karena adanya refocusing anggaran dalam dua tahun ini. Sekarang masih membantu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) untuk jalur pariwisata air sepanjang lima kilometer dari Monkasel hingga ke Petekan,” kata Soenoto di Surabaya, Kamis (14/10).

Selain pengalihan anggaran, menurut dia, kendala lain dalam menyiapkan sarana transportasi air adalah pendangkalan sungai. Terlalu banyak sedimentasi atau endapan lumpur di sepanjang Sungai Kalimas. Namun, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya untuk melakukan pengerukan sedimen.

Selain itu, dishub sudah mengkaji penerapan jalur dan rute untuk penerapan tranportasi air. “Jadi, kami akan siapkan sarana dan prasarana seperti penyediaan dermaga yang terintegrasi dengan Suroboyo Bus, terminal, tempat wisata,” jelasnya.

Selain itu, sudah mulai disiapkan rambu keselamatan transportasi air  dan rambu tempat labuh di alur Sungai Kalimas. Saat ini sudah ada delapan rambu yang dipasang. Mulai dari Dermaga Monkasel, DPRD Surabaya, Tapres, Taman Ekspresi, Ahmad Jaiz, hingga Siola.

Adapun kendaraan yang digunakan untuk transportasi air, menurut Soenoto, adalah kapal dengan model bus air. Jika tahap awal sukses baru dipertimbangkan model kendaraan yang lebih luas jangkauannya. “Kita kembangkan secara bertahap,” katanya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya William Wirakusuma mengatakan, sektor pariwisata perlu dikawinkan dengan tranportasi. Kawasan wisata religi Ampel dan Kenjeran yang banyak dikunjungi wisatawan perlu akses transportasi umum yang memadai. “Jika tempat-tempat wisata diberikan akses transportasi umum, termasuk transportasi air, saya yakin pengunjungnya akan naik,” ujar William. (rmt/rek)


Most Read

Berita Terbaru