alexametrics
33 C
Surabaya
Friday, October 22, 2021

Pengedar dan Kurir Sabu dan Pil Koplo Ditangkap di Tambak Dalam  

SURABAYA – Tidak hanya menangkap pengedar narkoba, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya juga mengamankan jaringan atasnya. Dua pengangguran ditangkap karena terbukti mengedarkan narkoba. Tersangka AF, 25, warga Jalan Tambak Dalam Baru, Surabaya, dan MD, 41, warga Jalan Gadel Jaya Praja Selatan, Surabaya, dicokok dengan barang bukti tiga poket sabu-sabu 1,22 gram serta 100 butir pil Y.

Kedua tersangka diduga jadi pengedar sabu di kawasan Tambak Dalam, Surabaya. Setelah diselidiki, polisi menggerebek budak narkoba tersebut. “Kami amankan tersangka AF di rumahnya,” ujar Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Daniel Marunduri, kemarin (14/10).

Dalam penggeledahan polisi menemukan tiga poket sabu dan 100 pil logo Y. Juga kotak hijau berisi timbangan elektrik serta sebuah pipet yang masih bersih.

Hasil interogasi, tersangka AF baru mendapat narkoba dua hari sebelumnya dari MD. “Kami bergerak ke rumah tersangka MD dan berhasil kami amankan,” ujarnya.

Tersangka AF mengaku sudah tiga kali membeli narkoba dari tersangka MD. Terakhir kali membeli dua gram sabu. Keduanya sepakat bertemu di depan SPBU Jalan Demak, Surabaya. Tersangka AF mendapat sabu yang dibungkus lakban hitam. Kemudian, AF membayar Rp 1 juta untuk sabu tersebut.

“Harusnya AF memberi Rp 2 juta untuk dua gram sabu. Namun, ia utang dulu dan hanya memberi Rp 1 juta ke tersangka MD,” terang Daniel.

Pengakuan AF pada penyidik, seusai mendapat dua gram sabu, ia langsung membagi menjadi 11 poket. Enam poket sudah laku dijual dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. Dua poket sabu digunakan sendiri oleh tersangka. Sisanya belum terjual.

“Tersangka AF ini pengguna dan pengedar. Kami masih kembangkan jaringan atas MD,” tuturnya. (gun/rek)


SURABAYA – Tidak hanya menangkap pengedar narkoba, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya juga mengamankan jaringan atasnya. Dua pengangguran ditangkap karena terbukti mengedarkan narkoba. Tersangka AF, 25, warga Jalan Tambak Dalam Baru, Surabaya, dan MD, 41, warga Jalan Gadel Jaya Praja Selatan, Surabaya, dicokok dengan barang bukti tiga poket sabu-sabu 1,22 gram serta 100 butir pil Y.

Kedua tersangka diduga jadi pengedar sabu di kawasan Tambak Dalam, Surabaya. Setelah diselidiki, polisi menggerebek budak narkoba tersebut. “Kami amankan tersangka AF di rumahnya,” ujar Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Daniel Marunduri, kemarin (14/10).

Dalam penggeledahan polisi menemukan tiga poket sabu dan 100 pil logo Y. Juga kotak hijau berisi timbangan elektrik serta sebuah pipet yang masih bersih.

Hasil interogasi, tersangka AF baru mendapat narkoba dua hari sebelumnya dari MD. “Kami bergerak ke rumah tersangka MD dan berhasil kami amankan,” ujarnya.

Tersangka AF mengaku sudah tiga kali membeli narkoba dari tersangka MD. Terakhir kali membeli dua gram sabu. Keduanya sepakat bertemu di depan SPBU Jalan Demak, Surabaya. Tersangka AF mendapat sabu yang dibungkus lakban hitam. Kemudian, AF membayar Rp 1 juta untuk sabu tersebut.

“Harusnya AF memberi Rp 2 juta untuk dua gram sabu. Namun, ia utang dulu dan hanya memberi Rp 1 juta ke tersangka MD,” terang Daniel.

Pengakuan AF pada penyidik, seusai mendapat dua gram sabu, ia langsung membagi menjadi 11 poket. Enam poket sudah laku dijual dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. Dua poket sabu digunakan sendiri oleh tersangka. Sisanya belum terjual.

“Tersangka AF ini pengguna dan pengedar. Kami masih kembangkan jaringan atas MD,” tuturnya. (gun/rek)


Most Read

Berita Terbaru