alexametrics
34 C
Surabaya
Friday, October 22, 2021

Dua Tersangka Sudah Setahun Jualan Satwa Langka di Media Sosial

SURABAYA – Polisi masih memburu dua pelaku jaringan penjual satwa dilindungi. Dua nama buron tersebut didapat setelah pemeriksaan tersangka Vando Rangga dan Fanandri Sofyan.

“Keduanya sudah kita tetapkan DPO (daftar pencarian orang). Ada LK dan seorang pemburu asal Jember,” ungkap Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Oki Ahadian, kemarin (14/10).

Mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya ini menjelaskan, tersangka Vando Rangga dan Fanandri Sofyan yang tertangkap sudah berjualan satwa langka melalui media sosial selama setahun. Setiap jenis hewan langka, baik yang mati maupun hidup, dijual seharga Rp 15 juta.

Menurut Oki, satwa langka setelah didapat dari pemburu disimpan di rumah tersangka terlebih dahulu. “Harga satwa mati dan hidup harganya sama. Sementara baru dijual di pasar dalam negeri,” sebutnya.

Sebelumnya, polisi dan BKSDA Jatim membongkar penjualan satwa langka dilindungi yang dijual melalui media sosial (medsos). Dua orang dijebloskan ke tahanan Mapolda Jatim. Tersangka Vando Rangga, 29, warga Desa Sodo, Pakel, Tulungagung dan Sarnandy Sofyan Sauri, 25, warga Desa Kamal, Arjasa, Jember yang tinggal di Desa Glagahwero, Kalisat Jember.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, kasus terungkap setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat adanya penjualan satwa dilindungi melalui medsos. Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka Vando asal Tulungagung dicokok. Pria 29 tahun itu diringkus di rumahnya. Polisi menemukan dua ekor lutung jawa dalam kondisi mati dan hidup. Juga seekor satwa binturong dan burung rangkong.

“Setelah menangkap VR dikembangkan, kemudian mendapati nama SF. Tersangka SF ditangkap di Jember,” ungkap Gatot.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Oki Ahadian Purwono menambahkan, dua orang tersangka memiliki peran yang sama. Mereka mencari hewan langka kemudian dijual kembali lewat medsos. “Mereka saling melengkapi. Kalau ada yang butuh mereka saling kontak,” terangnya. (rus/rek)


SURABAYA – Polisi masih memburu dua pelaku jaringan penjual satwa dilindungi. Dua nama buron tersebut didapat setelah pemeriksaan tersangka Vando Rangga dan Fanandri Sofyan.

“Keduanya sudah kita tetapkan DPO (daftar pencarian orang). Ada LK dan seorang pemburu asal Jember,” ungkap Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Oki Ahadian, kemarin (14/10).

Mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya ini menjelaskan, tersangka Vando Rangga dan Fanandri Sofyan yang tertangkap sudah berjualan satwa langka melalui media sosial selama setahun. Setiap jenis hewan langka, baik yang mati maupun hidup, dijual seharga Rp 15 juta.

Menurut Oki, satwa langka setelah didapat dari pemburu disimpan di rumah tersangka terlebih dahulu. “Harga satwa mati dan hidup harganya sama. Sementara baru dijual di pasar dalam negeri,” sebutnya.

Sebelumnya, polisi dan BKSDA Jatim membongkar penjualan satwa langka dilindungi yang dijual melalui media sosial (medsos). Dua orang dijebloskan ke tahanan Mapolda Jatim. Tersangka Vando Rangga, 29, warga Desa Sodo, Pakel, Tulungagung dan Sarnandy Sofyan Sauri, 25, warga Desa Kamal, Arjasa, Jember yang tinggal di Desa Glagahwero, Kalisat Jember.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, kasus terungkap setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat adanya penjualan satwa dilindungi melalui medsos. Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka Vando asal Tulungagung dicokok. Pria 29 tahun itu diringkus di rumahnya. Polisi menemukan dua ekor lutung jawa dalam kondisi mati dan hidup. Juga seekor satwa binturong dan burung rangkong.

“Setelah menangkap VR dikembangkan, kemudian mendapati nama SF. Tersangka SF ditangkap di Jember,” ungkap Gatot.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Oki Ahadian Purwono menambahkan, dua orang tersangka memiliki peran yang sama. Mereka mencari hewan langka kemudian dijual kembali lewat medsos. “Mereka saling melengkapi. Kalau ada yang butuh mereka saling kontak,” terangnya. (rus/rek)


Most Read

Berita Terbaru