alexametrics
25 C
Surabaya
Thursday, January 27, 2022
spot_img

Tiga Bandit Curanmor Ditangkap, Satu Didor di Sukolilo

spot_img

SURABAYA – Residivis kasus pencurian ini kembali beraksi seusai keluar dari penjara. Dua penjahat kambuhan itu Yulianto alias Yuli, 40, dan Fatkhul Putra, 22, keduanya warga Jalan Tanah Merah II, Surabaya. Mereka membentuk komplotan baru untuk mencuri sepeda motor di Surabaya dan sekitarnya.

Satu temannya, Rasyam Mandela, warga Jalan Kalilom Lor, Gang Pandan Wangi II, Surabaya, ikut ditangkap bersamaan. Sementara satu bandit lagi, Ar alias Bleki, berhasil melarikan diri.

Komplotan ini ditangkap saat beraksi di Jalan Asempayung, Gang BPM, Sukolilo, Surabaya. Mereka dihentikan saat membawa lari motor korbannya dan ketahuan petugas yang sedang patroli. Polisi juga melumpuhkan tersangka Yulianto dengan timah panas lantaran mengancam anggota Unit Anti Bandit Reskrim Polsek Sukolilo dengan pisau penghabisan.

“Tersangka membawa pisau penghabisan dan mengacungkan ke anggota. Kami terpaksa melumpuhkan tersangka karena membahayakan anggota,” ujar Kapolsek Sukolilo Kompol M Sholeh, Jumat (14/1).

Penangkapan ketiga bandit jalanan itu bermula ketika Unit Anti Bandit Reskrim Polsek Sukolilo melakukan patroli dan menemukan empat orang dengan gelagat mencurigakan. Salah satu motor didorong oleh tersangka lain. “Anggota melihat dan mengejar mereka sesaat setelah keluar perkampungan warga,” ujar Sholeh.

Polisi akhirnya menghentikan tiga tersangka, sementara satu tersangka lain berhasil lari lebih dulu. Saat dihentikan, Yulianto mengeluarkan senjata tajam jenis pisau penghabisan. Ia mengacungkan ke arah anggota dan hendak lari.

“Kami sempat melepaskan tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan tersangka. Sehingga, terpaksa satu tersangka kami lakukan tindakan tegas,” jelasnya.

Polisi berhasil menyita motor korban Honda Scoopy, motor sarana Yamaha Mio, kunci T, dan sebuah pisau penghabisan. Ketiga tersangka mengaku tidak bisa merusak kontak motor karena tertutup kunci magnet. Sementara ketiganya tidak membawa kunci magnet palsu.

Para tersangka mengaku sudah beraksi di empat lokasi. “Pengakuannya di wilayah Sukolilo, Kenjeran, dan Mulyorejo. Ini masih kami selidiki lagi,” terang Sholeh.

Dari hasil penyidikan, tersangka Yuli pernah ditahan dua kali atas kasus jambret. Sementara satu tersangka lagi, Fatkhul, ditangkap karena kasus pencurian dengan pemberatan. (gun/rek)

SURABAYA – Residivis kasus pencurian ini kembali beraksi seusai keluar dari penjara. Dua penjahat kambuhan itu Yulianto alias Yuli, 40, dan Fatkhul Putra, 22, keduanya warga Jalan Tanah Merah II, Surabaya. Mereka membentuk komplotan baru untuk mencuri sepeda motor di Surabaya dan sekitarnya.

Satu temannya, Rasyam Mandela, warga Jalan Kalilom Lor, Gang Pandan Wangi II, Surabaya, ikut ditangkap bersamaan. Sementara satu bandit lagi, Ar alias Bleki, berhasil melarikan diri.

Komplotan ini ditangkap saat beraksi di Jalan Asempayung, Gang BPM, Sukolilo, Surabaya. Mereka dihentikan saat membawa lari motor korbannya dan ketahuan petugas yang sedang patroli. Polisi juga melumpuhkan tersangka Yulianto dengan timah panas lantaran mengancam anggota Unit Anti Bandit Reskrim Polsek Sukolilo dengan pisau penghabisan.

“Tersangka membawa pisau penghabisan dan mengacungkan ke anggota. Kami terpaksa melumpuhkan tersangka karena membahayakan anggota,” ujar Kapolsek Sukolilo Kompol M Sholeh, Jumat (14/1).

Penangkapan ketiga bandit jalanan itu bermula ketika Unit Anti Bandit Reskrim Polsek Sukolilo melakukan patroli dan menemukan empat orang dengan gelagat mencurigakan. Salah satu motor didorong oleh tersangka lain. “Anggota melihat dan mengejar mereka sesaat setelah keluar perkampungan warga,” ujar Sholeh.

Polisi akhirnya menghentikan tiga tersangka, sementara satu tersangka lain berhasil lari lebih dulu. Saat dihentikan, Yulianto mengeluarkan senjata tajam jenis pisau penghabisan. Ia mengacungkan ke arah anggota dan hendak lari.

“Kami sempat melepaskan tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan tersangka. Sehingga, terpaksa satu tersangka kami lakukan tindakan tegas,” jelasnya.

Polisi berhasil menyita motor korban Honda Scoopy, motor sarana Yamaha Mio, kunci T, dan sebuah pisau penghabisan. Ketiga tersangka mengaku tidak bisa merusak kontak motor karena tertutup kunci magnet. Sementara ketiganya tidak membawa kunci magnet palsu.

Para tersangka mengaku sudah beraksi di empat lokasi. “Pengakuannya di wilayah Sukolilo, Kenjeran, dan Mulyorejo. Ini masih kami selidiki lagi,” terang Sholeh.

Dari hasil penyidikan, tersangka Yuli pernah ditahan dua kali atas kasus jambret. Sementara satu tersangka lagi, Fatkhul, ditangkap karena kasus pencurian dengan pemberatan. (gun/rek)

Most Read

Berita Terbaru