alexametrics
25 C
Surabaya
Thursday, January 27, 2022
spot_img

Dititipi Keponakan, Kakek Sugiyono Asal Sawah Gede Malah Mencabulinya 3x

spot_img

SURABAYA – Hati-hati menitipkan anak pada seseorang jika bepergian. Melati (nama samaran), 15, menjadi korban pencabulan saat ayah dan ibunya pergi. Korban dititipkan ke pamannya sendiri. Personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya akhirnya menangkap Sugiyono, 48, warga Jalan Sawah Gede, Surabaya.

Tersangka Sugiyono harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena sudah merenggut keperawanan korban dengan paksa. “Tersangka kami amankan. Saat ini masih penyelidikan,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana melalui Kanit PPA AKP Drefani, Kamis (13/1).

Pencabulan ini bermula ketika ayah dan ibu korban hendak keluar rumah. Saat itu, paman korban berada di rumah tersebut. Orang tua korban akhirnya menitipkan anaknya ke Sugiyono. Orang tua korban tidak punya pikiran jelek atau curiga karena sang anak dititipkan pada pamannya sendiri.

Nah, tak lama setelah kedua orang tua korban pergi, tersangka langsung beraksi. “Tersangka mengajak korban tidur. Ia memanggil korban, ayo, bobo,” kata Drefani menirukan ucapan pelaku.

Korban menolak ajakan tersangka. Namun, tersangka yang sudah tidak bisa menahan nafsu langsung menarik korban ke kamar dan menjatuhkannya ke kasur.

Korban yang masih berusia 15 tahun tidak bisa berontak ketika sang paman mencabulinya. “Korban dicabuli sebanyak tiga kali. Ia disetubuhi di kamar rumahnya,” ujar Drefani.

Aksi keji sang paman ini akhirnya didengar sang ibu. Ini setelah Melati menceritakan kejadian yang dialaminya. Sang ibu yang baru datang langsung muntab dan melaporkan kejadian ini ke polisi. “Kami melakukan visum terhadap korban dan kami amankan tersangka,” pungkasnya. (gun/rek)

SURABAYA – Hati-hati menitipkan anak pada seseorang jika bepergian. Melati (nama samaran), 15, menjadi korban pencabulan saat ayah dan ibunya pergi. Korban dititipkan ke pamannya sendiri. Personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya akhirnya menangkap Sugiyono, 48, warga Jalan Sawah Gede, Surabaya.

Tersangka Sugiyono harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena sudah merenggut keperawanan korban dengan paksa. “Tersangka kami amankan. Saat ini masih penyelidikan,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana melalui Kanit PPA AKP Drefani, Kamis (13/1).

Pencabulan ini bermula ketika ayah dan ibu korban hendak keluar rumah. Saat itu, paman korban berada di rumah tersebut. Orang tua korban akhirnya menitipkan anaknya ke Sugiyono. Orang tua korban tidak punya pikiran jelek atau curiga karena sang anak dititipkan pada pamannya sendiri.

Nah, tak lama setelah kedua orang tua korban pergi, tersangka langsung beraksi. “Tersangka mengajak korban tidur. Ia memanggil korban, ayo, bobo,” kata Drefani menirukan ucapan pelaku.

Korban menolak ajakan tersangka. Namun, tersangka yang sudah tidak bisa menahan nafsu langsung menarik korban ke kamar dan menjatuhkannya ke kasur.

Korban yang masih berusia 15 tahun tidak bisa berontak ketika sang paman mencabulinya. “Korban dicabuli sebanyak tiga kali. Ia disetubuhi di kamar rumahnya,” ujar Drefani.

Aksi keji sang paman ini akhirnya didengar sang ibu. Ini setelah Melati menceritakan kejadian yang dialaminya. Sang ibu yang baru datang langsung muntab dan melaporkan kejadian ini ke polisi. “Kami melakukan visum terhadap korban dan kami amankan tersangka,” pungkasnya. (gun/rek)

Most Read

Berita Terbaru