alexametrics
28 C
Surabaya
Tuesday, May 24, 2022

Untuk Perkembangbiakan Koleksi

KBS Dapat Pinjaman 21 Satwa Baru Koleksi Jatim Park

SURABAYA – Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) mendapat tambahan 21 satwa baru yang saat ini sudah bisa dinikmati pengunjung. Terbukti, Minggu (12/12) pengunjung mengantre sejak pagi untuk melihat puluhan satwa baru koleksi KBS tersebut. Penambahan satwa baru ini untuk mengembangkan KBS sebagai kawasan konservasi, edukasi dan rekreasi.
Dirut PDTS KBS Choirul Anwar menjelaskan, 21 satwa dari 8 jenis itu didatangkan dari taman satwa Jatim Park, Batu, Malang, dengan sistem breeding loan (peminjaman satwa) yang nantinya akan dikembangbiakkan bagi satwa yang selama ini sendirian dan juga satwa yang masih belum ada di KBS.
Ia mencontohkan seperti jerapah yang sudah lima tahun tidak mendapatkan pasangan. “Jadi lima tahun ini kita perlu untuk konservasi. Karena salah satu misi KBS yakni konservasi, edukasi dan rekreasi. Sehingga kami menjajaki satwa-satwa KBS yang jomblo. Seperti Morits (jerapah jantan KBS) yang kini sudah kedatangan betinanya, Wella,” jelas Choirul, Minggu (12/12).
21 satwa dari 8 jenis pinjaman dari taman satwa Jatim Park itu terdiri dari jerapah 1 betina, singa afrika 1 betina dan 1 jantan, puma 1 jantan, ringtailed lemur 1 jantan dan 1 betina, rakun 1 jantan dan 1 betina, banded mongoses 3 jantan dan 3 betina, sitatunga 2 jantan, dan mouflon Eropa 2 jantan dan 2 betina.
Tak hanya mendatangkan satwa dari lembaga konservasi Jatim Park. KBS juga meminjamkan atau mengirimkan 19 satwa dari 6 jenis ke Jatim Park. Yakni bekantan 2 jantan dan 6 betina, komodo 1 jantan dan 1 betina, babirusa 1 jantan dan 1 betina, celeng goteng 1 jantan dan 1 betina, rusa Bawean 1 jantan dan Walabi 4 betina.
“Kami juga mengirimkan satwa KBS ke Jatim Park. Kerja sama peminjaman ini selama dua tahun. Namun apabila dalam fase perkembangannya satwa untuk dikembangbiakkan masih belum membuahkan hasil, akan kami perpanjang lagi (masa) peminjamannya,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pihaknya juga telah mengajukan izin ke Kementerian Kehutanan untuk peminjaman satwa ke Jatim Park. “Yang jelas sesuai kebutuhan, harus sehat dan produktif satwanya,” imbuhnya.
Pihaknya juga akan mendatangkan dari lembaga konservasi lain yakni mendatangkan harimau Sumatera hingga harimau Gembala. Ke depan, pihaknya juga akan mengembangkan untuk mendukung program night zoo guna memanjakan pengunjung. “Untuk night zoo kami akan garap paling lambat 2023, karena butuh kesiapan terutama untuk jalur dan sarana kandang satwa yang khusus untuk malam hari,” jelasnya.
Dengan begitu, diharapkan pendapatan KBS semakin meningkat sebagai BUMD milik Pemkot Surabaya. “Pendapatan KBS sudah mulai merangkak. Sudah naik lumayan signifikan hampir 100 persen dari pendapatan masa pandemi kemarin,” ungkap Choirul.
21 satwa tersebut kini sudah menghuni 15 hektare luas kawasan KBS bersama 2.203 koleksi satwa yang terdiri dari 228 jenis.
Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Pemkot Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, saat ini satwa KBS sudah mempunyai lisensi. Pasalnya sudah lama KBS belum mendatangkan satwa dari lembaga konservasi lain. “Kini sebagai wilayah konservasi sudah jalan, sebab untuk pinjam pakai satwa harus mempunyai lisensi dulu,” katanya.
KBS akan melakukan kerjasama dengan lembaga konservasi lainnya untuk pinjam pakai satwa. “Mungkin ke depan akan kita kerja sama dengan lembaga konservasi lainnya. Selain itu agar semakin kokoh, rencananya juga ada pelepasan satwa liar ke hutan lindung. Tapi ini masih rencana,” jelasnya.
Terkait gambaran pengembangan night zoo atau pembukaan KBS di malam hari, Pemkot Surabaya akan mengkaji bersama para pakar dari ITS dan Universitas Airlangga. Tujuannya agar jangan sampai fungsi rekreasi mematikan fungsi konservasi.
Sementara itu salah satu pengunjung mengaku senang dengan penambahan koleksi satwa di KBS. Ia berharap satwa yang ditambah dan dikembangkan bisa terus bertambah. “Semoga berhasil agar koleksi KBS bertambah terus,” pungkasnya. (rmt/jay)
Baca Juga :  Wujudkan Cinta Satwa dengan Pawai Gajah dkk
SURABAYA – Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) mendapat tambahan 21 satwa baru yang saat ini sudah bisa dinikmati pengunjung. Terbukti, Minggu (12/12) pengunjung mengantre sejak pagi untuk melihat puluhan satwa baru koleksi KBS tersebut. Penambahan satwa baru ini untuk mengembangkan KBS sebagai kawasan konservasi, edukasi dan rekreasi.
Dirut PDTS KBS Choirul Anwar menjelaskan, 21 satwa dari 8 jenis itu didatangkan dari taman satwa Jatim Park, Batu, Malang, dengan sistem breeding loan (peminjaman satwa) yang nantinya akan dikembangbiakkan bagi satwa yang selama ini sendirian dan juga satwa yang masih belum ada di KBS.
Ia mencontohkan seperti jerapah yang sudah lima tahun tidak mendapatkan pasangan. “Jadi lima tahun ini kita perlu untuk konservasi. Karena salah satu misi KBS yakni konservasi, edukasi dan rekreasi. Sehingga kami menjajaki satwa-satwa KBS yang jomblo. Seperti Morits (jerapah jantan KBS) yang kini sudah kedatangan betinanya, Wella,” jelas Choirul, Minggu (12/12).
21 satwa dari 8 jenis pinjaman dari taman satwa Jatim Park itu terdiri dari jerapah 1 betina, singa afrika 1 betina dan 1 jantan, puma 1 jantan, ringtailed lemur 1 jantan dan 1 betina, rakun 1 jantan dan 1 betina, banded mongoses 3 jantan dan 3 betina, sitatunga 2 jantan, dan mouflon Eropa 2 jantan dan 2 betina.
Tak hanya mendatangkan satwa dari lembaga konservasi Jatim Park. KBS juga meminjamkan atau mengirimkan 19 satwa dari 6 jenis ke Jatim Park. Yakni bekantan 2 jantan dan 6 betina, komodo 1 jantan dan 1 betina, babirusa 1 jantan dan 1 betina, celeng goteng 1 jantan dan 1 betina, rusa Bawean 1 jantan dan Walabi 4 betina.
“Kami juga mengirimkan satwa KBS ke Jatim Park. Kerja sama peminjaman ini selama dua tahun. Namun apabila dalam fase perkembangannya satwa untuk dikembangbiakkan masih belum membuahkan hasil, akan kami perpanjang lagi (masa) peminjamannya,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pihaknya juga telah mengajukan izin ke Kementerian Kehutanan untuk peminjaman satwa ke Jatim Park. “Yang jelas sesuai kebutuhan, harus sehat dan produktif satwanya,” imbuhnya.
Pihaknya juga akan mendatangkan dari lembaga konservasi lain yakni mendatangkan harimau Sumatera hingga harimau Gembala. Ke depan, pihaknya juga akan mengembangkan untuk mendukung program night zoo guna memanjakan pengunjung. “Untuk night zoo kami akan garap paling lambat 2023, karena butuh kesiapan terutama untuk jalur dan sarana kandang satwa yang khusus untuk malam hari,” jelasnya.
Dengan begitu, diharapkan pendapatan KBS semakin meningkat sebagai BUMD milik Pemkot Surabaya. “Pendapatan KBS sudah mulai merangkak. Sudah naik lumayan signifikan hampir 100 persen dari pendapatan masa pandemi kemarin,” ungkap Choirul.
21 satwa tersebut kini sudah menghuni 15 hektare luas kawasan KBS bersama 2.203 koleksi satwa yang terdiri dari 228 jenis.
Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Pemkot Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, saat ini satwa KBS sudah mempunyai lisensi. Pasalnya sudah lama KBS belum mendatangkan satwa dari lembaga konservasi lain. “Kini sebagai wilayah konservasi sudah jalan, sebab untuk pinjam pakai satwa harus mempunyai lisensi dulu,” katanya.
KBS akan melakukan kerjasama dengan lembaga konservasi lainnya untuk pinjam pakai satwa. “Mungkin ke depan akan kita kerja sama dengan lembaga konservasi lainnya. Selain itu agar semakin kokoh, rencananya juga ada pelepasan satwa liar ke hutan lindung. Tapi ini masih rencana,” jelasnya.
Terkait gambaran pengembangan night zoo atau pembukaan KBS di malam hari, Pemkot Surabaya akan mengkaji bersama para pakar dari ITS dan Universitas Airlangga. Tujuannya agar jangan sampai fungsi rekreasi mematikan fungsi konservasi.
Sementara itu salah satu pengunjung mengaku senang dengan penambahan koleksi satwa di KBS. Ia berharap satwa yang ditambah dan dikembangkan bisa terus bertambah. “Semoga berhasil agar koleksi KBS bertambah terus,” pungkasnya. (rmt/jay)
Baca Juga :  Teatrikal Beruang Madu Pikat Pengunjung KBS

Most Read

Berita Terbaru


/