alexametrics
33 C
Surabaya
Friday, October 22, 2021

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Minta SWK Dirombak dan Ditata Ulang  

SURABAYA – Pemkot Surabaya akan melakukan revitalisasi sentra wisata kuliner (SWK). SWK Semolowaru saat ini menjadi prioritas utama revitalisasi. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau SWK Semolowaru, Rabu (13/10).

Cak Eri melihat setiap sudut SWK, mulai halaman, tempat bermain, hingga toilet. Posisi SWK yang terletak di belakang lapangan futsal itu dinilai kurang tepat. Kurang menarik untuk memikat hati pembeli. Karena itu, Eri meminta dirombak sehingga nyaman dikunjungi.

“Kita akan tata dalam satu bulan ke depan. Sehingga orang tahu ada SWK di sini (Semolowaru),” katanya.

Eri berencana menata SWK mulai dari taman bermain anak-anak, tempat makan yang enak buat nongkrong, hingga dekorasi mural. “SWK Semolowaru sudah nyaman tapi kurang menarik untuk dikunjungi. Kita buat SWK di Surabaya ini Instagramable, jadi tempat nongkrong yang nyaman. Secara bertahap kita akan tata,” ungkapnya.

Tak hanya itu. Pemkot akan memberikan pelatihan kepada pedagang SWK. Terutama untuk meningkatkan cita rasa masakan dan pemasarannya. Untuk meningkatkan peran ekonomi UMKM, pihaknya akan mengandeng swasta untuk berkolaborasi. “SWK ini ramai atau tidak, itu bukan beban CSR, tetapi beban ada di Pemkot Surabaya,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya Widodo Suryantoro mengatakan, di Surabaya saat ini ada 48 SWK. Yang paling ramai pembeli hanya ada 22 SWK. Karena itu, pihaknya akan membantu para pedagang di SWK-SWK yang kurang laku agar bisa berkembang. Salah satu langkah dengan menggandeng kurir dengan jualan secara daring.

“Yang lebih ditingkatkan cita rasa, higienitas, varian. Kami fasilitasi mereka agar menarik agar dagangannya dibeli oleh masyarakat,”  pungkasnya. (rmt/rek)


SURABAYA – Pemkot Surabaya akan melakukan revitalisasi sentra wisata kuliner (SWK). SWK Semolowaru saat ini menjadi prioritas utama revitalisasi. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau SWK Semolowaru, Rabu (13/10).

Cak Eri melihat setiap sudut SWK, mulai halaman, tempat bermain, hingga toilet. Posisi SWK yang terletak di belakang lapangan futsal itu dinilai kurang tepat. Kurang menarik untuk memikat hati pembeli. Karena itu, Eri meminta dirombak sehingga nyaman dikunjungi.

“Kita akan tata dalam satu bulan ke depan. Sehingga orang tahu ada SWK di sini (Semolowaru),” katanya.

Eri berencana menata SWK mulai dari taman bermain anak-anak, tempat makan yang enak buat nongkrong, hingga dekorasi mural. “SWK Semolowaru sudah nyaman tapi kurang menarik untuk dikunjungi. Kita buat SWK di Surabaya ini Instagramable, jadi tempat nongkrong yang nyaman. Secara bertahap kita akan tata,” ungkapnya.

Tak hanya itu. Pemkot akan memberikan pelatihan kepada pedagang SWK. Terutama untuk meningkatkan cita rasa masakan dan pemasarannya. Untuk meningkatkan peran ekonomi UMKM, pihaknya akan mengandeng swasta untuk berkolaborasi. “SWK ini ramai atau tidak, itu bukan beban CSR, tetapi beban ada di Pemkot Surabaya,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya Widodo Suryantoro mengatakan, di Surabaya saat ini ada 48 SWK. Yang paling ramai pembeli hanya ada 22 SWK. Karena itu, pihaknya akan membantu para pedagang di SWK-SWK yang kurang laku agar bisa berkembang. Salah satu langkah dengan menggandeng kurir dengan jualan secara daring.

“Yang lebih ditingkatkan cita rasa, higienitas, varian. Kami fasilitasi mereka agar menarik agar dagangannya dibeli oleh masyarakat,”  pungkasnya. (rmt/rek)


Most Read

Berita Terbaru