alexametrics
33 C
Surabaya
Friday, October 22, 2021

Kampung Ilmu, Pasar Buku Bekas Terbesar di Indonesia Timur

SURABAYA – Kampung Ilmu merupakan salah satu tempat penjualan buku bekas terbesar di Surabaya. Kampung ini terletak di Jalan Semarang, tak jauh dari Stasiun Kereta Api Pasar Turi.

Kampung Ilmu dideklarasikan pada tahun 2008 oleh kumpulan pedagang kaki lima (PKL) yang awalnya menjual buku bekas di Jalan Semarang. Jauh sebelum diperkenalkannya Kampung Ilmu, tempat tersebut sudah menjadi pasar penjualan buku bekas sejak lama.

Para pedagang yang menjual buku di Kampung Ilmu awalnya berjualan di bahu Jalan Semarang. Oleh sebab itu, kumpulan pedagang kemudian hendak ditertibkan.

Puluhan PKL kemudian menggelar aksi dan akhirnya membuahkan hasil. Puluhan PKL direlokasi ke lahan tidur milik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan oleh Pemkot Surabaya, tepatnya di Jalan Semarang nomor 55.

Salah satu pedagang buku di Kampung Ilmu Novita mengatakan, sudah berjualan buku di Kampung Ilmu sejak tahun 2008 lalu. Awalnya berjualan di trotoar pinggir Jalan Semarang.

Setelah ditertibkan kemudian dipindah menjadi satu kawasan yang kemudian disebut Kampung Ilmu. Kampung Ilmu sendiri didirikan tidak hanya melihat aspek ekonomi saja. Melainkan juga sosial, budaya dan pendidikan.

“Buku yang dijual campuran ada buku baru dan bekas. Dari tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi dan buku kalangan umum,” ucapnya kepada Radar Surabaya.

Ketua Paguyuban PKL Kampung Ilmu Budi Santoso mengatakan, sebelum diberi nama Kampung Ilmu sempat dinamakan Kampung Aksoro yang berarti tempat membaca. Namun karena terlalu kedaerahan kemudian Aksoro diubah menjadi Ilmu.

Menurut Budi, nama Kampung Ilmu sendiri sebenarnya berasal dari pemikiran pada aspek sosial, budaya dan masalah edukasi (pendidikan). “Secara sosial, Kampung Ilmu sebagai tempat para pedagang mencari nafkah. Dari aspek budaya, Kampung Ilmu menjadi tempat pijakan masyarakat kelas menengah ke bawah mencari buku murah,” ungkapnya. (rus/nur)


SURABAYA – Kampung Ilmu merupakan salah satu tempat penjualan buku bekas terbesar di Surabaya. Kampung ini terletak di Jalan Semarang, tak jauh dari Stasiun Kereta Api Pasar Turi.

Kampung Ilmu dideklarasikan pada tahun 2008 oleh kumpulan pedagang kaki lima (PKL) yang awalnya menjual buku bekas di Jalan Semarang. Jauh sebelum diperkenalkannya Kampung Ilmu, tempat tersebut sudah menjadi pasar penjualan buku bekas sejak lama.

Para pedagang yang menjual buku di Kampung Ilmu awalnya berjualan di bahu Jalan Semarang. Oleh sebab itu, kumpulan pedagang kemudian hendak ditertibkan.

Puluhan PKL kemudian menggelar aksi dan akhirnya membuahkan hasil. Puluhan PKL direlokasi ke lahan tidur milik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan oleh Pemkot Surabaya, tepatnya di Jalan Semarang nomor 55.

Salah satu pedagang buku di Kampung Ilmu Novita mengatakan, sudah berjualan buku di Kampung Ilmu sejak tahun 2008 lalu. Awalnya berjualan di trotoar pinggir Jalan Semarang.

Setelah ditertibkan kemudian dipindah menjadi satu kawasan yang kemudian disebut Kampung Ilmu. Kampung Ilmu sendiri didirikan tidak hanya melihat aspek ekonomi saja. Melainkan juga sosial, budaya dan pendidikan.

“Buku yang dijual campuran ada buku baru dan bekas. Dari tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi dan buku kalangan umum,” ucapnya kepada Radar Surabaya.

Ketua Paguyuban PKL Kampung Ilmu Budi Santoso mengatakan, sebelum diberi nama Kampung Ilmu sempat dinamakan Kampung Aksoro yang berarti tempat membaca. Namun karena terlalu kedaerahan kemudian Aksoro diubah menjadi Ilmu.

Menurut Budi, nama Kampung Ilmu sendiri sebenarnya berasal dari pemikiran pada aspek sosial, budaya dan masalah edukasi (pendidikan). “Secara sosial, Kampung Ilmu sebagai tempat para pedagang mencari nafkah. Dari aspek budaya, Kampung Ilmu menjadi tempat pijakan masyarakat kelas menengah ke bawah mencari buku murah,” ungkapnya. (rus/nur)


Most Read

Berita Terbaru