alexametrics
28 C
Surabaya
Monday, May 23, 2022

Antisipasi Wabah PMK, Ratusan Sapi dari NTT Ditolak Masuk di Tanjung Perak

SURABAYA – Merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi membuat Satgas PMK Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, lebih waspada. Satgas yang dibentuk Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya itu memelototi hewan ternak, terutama sapi, yang hendak dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Satgas PMK Pelabuhan Tanjung Perak mendapati 736 ekor sapi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang hendak berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Ratusan ekor sapi tersebut hendak dibongkar di Tanjung Perak untuk dikirim ke wilayah Bekasi menggunakan jalur darat.

“Rencananya hendak dikirim ke Bekasi menggunakan truk. Kami minta untuk tidak melakukan bongkar di pelabuhan. Sesuai surat edaran menteri, jadi kami menindaklanjuti hal tersebut,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino Trisanto, Jumat (13/5).

Baca Juga :  Diantar Polisi, Kades Kunari Ditahan Jaksa

Menurut dia, satgas PMK bertugas mencegah penularan PMK yang semakin banyak menyerang sapi. Ia meminta kapal-kapal untuk melanjutkan perjalanan dan melakukan bongkar muatan sapi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Mereka sempat memberi makan sapi-sapi tersebut kemudian melanjutkan perjalanan ke Jakarta. “Ini langkah pencegahan. Apalagi sapi juga dikirim ke Bekasi. Sehingga kami terpaksa tidak mengizinkan untuk bongkar di sini (Pelabuhan Tanjung Perak),” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan juga melakukan langkah antisipasi dengan menyidak Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kedurus, Karang Pilang, Surabaya. Ia meminta pemilik sapi melaporkan jika menemukan adanya PMK.

“Laporkan ke kami agar ada langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran PMK di Surabaya,” katanya. (gun/rek)

Baca Juga :  Kampung Pembuat Tampah di Seketi, Balongbendo, Ada Sejak 1930

SURABAYA – Merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi membuat Satgas PMK Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, lebih waspada. Satgas yang dibentuk Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya itu memelototi hewan ternak, terutama sapi, yang hendak dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Satgas PMK Pelabuhan Tanjung Perak mendapati 736 ekor sapi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang hendak berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Ratusan ekor sapi tersebut hendak dibongkar di Tanjung Perak untuk dikirim ke wilayah Bekasi menggunakan jalur darat.

“Rencananya hendak dikirim ke Bekasi menggunakan truk. Kami minta untuk tidak melakukan bongkar di pelabuhan. Sesuai surat edaran menteri, jadi kami menindaklanjuti hal tersebut,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino Trisanto, Jumat (13/5).

Baca Juga :  Pemulung Tega Curi 4 HP Kuli Bangunan Saat Mereka Tidur

Menurut dia, satgas PMK bertugas mencegah penularan PMK yang semakin banyak menyerang sapi. Ia meminta kapal-kapal untuk melanjutkan perjalanan dan melakukan bongkar muatan sapi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Mereka sempat memberi makan sapi-sapi tersebut kemudian melanjutkan perjalanan ke Jakarta. “Ini langkah pencegahan. Apalagi sapi juga dikirim ke Bekasi. Sehingga kami terpaksa tidak mengizinkan untuk bongkar di sini (Pelabuhan Tanjung Perak),” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan juga melakukan langkah antisipasi dengan menyidak Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kedurus, Karang Pilang, Surabaya. Ia meminta pemilik sapi melaporkan jika menemukan adanya PMK.

“Laporkan ke kami agar ada langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran PMK di Surabaya,” katanya. (gun/rek)

Baca Juga :  Tabrak Dump Truck Mogok, Sekeluarga Meninggal

Most Read

Berita Terbaru


/