alexametrics
28 C
Surabaya
Wednesday, August 10, 2022

Demi Uang Makan, Rokok dan Ngopi, Karyawan Curi Ratusan Lembar Spon

Surabaya – Donny Raharjo,35, menciderai kepercayaan majikannya. Warga Jalan Donorejo Gang 2 nomor 9, Surabaya ini mencuri ratusan lembar spon dari gudang tempat bekerja. Akibatanya Donny ditangkap tim Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya pada Minggu (9/3).

Penangkapan ini berdasarkan laporan dari korban Honki Pradito,30,. Korban pemilik usaha pengantian jok mobil Auto Design. Itu setelah mendapati barang di dalam gudang raib. “Korban melakukan audit. Rupanya ada ketidakcocokan antara stok barang di gudang dengan yang sudah terjual,” ungkap Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Giadi Nugraha.

Giadi mengatakan setelah melakukan penyelidikan, polisi mencurigai Donny. Sebab selama ini dialah yang bertanggung jawab atas keluar masuk barang di dalam gudang. Belakangan diketahui, modus pencurian Donny dilakukan dengan cara menyisipkan atau melebihkan jumlah barang yang dikirimkan tanpa sepengetahuan korban. “Hal itu dilakukan tersangka ketika ia mengantarkan barang. Baik sejenis atau barang yang lain. Sebab di dalam gudang itu tak ada penjaga. Sehingga tersangka dengan bebas beraksi,” ujarnya. 

Kemudian barang-barang yang dicuri, diletakkan di rumahnya sebelum akhirnya dijual ke penadah. Adalah Syaiful Azis,35, warga Dusun Mursabe Tanah Merah, Bangkalan Madura bertindak sebagai penadahnya.”Tersangka Azis kami tangkap di Surabaya. Kebetulan ia adalah jukir di kawasan Kenjeran,” terangnya. 

Menurut Giadi agar sama-sama untung, spon tersebut dijual Donny kepada Azis dengan harga dibawah pasaran. Umumnya, satu lembar spon berharga sekitar Rp 400 ribu, namun Donny menjual separo harga. Pencurian itu dilakukan Donny bertahap sehingga terdapat ratusan spon yang sudah dijual. “Kerugian yang dialami korban mencapai puluhan juta,” terang mantan penyidik Pidum Bareskrim Mabes Polri ini.

Donny mengaku nekat melakukan aksinya lantaran ia jarang dapat ceperan dari korban ketika diminta antarkan barang. Padahal ia sering diminta untuk mengantarkan barang hingga keluar kota Surabaya. “Uangnya untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk makan, rokok dan ngopi,” ungkap Donny. (yua/rtn)

Surabaya – Donny Raharjo,35, menciderai kepercayaan majikannya. Warga Jalan Donorejo Gang 2 nomor 9, Surabaya ini mencuri ratusan lembar spon dari gudang tempat bekerja. Akibatanya Donny ditangkap tim Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya pada Minggu (9/3).

Penangkapan ini berdasarkan laporan dari korban Honki Pradito,30,. Korban pemilik usaha pengantian jok mobil Auto Design. Itu setelah mendapati barang di dalam gudang raib. “Korban melakukan audit. Rupanya ada ketidakcocokan antara stok barang di gudang dengan yang sudah terjual,” ungkap Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Giadi Nugraha.

Giadi mengatakan setelah melakukan penyelidikan, polisi mencurigai Donny. Sebab selama ini dialah yang bertanggung jawab atas keluar masuk barang di dalam gudang. Belakangan diketahui, modus pencurian Donny dilakukan dengan cara menyisipkan atau melebihkan jumlah barang yang dikirimkan tanpa sepengetahuan korban. “Hal itu dilakukan tersangka ketika ia mengantarkan barang. Baik sejenis atau barang yang lain. Sebab di dalam gudang itu tak ada penjaga. Sehingga tersangka dengan bebas beraksi,” ujarnya. 

Kemudian barang-barang yang dicuri, diletakkan di rumahnya sebelum akhirnya dijual ke penadah. Adalah Syaiful Azis,35, warga Dusun Mursabe Tanah Merah, Bangkalan Madura bertindak sebagai penadahnya.”Tersangka Azis kami tangkap di Surabaya. Kebetulan ia adalah jukir di kawasan Kenjeran,” terangnya. 

Menurut Giadi agar sama-sama untung, spon tersebut dijual Donny kepada Azis dengan harga dibawah pasaran. Umumnya, satu lembar spon berharga sekitar Rp 400 ribu, namun Donny menjual separo harga. Pencurian itu dilakukan Donny bertahap sehingga terdapat ratusan spon yang sudah dijual. “Kerugian yang dialami korban mencapai puluhan juta,” terang mantan penyidik Pidum Bareskrim Mabes Polri ini.

Donny mengaku nekat melakukan aksinya lantaran ia jarang dapat ceperan dari korban ketika diminta antarkan barang. Padahal ia sering diminta untuk mengantarkan barang hingga keluar kota Surabaya. “Uangnya untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk makan, rokok dan ngopi,” ungkap Donny. (yua/rtn)

Most Read

Berita Terbaru


/