alexametrics
28 C
Surabaya
Tuesday, May 24, 2022

Khofifah Fasilitasi Vaksinasi Semua CJH Asal Jatim

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan komitmen dan kesiapannya dalam memfasilitasi vaksinasi kedua dan booster bagi calon jamaah haji (CJH). Saat ini persiapan keberangkatan jamaah haji sudah dilakukan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kanwil Kemenag Jatim, serta jajaran terkait.

“Ada sekitar 16. 862 calon jamaah asal Jatim yang akan diberangkatkan ibadah haji tahun ini,” ujar Khofifah usai menggelar Rapat Persiapan Keberangkatan Haji di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (11/5) malam.

Mantan Menteri Sosial ini mengatakan, vaksin untuk calon jamaah haji telah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Pasalnya, pemerintah daerah memiliki stok vaksin dan tenaga vaksinator yang cukup.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta Kanwil Jatim untuk mengidentifikasi dan mencarikan akses fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat berdasarkan data nama-nama jamaah haji yang akan berangkat.

Baca Juga :  Tabrak Truk Molen di Panjang Jiwo, Pemotor Tewas di Lokasi

“Vaksin dosis kedua dan booster menjadi urusan pemerintah daerah karena kami punya stok vaksin dan vaksinator yang cukup. Cuma siapa-siapanya itu nanti yang leading Pak Kanwil Kemenag Jatim. Password vaksin bagi CJH: Gak Pakai Lama (GPL),” katanya.

Terkait vaksin untuk calon jamaah haji, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI, Hilman Latief mendorong para jamaah haji agar segera melengkapi vaksin dosis pertama, kedua, dan ketiga.

Berdasarkan data dari Dirjen PHU, ada sekitar 64 persen jamaah masih belum divaksin kedua. “Jadi, kami mendorong calon jamaah haji untuk vaksin dan tidak menunggu edaran dari Dirjen,” tutur Hilman.

Menurut dia, penting untuk mengingatkan calon jamaah haji untuk segera melakukan vaksin dosis kedua dan booster. Ia mewanti-wanti agar jangan sampai jamaah haji yang hendak berangkat justru terkendala lantaran abai perkara vaksin. “Itu sudah menjadi persyaratan mutlak dari pemerintah Saudi Arabia,” tegasnya.

Baca Juga :  Seminggu Amankan 57 Pelaku Berbagai Tindak Kejatan

Untuk memastikan embarkasi (tempat pemberangkatan jemaah haji), Hilman juga meninjau kesiapan Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis, (12/5). Hal ini perlu dilakukan sebagai wujud mitigasi pascapandemi Covid-19.

“Kita ingin menata jamaah dan petugas, lalu kapan vaksin, juga pembagian kloter. Ini mengingat jumlah jamaah haji di Jatim merupakan yang terbesar kedua di Indonesia,” katanya.

Narasi yang dibangun juga masih tetap sama, yakni pelaksanaan haji di masa pandemi. “Jangan lupa protokol kesehatan tetap dilakukan,” pungkasnya. (mus/rek)

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan komitmen dan kesiapannya dalam memfasilitasi vaksinasi kedua dan booster bagi calon jamaah haji (CJH). Saat ini persiapan keberangkatan jamaah haji sudah dilakukan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kanwil Kemenag Jatim, serta jajaran terkait.

“Ada sekitar 16. 862 calon jamaah asal Jatim yang akan diberangkatkan ibadah haji tahun ini,” ujar Khofifah usai menggelar Rapat Persiapan Keberangkatan Haji di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (11/5) malam.

Mantan Menteri Sosial ini mengatakan, vaksin untuk calon jamaah haji telah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Pasalnya, pemerintah daerah memiliki stok vaksin dan tenaga vaksinator yang cukup.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta Kanwil Jatim untuk mengidentifikasi dan mencarikan akses fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat berdasarkan data nama-nama jamaah haji yang akan berangkat.

Baca Juga :  Tabrak Truk Molen di Panjang Jiwo, Pemotor Tewas di Lokasi

“Vaksin dosis kedua dan booster menjadi urusan pemerintah daerah karena kami punya stok vaksin dan vaksinator yang cukup. Cuma siapa-siapanya itu nanti yang leading Pak Kanwil Kemenag Jatim. Password vaksin bagi CJH: Gak Pakai Lama (GPL),” katanya.

Terkait vaksin untuk calon jamaah haji, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI, Hilman Latief mendorong para jamaah haji agar segera melengkapi vaksin dosis pertama, kedua, dan ketiga.

Berdasarkan data dari Dirjen PHU, ada sekitar 64 persen jamaah masih belum divaksin kedua. “Jadi, kami mendorong calon jamaah haji untuk vaksin dan tidak menunggu edaran dari Dirjen,” tutur Hilman.

Menurut dia, penting untuk mengingatkan calon jamaah haji untuk segera melakukan vaksin dosis kedua dan booster. Ia mewanti-wanti agar jangan sampai jamaah haji yang hendak berangkat justru terkendala lantaran abai perkara vaksin. “Itu sudah menjadi persyaratan mutlak dari pemerintah Saudi Arabia,” tegasnya.

Baca Juga :  4 Cowok + 2 Cewek, Satunya Hamil, Diamankan Asyik Pesta Miras

Untuk memastikan embarkasi (tempat pemberangkatan jemaah haji), Hilman juga meninjau kesiapan Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis, (12/5). Hal ini perlu dilakukan sebagai wujud mitigasi pascapandemi Covid-19.

“Kita ingin menata jamaah dan petugas, lalu kapan vaksin, juga pembagian kloter. Ini mengingat jumlah jamaah haji di Jatim merupakan yang terbesar kedua di Indonesia,” katanya.

Narasi yang dibangun juga masih tetap sama, yakni pelaksanaan haji di masa pandemi. “Jangan lupa protokol kesehatan tetap dilakukan,” pungkasnya. (mus/rek)

Most Read

Berita Terbaru


/