alexametrics
26 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Petani Tambak Edarkan Sabu-Sabu di Balonggabus Candi

SURABAYA – Seorang petani tambak ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Surabaya bukan karena menjual ikan hasil tambak. Melainkan, mengedarkan narkoba di sekitar tempat kosnya di Desa Balonggabus, Kecamatan Candi, Sidoarjo.

Tersangka RF, 28, warga Desa Karanganyar, Sedati, Sidoarjo, itu diringkus sesaat setelah pulang ke kosnya. Polisi menemukan 10 poket sabu-sabu (SS) dan 15 butir pil ekstasi.

Dalam penggeledahan, polisi menemukan 56,17 gram sabu yang ada dalam sepuluh poket. Lima poket di antaranya memiliki berat 10 gram. Sementara lima poket lainnya memiliki berat 0,3 hingga 0,6 gram. “Ada yang belum dibagi menjadi kemasan kecil. Ia menjual atau kurir sabu,” kata Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Daniel Marunduri, Senin (11/10).

Penangkapan tersangka RF awalnya dari informasi peredaran narkoba di kawasan Candid an sekitarnya. Polisi menemukan tempat kos pria yang diduga budak sabu. “Anggota menunggu hingga tersangka datang dan masuk ke kos. Penyergapan dilakukan setelah ia pulang dari tambak,” terangnya.

Saat disergap, tersangka tidak melakukan perlawanan. Polisi menggeledah dan menemukan sabu serta pil ekstasi tersebut. Polisi juga menemukan satu bendel plastik klip yang belum terpakai. Juga tiga buah timbangan elektrik. “Tersangka mendapat sabu kemudian membaginya menjadi kemasan kecil,” ungkapnya.

Tersangka RF mengaku menjadi kurir sejak September lalu. Ia sudah tiga kali diminta mengirim sabu atau pil. Tersangka tidak menjualnya sendiri, tapi menunggu perintah CT. Ia diminta mengirim sabu ke suatu tempat dan mendapat upah setelah sabu sampai habis. “Sekali kirim ia mendapat upah Rp 3 juta. Kami masih kembangkan dan mencari CT,” tutur Daniel. (gun/rek)


SURABAYA – Seorang petani tambak ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Surabaya bukan karena menjual ikan hasil tambak. Melainkan, mengedarkan narkoba di sekitar tempat kosnya di Desa Balonggabus, Kecamatan Candi, Sidoarjo.

Tersangka RF, 28, warga Desa Karanganyar, Sedati, Sidoarjo, itu diringkus sesaat setelah pulang ke kosnya. Polisi menemukan 10 poket sabu-sabu (SS) dan 15 butir pil ekstasi.

Dalam penggeledahan, polisi menemukan 56,17 gram sabu yang ada dalam sepuluh poket. Lima poket di antaranya memiliki berat 10 gram. Sementara lima poket lainnya memiliki berat 0,3 hingga 0,6 gram. “Ada yang belum dibagi menjadi kemasan kecil. Ia menjual atau kurir sabu,” kata Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Daniel Marunduri, Senin (11/10).

Penangkapan tersangka RF awalnya dari informasi peredaran narkoba di kawasan Candid an sekitarnya. Polisi menemukan tempat kos pria yang diduga budak sabu. “Anggota menunggu hingga tersangka datang dan masuk ke kos. Penyergapan dilakukan setelah ia pulang dari tambak,” terangnya.

Saat disergap, tersangka tidak melakukan perlawanan. Polisi menggeledah dan menemukan sabu serta pil ekstasi tersebut. Polisi juga menemukan satu bendel plastik klip yang belum terpakai. Juga tiga buah timbangan elektrik. “Tersangka mendapat sabu kemudian membaginya menjadi kemasan kecil,” ungkapnya.

Tersangka RF mengaku menjadi kurir sejak September lalu. Ia sudah tiga kali diminta mengirim sabu atau pil. Tersangka tidak menjualnya sendiri, tapi menunggu perintah CT. Ia diminta mengirim sabu ke suatu tempat dan mendapat upah setelah sabu sampai habis. “Sekali kirim ia mendapat upah Rp 3 juta. Kami masih kembangkan dan mencari CT,” tutur Daniel. (gun/rek)



Most Read

Berita Terbaru