alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Sempat Bangkrut, BUMD Gresik Samudra Dihidupkan Lagi

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik berencana menghidupkan kembali Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bangkrut, PT Gresik Samudra. Bahkan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani sudah memiliki beberapa potensi bisnis yang nantinya akan dibidik jika BUMD Gresik Samudra.

Kepada Radar Gresik, Bupati Yani menuturkan, melihat kondisi saat ini Gresik Samudra sebagai BUMD memiliki beberapa potensi bisnis yang bisa digarap. Tidak hanya melayani penyebrangan Gresik-Bawean saja melainkan bisnis keagenan kapal atau logistik. “Saat ini kami masih memikirkan secara matang. Yang jelas saya punya misi besar jika Gresik Samudra ini bisa hidup kembali,” tegas Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani.

Dikatakan, salah satu bisnis yang nantinya akan digarap Gresik Samudra adalah logistik atau pengiriman barang menggunakan kapal. Yani optimistis rencana ini bisa direalisasikan karena Gresik memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Intregrated Industrial And Port Estate (JIIPE). Namun demikian, Yani belum bisa menyampaikan skema dalam mengembalikan BUMD Gresik Samudra dengan melakukan penyertaan modal atau dengan pola yang lain.

“Yang jelas, jika KEK JIIPE beroperasi, banyak aktivitas industri dan pekerjaan. Semoga bisa arahkan bisnis Gresik Samudra ke logistik atau pengiriman barang menggunakan kapal. Semua yang bisa dikerjakan akan dilakukan agar menambah pendapatan daerah,” imbuhnya.

Termasuk mengenai tinggalan hutang PT Gresik Samudra Rp 1 miliar kepada mantan karyawannya, pihaknya juga masih memikirkan hal tersebut. “Kami sangat hati-hati sebelum mengambil keputusan. Semua sedang dikaji secara mendalam,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Gresik Samudra bangkrut. Ironisnya, manajemen perusahaan milik Pemkab Gresik itu masih punya utang senilai Rp 1 miliar. Akibat utang tersebut, rencana pembubaran perusahaan pelat merah tersebut terganjal. Untuk dapat membubarkan perusahaan atau membuat pailit, utang gaji direksi dan pegawai harus dilunasi.

Berdasarkan informasi, munculnya utang tersebut bukan karena biaya operasional perusahaan atau tanggungan kepada pihak lain. Tetapi, untuk membiayai gaji direksi yang tertunggak beberapa bulan. Padahal, sejak didirikan belum juga melakukan kerja atau beroperasi alias nganggur. (fir/han)


GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik berencana menghidupkan kembali Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bangkrut, PT Gresik Samudra. Bahkan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani sudah memiliki beberapa potensi bisnis yang nantinya akan dibidik jika BUMD Gresik Samudra.

Kepada Radar Gresik, Bupati Yani menuturkan, melihat kondisi saat ini Gresik Samudra sebagai BUMD memiliki beberapa potensi bisnis yang bisa digarap. Tidak hanya melayani penyebrangan Gresik-Bawean saja melainkan bisnis keagenan kapal atau logistik. “Saat ini kami masih memikirkan secara matang. Yang jelas saya punya misi besar jika Gresik Samudra ini bisa hidup kembali,” tegas Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani.

Dikatakan, salah satu bisnis yang nantinya akan digarap Gresik Samudra adalah logistik atau pengiriman barang menggunakan kapal. Yani optimistis rencana ini bisa direalisasikan karena Gresik memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Intregrated Industrial And Port Estate (JIIPE). Namun demikian, Yani belum bisa menyampaikan skema dalam mengembalikan BUMD Gresik Samudra dengan melakukan penyertaan modal atau dengan pola yang lain.

“Yang jelas, jika KEK JIIPE beroperasi, banyak aktivitas industri dan pekerjaan. Semoga bisa arahkan bisnis Gresik Samudra ke logistik atau pengiriman barang menggunakan kapal. Semua yang bisa dikerjakan akan dilakukan agar menambah pendapatan daerah,” imbuhnya.

Termasuk mengenai tinggalan hutang PT Gresik Samudra Rp 1 miliar kepada mantan karyawannya, pihaknya juga masih memikirkan hal tersebut. “Kami sangat hati-hati sebelum mengambil keputusan. Semua sedang dikaji secara mendalam,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Gresik Samudra bangkrut. Ironisnya, manajemen perusahaan milik Pemkab Gresik itu masih punya utang senilai Rp 1 miliar. Akibat utang tersebut, rencana pembubaran perusahaan pelat merah tersebut terganjal. Untuk dapat membubarkan perusahaan atau membuat pailit, utang gaji direksi dan pegawai harus dilunasi.

Berdasarkan informasi, munculnya utang tersebut bukan karena biaya operasional perusahaan atau tanggungan kepada pihak lain. Tetapi, untuk membiayai gaji direksi yang tertunggak beberapa bulan. Padahal, sejak didirikan belum juga melakukan kerja atau beroperasi alias nganggur. (fir/han)



Most Read

Berita Terbaru